Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_20221o6flum2f0kl01gclueqf5f0op7c1i28): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Publikasi Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam Indonesia: Pada Kawasan Konservasi Tahun 2025
Pangky Yulianto
Rabu, 11 Februari 2026 |
70 kali
Publikasi Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam
Indonesia: Pada Kawasan Konservasi Tahun 2025 merupakan publikasi
kedua Direktorat Penilaian, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang
menyajikan hasil valuasi ekonomi jasa ekosistem pada kawasan konservasi
kehutanan serta kelautan dan perikanan. Publikasi ini disusun sebagai
kontribusi DJKN dalam mendukung pengelolaan kekayaan negara dikuasai, penguatan
ketahanan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, serta implementasi
kebijakan pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan target Indonesian
Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.
Valuasi dilaksanakan oleh Penilai Pemerintah DJKN
dengan mengacu pada kerangka System of Environmental-Economic Accounting (SEEA)
dan standar penilaian pemerintah. Lingkup penilaian mencakup pengukuran manfaat
langsung, manfaat tidak langsung, nilai keberadaan, dan nilai warisan jasa
ekosistem. Objek kajian meliputi kawasan konservasi strategis, yaitu Taman
Nasional Way Kambas, Taman Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Lore Lindu,
serta kawasan konservasi perairan Pulau Panjang, Gili Air–Gili Meno–Gili Trawangan,
dan Belitung. Metodologi yang digunakan mencakup pendekatan berbasis pasar dan
non-pasar seperti directly observed values, replacement cost, avoided
damage cost, travel cost, dan benefit transfer sesuai
pedoman SEEA.
Hasil valuasi menunjukkan bahwa kawasan konservasi
menghasilkan arus manfaat ekonomi yang signifikan melalui penyediaan sumber
daya perikanan dan kehutanan, jasa penyerapan karbon, perlindungan pesisir,
pengaturan tata air, serta jasa budaya berupa pariwisata. Nilai-nilai tersebut diharapkan
menjadi basis penyusunan Neraca Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
sebagaimana diamanatkan PP Nomor 46 Tahun 2017, mendukung integrasi dengan
SISNERLING, serta menjadi rujukan perumusan kebijakan fiskal dan sektoral
berbasis bukti. Melalui publikasi kedua ini, DJKN memperkuat perannya
dalam menginternalisasi nilai kapital alam ke dalam tata kelola keuangan
negara, mendorong instrumen insentif–disinsentif lingkungan, dan menyediakan
referensi teknokratis bagi pengelola kawasan konservasi untuk menyeimbangkan
pemanfaatan ekonomi dengan keberlanjutan ekosistem.
Publikasi dapat diunduh pada tautan berikut: s.kemenkeu.go.id/PublikasiSDAEdisi2
Ditulis oleh : Adinda Nadhira
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |