Tes Daya Tahan Kardiovaskuler Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Bleep Test
Abdul Khalim
Kamis, 24 Oktober 2024 |
9557 kali
Setiap rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintahan Daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan beberapa tahapan seleksi tes penerimaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Seleksi Administrasi.
2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test Badan Kepegawaian
Negara (CATBKN).
3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang meliputi:
a. SKB dengan CATBKN;
b. Psikotes;
c. Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK); serta
d. Wawancara.
4. Seleksi Kompetensi diselenggarakan sesuai lokasi tes pilihan pelamar pada saat
melakukan pendaftaran.
Hasil dari tes kesehatan menjadi salah satu pertimbangan Instansi dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negeri (CASN), “Jangan sampai skill seseorang yang bagus, ternyata tidak didukung oleh faktor kesehatan yang prima.”
Salah satu tes pemeriksaan kebugaran yang dilakukan adalah sesi tes beep. Dalam test ini para calon Aparatur Sipil Negeri (CASN) diharuskan berlari bolak-balik secara terus menerus di antara dua garis yang berjarak 20 meter mengikuti arahan suara beep yang sudah direkam sebelumnya.
Tujuan utama dari meta-analisis ini adalah untuk menguji validitas terkait kriteria dari tes lari bolak-balik 20 m untuk memperkirakan kebugaran kardiorespirasi. Studi yang relevan dicari dari dua belas basis data elektronik hingga Desember 2014, serta dari beberapa mode pencarian alternatif. Pendekatan meta-analisis psikometrik Hunter-Schmidt dilakukan untuk memperkirakan validitas terkait kriteria populasi dari tes lari bolak-balik 20 m. Dari 57 studi yang disertakan dalam meta-analisis ini, total 78 nilai korelasi dianalisis. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa skor kinerja tes lari bolak-balik 20 m memiliki validitas terkait kriteria sedang hingga tinggi untuk memperkirakan penyerapan oksigen maksimum ( r p = 0,66-0,84), menjadi lebih tinggi ketika variabel lain (misalnya jenis kelamin, usia atau massa tubuh) digunakan ( r p = 0,78-0,95). Meta-analisis saat ini juga menunjukkan bahwa validitas terkait kriteria dari protokol Léger secara statistik lebih tinggi untuk orang dewasa ( r p = 0,94, 0,87-1,00) daripada untuk anak-anak ( r p = 0,78, 0,72-0,85). Namun, jenis kelamin dan tingkat penyerapan oksigen maksimum tampaknya tidak memengaruhi nilai validitas terkait kriteria. Ketika penyerapan oksigen maksimum seseorang yang dicapai selama tes berbasis laboratorium tidak memungkinkan, tes lari bolak-balik 20 m tampaknya menjadi alternatif yang berguna untuk memperkirakan kebugaran kardiorespirasi. Pada orang dewasa, skor kinerja tampaknya hanya menjadi penaksir yang kuat dari kebugaran kardiorespirasi, sebaliknya di antara anak-anak, skor kinerja harus dikombinasikan dengan variabel lain. Namun demikian, seperti dalam penerapan tes lapangan kebugaran fisik apa pun, evaluator harus menyadari bahwa skor kinerja tes lari bolak-balik 20 m hanyalah perkiraan dan bukan ukuran langsung dari kebugaran kardiorespirasi.
Pengertian Bleep Test
Bleep test adalah salah satu instrumen untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang berupa kegiatan lari bolak-balik sejauh 20 meter dengan mengikuti irama/nada/musik. Tujuan dari bleep test atau disebut juga Multistage Fitness Test (MFT) adalah untuk mengukur kemampuan pengambilan oksigen maksimal (VO2max). Biasanya tes ini banyak dipakai untuk olahraga seperti bola basket, sepak bola, bola voli, dan lainnya.
Bleep test juga dapat dilakukan baik personal maupun berkelompok dengan syarat penguji dapat mencatat secara tepat dan cermat setiap tahapan tes masing-masing peserta dan dapat menghentikannya dengan tepat sesuai tanda bleep test. Berikut dijelaskan tentang perlengkapan tes, persiapan pelaksanaan tes, persiapan peserta sebelum dan sesudah tes dan pelaksanaan.
Peralatan Bleep Test
Sebelum dilaksanakan Bleep Test, ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan diantaranya, antara lain:
1. Rekaman instruksi bleep test bekerja dengan benar.
2. Speaker atau pengeras suara yang cukup agar bleep test bisa didengar dengan baik.
3. Lintasan tes dapat berupa lapangan olahraga atau tanah datar yang tidak licin sepanjang 20 meter.
4. Meteran untuk mengukur panjang lintasan.
5. Cones atau patok penanda 20 meter untuk titik awal dan akhir.
6. Lembaran isian untuk mengisi level dan balikan berapa yang mampu dilakukan.
7. Dianjurkan tidak makan dua jam sebelum mengikuti tes.
8. Mengenakan pakaian olahraga dan sepatu olahraga yang tidak licin.
9. Melakukan peregangan secara umum.
10. Setelah melakukan tes lakukan pendinginan dengan melakukan peregangan.
Prosedur Pelaksanaan Bleep Test
A. Persiapan:
1. Penguji
1. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
2. Membuat tanda lintasan/jalur sejauh 20 meter atau meletakkan kerucut penanda (cone) pada titik/garis awal dan akhir lintasan.
3. Menyiapkan pemutar audio atau CD rekaman. dan
4. Membariskan peserta didik membentuk barisan bersaf sesuai jumlah lintasan yang dibuat (lebar lintasan disesuaikan).
2. Peserta
1. Melakukan pemanasan secukupnya, dan
2. Berdiri dibelakang titik/garis awal menghadap arah gerakan berlari.
B. Pelaksanaan Tes
1. Tes meliputi berlari terus menerus dalam jarak 20 meter selama terdengar suara "beep".
2. Peserta harus sampai ke ujung yang berlawanan bertepatan dengan suara "beep".
3. Setiap kali suara "beep" berbunyi, peserta tes harus sudah sampai di salah satu ujung lintasan lari.
4. Peserta tes dilarang mendahului berlari meninggalkan garis batas sebelum suara "beep" berbunyi.
5. Jika ada peserta yang gagal mencapai tanda 20 meter sebelum suara "beep", ia akan diberikan peringatan dan harus tetap berlari hingga mencapai tanda sekaligus memacu kecepatannya supaya tidak telat pada "beep selanjutnya.
6. Jika peserta mengalami dua kali kegagalan secara berturut-turut, maka ia dianggap tereliminasi dari beep test dan tanda yang ia capai terakhir kali menjadi skor dari tes ini.
Beberapa Hal yang perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Test
1. Peserta harus dalam kondisi sehat.
2. Penyelenggara ujian perlu menggugah motivasi dan perhatian peserta tes, agar mereka melakukan tes dengan sungguh-sungguh.
Pencatatan skor bleep test:
1. Rumus yang digunakan untuk mengkonversikan nilai Bleep test kedalam nilai Prediksi VO2 Max, bila dibandingkan dengan nilai-nilai tabel multistage fitness LA Leger (1982).
2. hasil akan terjadi kesalahan hingga 0,3 ml / kg / menit VO2 Max = 15+(0,3689295 x TB) +(-0,000349 x TB x TB) TB = Total Kumulatif Balikan Level + Balikan.
Pada bulan Oktober ini, seluruh pegawai KPKNL Tegal telah melaksanakan tes kebugaran melalui Bleep Test dengan mendapatkan hasil pencatatan skor yang bervariatif.
Untuk melengkapai tulisan ini, salah satu pesan penulis yang dikutip dari John F Kennedy adalah
"Physical fitness is not only one of the most important keys to a healthy body, it is the basis of dynamic and creative intellectual activity." - John F. Kennedy"
(Nurul Fatmawati, Pelaksana pada Seksi PN KPKNL Tegal)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel