Publikasi Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam Indonesia: Nilai Jasa Ekosistem pada Wilayah Konservasi Tahun 2022–2024
Pangky Yulianto
Rabu, 11 Februari 2026 |
38 kali
Publikasi Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam Indonesia: Nilai
Jasa Ekosistem pada Wilayah Konservasi Tahun 2022–2024 merupakan publikasi
pertama Direktorat Penilaian, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang
menyajikan hasil valuasi ekonomi atas kekayaan negara dikuasai berupa sumber
daya alam hayati. Publikasi ini disusun sebagai bagian dari dukungan DJKN
terhadap penyusunan Neraca Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (NSDALH),
implementasi Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup sesuai PP Nomor 46 Tahun 2017,
serta penguatan kebijakan fiskal yang berbasis nilai ekonomi jasa ekosistem.
Valuasi dilakukan oleh Penilai Pemerintah DJKN dengan
mengacu pada kerangka System of Environmental-Economic Accounting (SEEA) dan
standar penilaian pemerintah sebagaimana diatur dalam PMK Nomor
173/PMK.06/2020. Pendekatan yang digunakan meliputi metode berbasis pasar dan
non-pasar seperti resource rent method, travel cost method, benefit transfer,
replacement cost, serta contingent valuation untuk mengukur nilai jasa
penyediaan, pengaturan, pendukung, dan budaya. Objek kajian mencakup kawasan
konservasi kehutanan dan kelautan strategis, antara lain Taman Nasional Gunung
Halimun Salak, Taman Nasional Bali Barat, Tahura Ngurah Rai, serta kawasan
konservasi perairan Raja Ampat dan Waigeo Sebelah Barat, Kepulauan Pieh,
Kepulauan Anambas, Kepulauan Aru, dan TWP Gitanada.
Hasil valuasi menunjukkan bahwa jasa ekosistem kawasan
konservasi memberikan nilai ekonomi yang material melalui penyediaan biomassa
perikanan, fungsi perlindungan pesisir, penyerapan dan penyimpanan karbon,
pengaturan hidrologi, serta manfaat pariwisata dan keberadaan. Nilai tersebut
merepresentasikan natural capital yang selama ini belum sepenuhnya
terinternalisasi dalam pengambilan keputusan fiskal maupun sektoral. Publikasi
ini menjadi fondasi awal pengembangan basis data moneter NSDALH oleh DJKN,
mendukung integrasi dengan Sisnerling BPS dan Ocean Account KKP, serta
menyediakan referensi kuantitatif bagi perumusan kebijakan
insentif–disinsentif, pembiayaan konservasi, dan optimalisasi pengelolaan
kekayaan negara secara berkelanjutan.
Publikasi dapat diunduh pada tautan berikut:
s.kemenkeu.go.id/PublikasiSDAEdisi1
Ditulis oleh: Adinda Nadhira
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |