Tips Sukses Mengikuti Lelang Online
Sri Supangati
Kamis, 19 Mei 2022 |
12664 kali
Digitalisasi menjadi prioritas bagi semua sektor di era saat ini, termasuk
sektor pemerintahan. Kementerian Keuangan merupakan salah satu kementerian yang
beberapa dekade terakhir terus menerus mengupayakan digitalisasi dalam pelaksanaan pelayanannya. Seiring dengan perkembangan
teknologi, proses lelang dapat dilakukan secara online melalui platform digital
baik itu website ataupun aplikasi. Hal ini tentu memberi kemudahan bagi para
peserta lelang karena mereka dapat melakukan bidding/penawaran dari manapun.
Selain itu, mengikuti lelang online juga dipilih oleh banyak orang untuk
bisa mendapatkan barang yang mereka impikan dengan harga yang terjangkau. Meskipun memberikan kemudahan dan keuntungan, namun perlu diketahui bahwa
saat mengikuti lelang online terdapat berbagai hal yang perlu dipersiapkan.
Dengan demikian, proses lelang bisa berjalan lancar dan terhindar dari
kerugian.
Lelang online dapat dikatakan sebagai proses berbelanja dengan sistem yang
unik. Peserta akan bersaing dengan peserta lelang lain yang sama-sama tertarik
untuk membeli barang yang sedang dilelang. Dalam
lelang online dengan sistem penawaran terbuka (open bidding), harga penawaran dapat naik dengan cepat saat pelelangan berakhir. Hal ini
menjadi tantangan bagi para peserta lelang untuk bisa melakukan bidding di
waktu yang tepat sebelum lelang ditutup.
Harga penawaran mungkin tidak akan selalu sesuai dengan harga sebenarnya di
pasaran. Terkadang barang berharga bisa dijual dengan harga rendah namun juga
bisa terjual dengan harga yang tinggi.
Agar proses lelang dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan
harapan, tips berikut ini bisa dipraktekkan
pada saat mengikuti lelang online.
1. Cari lembaga resmi dan terpercaya.
Tips pertama yang penting untuk dilakukan adalah memilih lembaga resmi. Untuk
memastikannya, kunjungi website resmi lembaga tersebut, mencari tahu testimoni
peserta lelang sebelumnya, cek prosedur yang perlu dilakukan saat lelang, dan
lain-lain. Selain itu, tidak boleh mudah
percaya dengan berbagai akun media sosial yang mengatasnamakan suatu lembaga.
Sebaiknya cari tahu akun media sosial yang valid dari situs website resminya.
Seperti yang sudah diketahui banyak orang, saat ini marak modus penipuan
berkedok lelang. Oleh karena itu, perlu tetap cermat dan memilih lembaga yang resmi
dan terpercaya yaitu www.lelang.go.id, agar bisa lebih tenang saat mengikuti lelang online.
2. Jangan mengirimkan uang pada pihak lain
Saat mengikuti proses lelang online, ada beberapa orang yang tergoda untuk
menggunakan jasa atau layanan pihak ketiga. Biasanya pihak tersebut meminta
sejumlah uang dari peserta dan menjanjikan bahwa mereka bisa memenangkan lelang
mobil dengan harga yang sangat murah. Jadi, jika
memperoleh iming-iming serupa sebaiknya ditolak tawaran tersebut dan ikuti
lelang online sesuai dengan tata cara yang sudah ditentukan.
3. Ikuti tata cara lelang online
Untuk mengetahuinya tata cara
lelang online bisa mengunjungi situs website atau menghubungi pihak pemilik website. Di
DJKN, lelang online bisa diikuti
setelah peserta mempunyai akun lelang yang bisa didapatkan dengan proses
pendaftaran melalui www.lelang.go.id. Setelah pendaftaran akun berhasil peserta bisa mulai
mengikuti lelang barang-barang yang ditawarkan di website tersebut, menyetorkan uang jaminan
lelang dan melakukan penawaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Cek koneksi internet
Mengingat proses lelang ini dilakukan secara online, maka koneksi internet
memiliki pengaruh yang besar untuk kesuksesan penawaran. Perlu diingat bahwa
proses lelang ini biasanya diikuti oleh banyak peserta. Jika koneksi terputus
atau berjalan dengan lambat, maka peserta lain bisa memiliki peluang lebih
besar untuk memenangkan lelang. Jadi, agar koneksi internet tidak
menghambat jalannya penewaran ada beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan.
Contohnya seperti lakukan speed test pada koneksi wifi. Jika koneksi berjalan
lambat, maka bisa segera menghubungi provider internet agar mereka dapat
memperbaikinya. Selain itu, bisa mempersiapkan
koneksi cadangan dari ponsel. Dengan demikian, penawaran tetap bisa dilakukan
saat proses lelang berjalan.
5. Survei harga di pasaran
Para pemula di dunia lelang mungkin akan sedikit mengalami kebingungan saat
pertama kali memasang harga penawaran. Oleh karena itu, ada baiknya melakukan
survey untuk mencari tahu harga pasaran dari barang yang akan dilelang. Dengan
demikian, akan memiliki gambaran sejauh apa harga penawaran yang dapat dipasang.
6. Jangan melakukan penawaran secara emosional
Beberapa orang mungkin akan menawar dengan harga yang tinggi pada barang
yang mereka inginkan. Selain itu, saat persaingan penawasan terasa semakin
panas, beberapa orang secara emosional melakukan penawaran tinggi hanya karena
merasa ingin memenangkan lelang dari peserta lain. Akibatnya, mereka akan mengeluarkan
biaya yang tidak realistis. Jadi, perlu diingat bahwa saat melakukan
bidding sebaiknya tetap berpikir secara objektif. Dengan demikian, bisa
memberikan tawaran maksimum sesuai dengan kemampuan.
7. Lakukan penawaran di
detik-detik terakhir lelang
Salah satu tips lelang online yang perlu dipertimbangkan adalah menunggu waktu penawaran (bidding) sampai detik-detik terakhir. Jika melakukan penawaran pada awal lelang, maka pesaing dapat mempelajari aktivitas bidding peserta lain, sehingga mereka bisa memberikan penawaran yang lebih baik. Jadi, lakukan penawaran pada waktu-waktu terakhir atau bahkan detik-detik terakhir. Tambahkan jumlah lebih pada tawaran teratas untuk barang tersebut. Dengan cara ini, peluang lebih besar untuk memenangkan barang-barang yang dilelang sesuai yang diinginkan. (Sri Supangati/dari berbagai sumber)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |