Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Tegal
Tips Sukses Mengikuti Lelang Online

Tips Sukses Mengikuti Lelang Online

Sri Supangati
Kamis, 19 Mei 2022 |   12664 kali

Digitalisasi menjadi prioritas bagi semua sektor di era saat ini, termasuk sektor pemerintahan. Kementerian Keuangan merupakan salah satu kementerian yang beberapa dekade terakhir terus menerus mengupayakan digitalisasi dalam pelaksanaan pelayanannya. Seiring dengan perkembangan teknologi, proses lelang dapat dilakukan secara online melalui platform digital baik itu website ataupun aplikasi. Hal ini tentu memberi kemudahan bagi para peserta lelang karena mereka dapat melakukan bidding/penawaran dari manapun.

Selain itu, mengikuti lelang online juga dipilih oleh banyak orang untuk bisa mendapatkan barang yang mereka impikan dengan harga yang terjangkau. Meskipun memberikan kemudahan dan keuntungan, namun perlu diketahui bahwa saat mengikuti lelang online terdapat berbagai hal yang perlu dipersiapkan. Dengan demikian, proses lelang bisa berjalan lancar dan terhindar dari kerugian.

Lelang online dapat dikatakan sebagai proses berbelanja dengan sistem yang unik. Peserta akan bersaing dengan peserta lelang lain yang sama-sama tertarik untuk membeli barang yang sedang dilelang. Dalam lelang online dengan sistem penawaran terbuka (open bidding), harga penawaran dapat naik dengan cepat saat pelelangan berakhir. Hal ini menjadi tantangan bagi para peserta lelang untuk bisa melakukan bidding di waktu yang tepat sebelum lelang ditutup.

Harga penawaran mungkin tidak akan selalu sesuai dengan harga sebenarnya di pasaran. Terkadang barang berharga bisa dijual dengan harga rendah namun juga bisa terjual dengan harga yang tinggi.

Agar proses lelang dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan harapan, tips berikut ini bisa dipraktekkan pada saat mengikuti lelang online.

1.    Cari lembaga resmi dan terpercaya.

Tips pertama yang penting untuk dilakukan adalah memilih lembaga resmi. Untuk memastikannya, kunjungi website resmi lembaga tersebut, mencari tahu testimoni peserta lelang sebelumnya, cek prosedur yang perlu dilakukan saat lelang, dan lain-lain. Selain itu, tidak boleh mudah percaya dengan berbagai akun media sosial yang mengatasnamakan suatu lembaga. Sebaiknya cari tahu akun media sosial yang valid dari situs website resminya.

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, saat ini marak modus penipuan berkedok lelang. Oleh karena itu, perlu tetap cermat dan memilih lembaga yang resmi dan terpercaya yaitu www.lelang.go.id, agar bisa lebih tenang saat mengikuti lelang online.

2.    Jangan mengirimkan uang pada pihak lain

Saat mengikuti proses lelang online, ada beberapa orang yang tergoda untuk menggunakan jasa atau layanan pihak ketiga. Biasanya pihak tersebut meminta sejumlah uang dari peserta dan menjanjikan bahwa mereka bisa memenangkan lelang mobil dengan harga yang sangat murah. Jadi, jika memperoleh iming-iming serupa sebaiknya ditolak tawaran tersebut dan ikuti lelang online sesuai dengan tata cara yang sudah ditentukan.

3.    Ikuti tata cara lelang online

Untuk mengetahuinya tata cara lelang online bisa mengunjungi situs website atau menghubungi pihak pemilik website. Di DJKN, lelang online bisa diikuti setelah peserta mempunyai akun lelang yang bisa didapatkan dengan proses pendaftaran melalui www.lelang.go.id. Setelah pendaftaran akun berhasil peserta bisa mulai mengikuti lelang barang-barang yang ditawarkan  di website tersebut, menyetorkan uang jaminan lelang dan melakukan penawaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4.    Cek koneksi internet

Mengingat proses lelang ini dilakukan secara online, maka koneksi internet memiliki pengaruh yang besar untuk kesuksesan penawaran. Perlu diingat bahwa proses lelang ini biasanya diikuti oleh banyak peserta. Jika koneksi terputus atau berjalan dengan lambat, maka peserta lain bisa memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan lelang. Jadi, agar koneksi internet tidak menghambat jalannya penewaran ada beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan. Contohnya seperti lakukan speed test pada koneksi wifi. Jika koneksi berjalan lambat, maka bisa segera menghubungi provider internet agar mereka dapat memperbaikinya. Selain itu, bisa mempersiapkan koneksi cadangan dari ponsel. Dengan demikian, penawaran tetap bisa dilakukan saat proses lelang berjalan.

 5.   Survei harga di pasaran

Para pemula di dunia lelang mungkin akan sedikit mengalami kebingungan saat pertama kali memasang harga penawaran. Oleh karena itu, ada baiknya melakukan survey untuk mencari tahu harga pasaran dari barang yang akan dilelang. Dengan demikian, akan memiliki gambaran sejauh apa harga penawaran yang dapat dipasang.

6.    Jangan melakukan penawaran secara emosional

Beberapa orang mungkin akan menawar dengan harga yang tinggi pada barang yang mereka inginkan. Selain itu, saat persaingan penawasan terasa semakin panas, beberapa orang secara emosional melakukan penawaran tinggi hanya karena merasa ingin memenangkan lelang dari peserta lain. Akibatnya, mereka akan mengeluarkan biaya  yang tidak realistis. Jadi, perlu diingat bahwa saat melakukan bidding sebaiknya tetap berpikir secara objektif. Dengan demikian, bisa memberikan tawaran maksimum sesuai dengan kemampuan.

7.    Lakukan penawaran di detik-detik terakhir lelang

Salah satu tips lelang online yang perlu dipertimbangkan adalah menunggu waktu penawaran (bidding) sampai detik-detik terakhir. Jika melakukan penawaran pada awal lelang, maka pesaing dapat mempelajari aktivitas bidding peserta lain, sehingga mereka bisa memberikan penawaran yang lebih baik. Jadi, lakukan penawaran pada waktu-waktu terakhir atau bahkan detik-detik terakhir. Tambahkan jumlah lebih pada tawaran teratas untuk barang tersebut. Dengan cara ini, peluang lebih besar untuk memenangkan barang-barang yang dilelang sesuai yang diinginkan(Sri Supangati/dari berbagai sumber)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon