Rahasia Kanker: Kok Bisa Tumor ‘Tidur’ Lama Sebelum Nyerang?
Akhyar Gunawan
Kamis, 20 Februari 2025 |
978 kali
Hari Rabu, tanggal 19 Februari 2025, KPKNL Tegal
menyelenggarakan Sosialisasi Tumor dan Kanker dengan narasumber yang sangat kece
yaitu Bapak Faiz Pratama dan Ibu Ratih dari YBKN (Yayasan Binaan Kanker
Nusantara). Karena ini pengalaman pertama ikut sosialisasi ini, pastinya saya excited banget! Banyak info penting yang
dibahas, dan nggak ada salahnya saya share
sedikit materi tentang tumor dan kanker.
Kita pasti pernah kepikiran, kenapa ada orang yang
tiba-tiba kena tumor atau kanker padahal sebelumnya keliatan sehat-sehat aja? Kita
juga pastinya familier dengan istilah kanker prostat, kanker payudara, kanker
serviks, kanker ovarium, kanker badan
rahim, kanker darah, kanker otak dan lainya. Dan... pertanyaan ini baru
terjawab setelah mengikuti sosialisasi tersebut.
Nah, sebelum kita panik duluan, yuk kita bahas apa itu
tumor, gimana sih cara tumor bisa ‘tidur’ sekian lama, dan apa yang bisa kita
lakuin buat ngurangi risikonya.
Tumor itu ibarat kumpulan sel yang bandel, seharusnya
mati, tapi malah terus tumbuh nggak terkontrol. Dalam bahasa ilmiahnya, tumor
terjadi karena adanya sel abnormal. Tumor bisa dikategorikan
sebagai tumor jinak (nggak nyebar) atau tumor ganas yang
berpotensi menjadi kanker (bisa menyebar ke organ lain).
Ternyata,
tumor itu bisa kayak ninja yang diam-diam
nyusun strategi sebelum akhirnya menyerang tubuh kita. Fenomena ini
disebut tumor dorman
alias tumor yang ‘tidur’ bertahun-tahun sebelum aktif. Ibaratnya tumor dorman memiliki
prinsip “Kadang, musuh terbesar bukan yang menyerang dengan
keras, tapi yang diam menunggu waktu yang tepat.”
Tumor
yang nyerang menjadi ganas, berevolusi menjadi kanker. Hal ini terjadi saat sel-sel
dalam tubuh tumbuh secara tidak normal dan di luar kendali. Sel-sel ini bisa
menyerang jaringan sehat di tubuh kita dan bahkan menyebar ke bagian tubuh lain.
Faktor
pemicu kanker pada dasarnya terbagi menjadi empat, yaitu faktor genetik, faktor
kimia, faktor fisika dan faktor kesalahan manusia.
a.
Faktor genetika, Faktor genetika itu bisa
dibilang kayak "warisan kode" dari orang tua yang nentuin seberapa
besar risiko seseorang kena tumor. Dengan kata lain, kalau di keluarga ada
riwayat kanker, peluangnya terdapat sel abnormal lebih gede dibanding orang
lain. Tapi tenang, gen bukan vonis mati, gaya
hidup sehat tetap bisa jadi "tameng" buat ngejaga sel tubuh tetap
aman dari pemberontakan sel abnormal.
b.
Faktor kimia, faktor ini ibarat racun halus yang masuk ke tubuh tanpa disadari dan
bisa bikin sel jadi rusak. Faktor kimia bisa berasal dari polusi udara,
konsumsi karsinogen, formalin, boraks, buah-buahan
yang matang secara tidak alami. Zat ini bisa nyebabin mutasi DNA yang bikin sel tumbuh liar tanpa kontrol.
c.
Faktor fisika, bisa dibilang kayak serangan
tidak terduga yang perlahan membuat sel tubuh rusak dan berpotensi menjadi
tumor. Faktor fisika ini bisa dikarenakan radiasi benda canggih, seperti penggunaan
HP yang berlebihan, penggunaan HP sambil dicas, radiasi oven mikrogelombang.
d.
Faktor kesalahan manusia (human error), faktor
ini ibarat blunder yang nggak disadari, tapi efeknya bisa fatal. Contohnya
cara memasak nasi menggunakan penanak nasi elektronik (Rice cooker, magic jar,
magic com), yang perlu diperhatikan, jangan sampai nasi berubah warna yaaa. Perubahan
warna nasi itu diakibatkan karena jamur makanan (Aspargilus Flavus). Dan lebih
blundernya lagi nasi yang menguning itu dimasak menjadi nasi goreng, jadi rata
dah jamurnya.
Kabar
baiknya, ada banyak cara buat ngejaga tubuh supaya tetap kuat dan nggak kasih
kesempatan buat tumor bangun dari ‘tidurnya’:
a.
Pola Makan sehat, perbanyak sayur, buah, dan makanan tinggi
antioksidan.
b.
Gaya hidup bersih dan sehat, rutin mengganti
celana dalam bagi wanita, dan memotong rambut kemaluan.
c.
Batasi makanan berlemak
tinggi
d.
Hindari karsinogen
e.
Olahraga rutin, nggak perlu ekstrim, yang
penting konsisten.
f.
Kelola stres, jangan biarin stres berlarut-larut, cari
cara buat relax.
g.
Cek kesehatan rutin, deteksi dini bisa bikin peluang
sembuh lebih besar bisa melalui PAP Smear (Papanicolau smear/Pap Tes),
IVA Test (Inspeksi Visual Asetat Tes), Tes HPV PMA.
Pencegahan dini terhadap tumor dan kanker memerlukan
pengetahuan, kesadaran, dan aksi nyata diri kita sendiri. Jangan
sampai kita baru sadar arti pentingnya kesehatan setelah terlambat. Yuk, mulai hidup sehat dari sekarang, untuk diri sendiri
dan orang-orang tersayang!
Sumber:
1.
Sosialisasi
Tumor dan Kanker, YBKN, tanggal 19 Februari 2025, di KPKNL Tegal;
2.
Tempo.
(2025, 19 Februari). Tak Ada yang Sepenuhnya Sembuh dari Kanker Karena Sifat
Dorman. Diakses pada 20 Februari 2025.
3.
Alodokter.
(2025). Penyakit Kanker. Diakses pada 20 Februari 2025,
4.
Halodoc.
(2025, 19 Februari). Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker.
Diakses pada 20 Februari 2025.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |