Ki Gede Sebayu
Ratna Astuti
Selasa, 03 November 2020 |
9124 kali
Motto KPKNL Tegal adalah Laka Laka Sebayu Semangatku. Ada pun Laka Laka Sebayu merupakan akronim dari Layanan Kami Lancar Kabeh, Sinergi, Efektif, Berbudaya, Amanah, Yuridis dan Unggul. Namun demikian selain akronim di atas, siapa sejatinya Sebayu, yang memiliki nama Ki Gede Sebayu? mari kita simak berikut ini.
Ki Gede Sebayu merupakan putra ke-22 dari 90 bersaudara, putra dari Pangeran Onje Adipati Purbalingga. Semenjak kecil beliau diasuh oleh Pangeran Wunut hinga tumbauh kembang menjadi pribadi yang kuat, tekun dan ramah.
Dalam perjalanan panjang hidupnya Ki Gede Sebayu sempat menjadi prajurit tamtama Kerajaan Pajang, namun kemudian beliau meninggalkan Kerajaan Panjang menuju Desa Sedayu dan dikaruniai 2 orang anak yaitu Raden Ayu Rara Giyanti Subhaleksana yang menjadi istri Ki Jadug (Pangeran Purbaya) dan Raden Mas Hanggawana.
Setelah menempuh pertempuran di Kerajaan Pajang, Pangeran Sebayu dan pengikutnya berjalan menuju Desa Taji yang disambut oleh Ke Demang Karang Lo dilanjut ziarah ke makam ayahnya di Purbalingga.
Hingga kemudian Ki Ageng Sebayu memutuskan untuk menyusuri Pantai Utara Ke arah barat yang mempunyai maksud mbabat alas membangun masyarakat tlatah Tegal. Hal ini disambut baik oleh Ki Gede Wonokusumo.
Ki Gede Sebayu pun menyusun strategi untuk menyusun pembangunan, hingga membuat kemajuan masyarakat Tegal, hinggaa meningkat pertumbuhan ekonomi.
Ada pun keberhasilan yang telah dibangun dalam semua aspek:
1. Menempatkan pengikutnya sesuai denga keahliannya, ada yang ahli kerajinan dan pertukangan, pandai besi, ahli keemasan dan tenun , serta ahli pertanian
2. Membudidayakan persawahan irigasi dengan membuat bendungan Kaligung dengan nama Bendungan Wangan Jimat, membuat Kali Jembatan, Kali Biruk dan Kali Wadas yang terletak di Dukuh Kemangen dengan sebutan Grujugan Kali Mas
3.Membangun Mesjid dan Pesantren di Dukuh Pesanten untuk memenuhi kebutuhan rohani warga
4.Memberi penamaan sesuai dengan kondisi daerah seperti Danawarih yang berarti memberi air dan Slawi berarti tempat berkumpulnya para satria yang berjumlah selawe atau dua puluh lima. Yang kemudian Slawi menjadi pusat kekuasaan di Kabupaten Tegal.
Atas keberhasilan Ki Gede Sebayu, maka pada tahun 1601 Masehi ataun1523 Caka, Ingkang Sinuwun Kanjeng Senopati Mataram mengangkat Ki Gede Sebayu menjadi Juru Demung (Penguasa Lokal di Tlatah Tegal) dengan pangkat Tunenggung setingkat Bupati. Ki Gede Sebayu menjadi cikal bakal pemimpin di Tlatah Tegal dengan kepemimpinan yang kharismatik, tulus ikhlas membangun Tlatah Tegal yang menjiwai semangat masyarakat Tegal.
Demikian sekelumit tentang Ki Gede Sebayu, karena semangat Ki Gede Sebayu, maka motto KPKNL Tegal pun Laka Laka Sebayu Semangatku.
Sumber: dari berbagai artikel
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |