ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI SEWA PROPERTI BERUPA RUANG USAHA DI KOTA TASIKMALAYA
Alamsyah
Kamis, 06 Agustus 2026 |
41 kali
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI SEWA PROPERTI BERUPA RUANG USAHA DI KOTA TASIKMALAYA
1.
Muhammad Irfan Ardiansyah (Penilai Pemerintah Ahli
Muda) irfan@kemenkeu.go.id
2.
Sulati Puspito Arum (Penilai Pemerintah Ahli Pertama)
arumsulati@kemenkeu.go.id
Abstract
This study aims to analyze the
factors influencing commercial rental values of business spaces in Tasikmalaya
City. Using a quantitative approach and multiple linear regression analysis,
the research examines the impact of building area, distance to the Central
Business District (CBD), road width, building condition, and surrounding land
use on rental prices. The results indicate that building area and condition
significantly affect rental values, while other variables show no significant
influence. The model explains 23% of the variation in rental prices, as
indicated by an adjusted R² of 0.229541. These findings reflect the local
economic characteristics dominated by micro, small, and medium enterprises
(MSMEs), which tend to prioritize proximity to consumers. This study
contributes to property valuation practices and offers insights for business
owners in selecting strategic locations and determining rental values more
accurately and data-driven.
Keywords: rental value, business space, commercial
property, Tasikmalaya, regression analysis Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai sewa ruang usaha di Kota
Tasikmalaya. Dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linier
berganda, penelitian ini menguji pengaruh variabel luas bangunan, jarak ke CBD,
lebar jalan, kondisi bangunan, dan peruntukan sekitar terhadap nilai sewa
properti komersial. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas bangunan dan kondisi
bangunan berpengaruh signifikan terhadap nilai sewa, sedangkan variabel lainnya
tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Koefisien determinasi sebesar
0,229541 mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan 23% variasi nilai sewa.
Temuan ini mencerminkan karakteristik ekonomi lokal yang didominasi oleh pelaku
UMKM, yang cenderung memilih lokasi usaha berdasarkan kedekatan dengan
konsumen.. Kajian ini memberikan kontribusi bagi penilai properti dan pelaku
usaha dalam memahami strategi penentuan lokasi usaha dan pembentukan nilai sewa
yang lebih tepat.
Kata kunci: nilai sewa, ruang usaha, properti
komersial, Kota Tasikmalaya, regresi linier
1. Latar
Belakang
Kota Tasikmalaya merupakan salah
satu kota penting di wilayah Priangan Timur, Provinsi Jawa Barat, yang dikenal
sebagai pusat perdagangan, jasa, dan industri kreatif. Dengan jumlah penduduk
mencapai 761.080 jiwa pada pertengahan tahun 2024 dan kepadatan penduduk
sekitar 4.400 jiwa/km², kota ini
menunjukkan dinamika ekonomi yang cukup tinggi. Struktur ekonomi Kota
Tasikmalaya didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa, yang masing-masing
menyumbang sekitar 32,43?n 26,52% terhadap Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB). Pertumbuhan ekonomi yang stabil, dengan laju pertumbuhan mencapai 5,96%
pada tahun 2023, mendorong peningkatan aktivitas usaha dan kebutuhan akan ruang
usaha yang representatif. Ruang usaha seperti ruko, kios, dan bangunan
komersial lainnya menjadi komponen vital dalam mendukung kegiatan ekonomi
masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kota
Tasikmalaya memiliki lebih dari 30.000 unit UMKM aktif yang tersebar di
berbagai sektor, termasuk kuliner, kerajinan, dan perdagangan. Namun, nilai
sewa ruang usaha di Kota Tasikmalaya menunjukkan variasi yang cukup signifikan,
tergantung pada berbagai faktor seperti lokasi, ukuran bangunan, aksesibilitas,
fasilitas, dan kondisi fisik properti. Misalnya, ruko di pusat kota seperti
Jalan HZ Mustofa dapat disewakan dengan harga mencapai Rp250 juta per tahun,
sementara ruko di kawasan pinggiran seperti Cipedes bisa disewa dengan harga sekitar
Rp12 juta per tahun. Perbedaan ini menunjukkan adanya pengaruh faktor-faktor
tertentu terhadap penentuan nilai sewa.
Dalam konteks penilaian properti,
pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi nilai sewa sangat penting,
baik bagi pemilik properti, penyewa, maupun pemerintah daerah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor tersebut secara
sistematis, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan
yang lebih rasional dan berbasis data.
2. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah:
a. Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi nilai sewa properti berupa ruang usaha di
Kota Tasikmalaya?
b. Apakah
faktor Luas Bangunan, Jarak ke CBD, Lebar Jalan, Peruntukan Sekitar, dan
Kondisi bangunan berpengaruh terhadap harga sewa properti berupa ruang usaha di
Kota Tasikmalaya?
3. Tujuan
dan Manfaat Penelitian
a.
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1) Untuk
menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai sewa ruang usaha di
Kota Tasikmalaya.
2) Menganalisis
pengaruh faktor Luas Bangunan, Jarak ke CBD, Lebar Jalan, Peruntukan Sekitar,
dan Kondisi bangunan terhadap harga sewa properti berupa ruang usaha di Kota
Tasikmalaya.
b. Penelitian
ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
1) Penilai:
Kajian ini
diharapkan mampu memberikan informasi bagi Penilai untuk dapat menentukan
faktor-faktor yang mempengaruhi nilai sewa properti berupa Ruang Usaha. Model
yang terbentuk ini kiranya dapat dijadikan sebagai panduan bagi Penilai dalam
menetukan faktor penyesuaian untuk pembentukan nilai sewa properti khususnya
untuk ruang usaha.
2)
Masyarakat:
Memberikan
informasi yang berguna bagi pelaku usaha dan investor dalam memilih properti
untuk ruang usaha.
B.
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Konsep Nilai Sewa Properti Komersial
Nilai sewa
merupakan jumlah pembayaran yang disepakati antara pemilik properti dan penyewa
atas penggunaan suatu aset dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks properti
komersial, nilai sewa dipengaruhi oleh berbagai aspek yang mencerminkan manfaat
ekonomi dari penggunaan ruang tersebut. Menurut International Valuation
Standards (IVS), nilai sewa ditentukan oleh kondisi pasar, karakteristik fisik
properti, dan faktor eksternal seperti lokasi dan aksesibilitas.
Properti komersial seperti ruang usaha memiliki
karakteristik khusus, yaitu:
a. Digunakan
untuk kegiatan ekonomi (perdagangan, jasa, produksi).
b. Memiliki
potensi menghasilkan pendapatan.
c. Nilai
sewanya cenderung fluktuatif mengikuti dinamika pasar.
2.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Sewa
Berbagai
penelitian dan teori penilaian properti menunjukkan bahwa nilai sewa
dipengaruhi oleh faktorfaktor berikut:
a. Lokasi
Lokasi merupakan faktor utama dalam
menentukan nilai sewa. Properti yang berada di pusat kota, dekat dengan pusat
perbelanjaan, terminal, atau kawasan bisnis cenderung memiliki nilai sewa lebih
tinggi karena tingkat visibilitas dan aksesibilitas yang baik.
b. Luas
Bangunan
Ukuran ruang usaha mempengaruhi kapasitas operasional
dan kenyamanan penyewa.
c. Kondisi
Fisik dan Fasilitas Bangunan
Bangunan yang terawat, memiliki
fasilitas seperti parkir, AC, keamanan, dan akses internet akan lebih diminati
dan memiliki nilai sewa lebih tinggi.
d. Lingkungan
Sekitar
Keamanan, kebersihan, dan aktivitas ekonomi di
sekitar properti turut memengaruhi persepsi nilai. Lingkungan yang ramai dan
aman cenderung meningkatkan daya tarik ruang usaha.
e. Kebijakan
Pemerintah dan Tata Ruang
Regulasi zonasi, pajak, dan insentif
pemerintah dapat memengaruhi nilai properti dan daya tarik kawasan usaha.
3.
Penelitian Terdahulu
Beberapa studi sebelumnya yang
relevan antara lain:
a. Sutrisno
(2020) meneliti pengaruh lokasi dan fasilitas terhadap nilai sewa ruko di Kota
Bandung, dan menemukan bahwa lokasi memiliki pengaruh paling dominan.
b. Rahmawati
(2021) menganalisis nilai sewa kios di pasar tradisional dan menemukan bahwa
kondisi fisik dan aksesibilitas sangat memengaruhi harga sewa.
c. Yusuf
& Hidayat (2022) melakukan studi di Yogyakarta dan menunjukkan bahwa
lingkungan sekitar dan kebijakan pemerintah turut memengaruhi nilai sewa ruang
usaha.
Penelitian ini
akan melengkapi studi-studi tersebut dengan fokus pada Kota Tasikmalaya, yang
memiliki karakteristik ekonomi dan tata ruang yang unik.
1. Jenis
dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis
inferensial. Tujuan utama adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi nilai sewa ruang usaha di Kota Tasikmalaya.
Pendekatan kuantitatif digunakan karena data yang dikumpulkan berupa angka dan
akan dianalisis menggunakan metode statistik.
2. Lokasi
dan Waktu Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Waktu pelaksanaan penelitian
dilakukan selama bulan Juli hingga September 2025.
3. Populasi
dan Sampel
Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh ruang usaha (ruko, kios, dan bangunan komersial
lainnya) yang disewakan di Kota Tasikmalaya.
Sampel diambil menggunakan teknik
purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu,
seperti:
a. Ruang
usaha yang aktif disewakan dalam 1 tahun terakhir.
b. Memiliki
data sewa yang dapat diakses.
Jumlah sampel yang direncanakan
adalah minimal 30 unit ruang usaha untuk mendapatkan hasil yang representatif.
4. Variabel
Penelitian
Variabel Dependen (Y): Nilai sewa
ruang usaha (dalam rupiah per meter persegi tahun).
Variabel Independen (X):
a.
Luas bangunan (m²)
b.
Jarak ke CBD (m, CBD yang digunakan adalah Yogya
Depertement Store Jl KHZ. Musthofa, Kota Tasikmalaya)
c.
Lebar Jalan (m)
d.
Kondisi fisik bangunan (Baik, Tidak Baik)
e.
Peruntukkan sekitar (Komersial, Perkantoran,
Residensial)
5. Teknik
Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui:
a.
Observasi langsung terhadap ruang usaha yang disewakan.
b.
Wawancara dengan pemilik properti dan penyewa.
c.
Dokumentasi dari agen properti dan situs iklan sewa.
d.
Data sekunder dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan,
BPS Kota Tasikmalaya, dan sumber online.
6. Teknik
Analisis Data
Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan:
Statistik Deskriptif Untuk menggambarkan
karakteristik ruang usaha dan nilai sewanya.
Analisis Regresi Linier Berganda
Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap nilai
sewa. Model regresi yang digunakan adalah:
Y = a + b1X1+ b2X2+…..+ bnXn
Keterangan:
Y = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X1, X2,…Xn = Variabel independen 1, 2, hingga
ke n a = Koefisien intercept (nilai Y
apabila X1, X2…..Xn = 0) b = Koefisien
regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)
setelah dilakukan regresi linear
berganda, dapat dilakukan pengujian terkait pengaruh variabel dan uji
hipotesis.
1.
First Order Test (Uji Statistik)
Dengan
menggunakan alat analisis EViews 10 menghasilkan persamaan regresi berganda
(multiple regresi) hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Y = 635951,2 - 871,3363 X1 -75,28830
X2 - 17425,60 X3 + 237287,1 X4 + 71028,85 X5 - 96098,86 X6 Adapun interpretasi
data pada persamaan hasil regresi di
atas, disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
Y = nilai
properti per m2, dengan satuan rupiah
X1 = luas properti, dengan satuan m2
X2 = jarak properti ke CBD, dengan satuan
m
X3 = lebar jalan, dengan satuan m
X4 = kondisi bangunan
(variabel dummy, 1 jika kondisi bangunan baik, 0 jika kondisi bangunan tidak
baik)
X5 = Peruntukan sekitar
(variabel dummy, 1 jika peruntukkan sekitar Perkantoran, 0 jika peruntukkan
sekitar Komersial)
X6 = Peruntukan sekitar
(variabel dummy, 1 jika peruntukkan sekitar Residensial, 0 jika peruntukkan
sekitar Komersial)
a.
Apabila luas tanah bertambah 1 m², maka nilai sewa
properti per m² akan berkurang Rp871,3363
b.
Apabila jarak tanah dari CBD bertambah 1 meter, maka
nilai sewa properti per m² akan berkurang sebanyak Rp75,28830
c.
Apabila lebar jalan bertambah 1 meter, maka nilai sewa
properti per m² akan berkurang sebanyak
d.
Rp17.425,60
e.
Nilai nilai sewa properti per m² Properti dengan
Kondisi Bangunan Baik akan lebih tinggi Rp237.287,10 dibandingkan jika Properti
dengan Kondisi Bangunan Tidak Baik.
f.
Nilai nilai sewa properti per m² Properti dengan
Peruntukkan sekitar berupa Perkantoran akan lebih tinggi Rp71.028,85
dibandingkan jika Properti dengan Peruntukkan sekitar komersial.
g.
Nilai nilai sewa properti per m² Properti dengan
Peruntukkan sekitar berupa Residensial akan lebih rendah Rp96.098,86
dibandingkan jika Properti dengan Peruntukkan sekitar komersial
h.
Nilai konstanta bernilai positif menunjukkan apabila
variabel-variabel bebas tersebut bernilai nol (diabaikan) maka tanah tetap
memiliki nilai per m² sebesar
Rp639.591,20.
Dependent Variable: NILAI_M Method: Least Squares
Date: 09/30/25 Time: 14:43
Sample: 1 35
Included observations: 35
|
Variable
|
Coefficient
|
Std.
Error |
t-Statistic
|
Prob. |
|
C |
635951.2 |
253347.6 |
2.510192 |
0.0181 |
|
LUAS |
-871.3363
|
419.5675
|
-2.076749
|
0.0471 |
|
CBD |
-75.28830
|
51.44817 |
-1.463382
|
0.1545 |
|
JALAN |
-17425.60 |
30447.22
|
-0.572322 |
0.5717 |
|
KONDISI
|
237287.1 |
83350.27 |
2.846866
|
0.0082 |
|
PERKANTORAN
|
71028.85
|
105264.5 |
0.674765 |
0.5054 |
|
RESIDENSIAL
|
-96098.86
|
123926.8
|
-0.775448
|
0.4446
|
|
R-squared
|
0.365504
|
Mean depend |
ent var |
457854.0
|
|
Adjusted
R-squared |
0.229541
|
S.D. dependent var |
212474.5 |
|
|
S.E. of
regression |
186501.2 |
Akaike info criterion |
27.28712 |
|
|
Sum
squared resid |
9.74E+11 |
Schwarz criterion |
27.59819 |
|
|
Log
likelihood |
-470.5246
|
Hannan-Quinn criter. |
27.39450
|
|
|
F-statistic
|
2.688253 |
Durbin-Watson stat |
1.885481 |
|
|
Prob(F-statistic) 0.034527 |
||||
Berikut penjelasan uji statistik untuk persamaan (1)
terdiri dari:
a.
R ² (Koefisien Determinan)
Koefisien determinasi (R²)
dipergunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel
terikat. Besaran nilainya antara nol dan satu (0< R²<1). Nilai R² yang
mendekati 0 (nol) menunjukkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan
variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati angka 1 (satu)
menunjukkan variabel independen memuat hampir semua informasi yang dibutuhkan
untuk memprediksi variasi variabel dependen. Tampilan output Eviews menunjukkan
besarnya adjusted R² sebesar 0,229541, hal ini berarti 23 % variasi nilai sewa
Properti dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen, sedangkan
sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. NIli R² terbilang
kecil, namun menurut Gozali (2018) koefisen determinasi untuk data cross
section relatif rendah jika dibandingkan dengan data time series.
b.
Uji F
Probabilitas F-statistik
menunjukkan secara bersama-sama variabel bebas mempengaruhi secara signifikan
terhadap variabel dependen. Hal itu ditunjukkan oleh probabilitas < 0,05
atau dilihat dari F hitung 2,688253 > F tabel 2,5.
c. Uji T
Variabel luas, dan kondisi bangunan
berpengaruh signifikan terhadap variabel harga sewa ruang usaha dilihat dari
probabilitas kurang dari 0,05. Adapun variabel jarak ke CBD, Lebar Jalan, dan
Peruntukan sekitar tidak berpengaruh signifikan
terhadap variabel nilai sewa ruang usaha dilihat dari probabilitas lebih
dari 0,05.
Dari hasil uji statistik variabel
jarak ke CBD, Lebar Jalan, dan Peruntukan sekitar tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap nilai sewa. Berdasarkan hasil pengamatan Penulis sebaran
pelaku usaha di Kota Tasikmalaya cenderung pelaku usaha UMKM sehingga
masyarakat pelaku usaha tidak terlalu berfokus memilih lokasi usaha yang dekat
dengan CBD, selain itu juga untuk lebar jalan tidak memberikan pengaruh
signifikan, bahkan pelaku usaha cenderung menyukai tempat usaha dengan jalan
yang lebih kecil dikarenakan lebih padat dan lebih ramai pengunjung.
2.
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi
klasik terdiri dari uji normalitas, uji linearitas, uji multikolonieritas, uji
heterokedastisitas, dan uji autokorelasi, diketahui bahwa model :
a. Uji
Normalitas
Terdistribusi normal dengan
dibuktikan dengan nilai probability Jarque-Bera
1,369900 lebih besar dari 0,05, artinya Ho data dimaksud terdistribusi
normal.
b. Uji
Linearitas dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linear yang
signifikan antar variable pada model regresi. Dinyatakan lulus Uji Linearitas
dikarenakan nilai probabilitas > 0.05 c. uji multikolonieritas
Tidak terjadi
multikolonieritas atau tidak adanya korelasi antar variabel bebas, yang
dibuktikan dengan tidak terdapatnya variabel yang memiliki nilai Centered VIF
lebih dari 10. d. uji heterokedastisitas
Tidak terjadi heterokedastisitas
dengan dibuktikan nilai probabilitas 0.8306 lebih besar dari 0,05, maka Ho
diterima Kesimpulannya adalah dengan tingkat keyakinan 95%, dapat dikatakan
bahwa tidak terdapat heterokedastisitas dalam model regresi.
c. Uji autokorelasi
Tidak terjadi autokorelasi (tidak
ada hubungan antar residual satu observasi dengan residual observasi yang
lain), dibuktikan dengan p value-obs*-square 0, 278333 lebih besar dari 0,05,
maka Ho diterima. Kesimpulannya adalah dengan tingkat keyakinan 95%, dapat
dikatakan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model regresi
1.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian, terdapat beberapa hal yang menjadi kesimpulan di dalam
penelitian ini, di antaranya adalah:
a. Variabel
Luas Bangunan, Jarak ke CBD, Lebar Jalan, Peruntukan Sekitar, dan Kondisi
bangunan memiliki pengaruh terhadap nilai sewa ruang usaha di Kota Tasikmalaya
b. Adapun
Luas Bangunan, dan Kondisi Bangunan memiliki pengaruh yang signifikan dalam
penetapan nilai sewa ruang usaha di Kota Tasikmalaya.
c. Untuk
Kota Tasikmalaya lebar jalan tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap nilai
sewa ruang usaha, semakin lebar jalan didepan properti ruang usaha tidak
menjadikan harga sewa menjadi lebih besar. Hal ini dapat disebabkan oleh
karakter Kota Tasikmalaya yang kecil dan perekonomian di dominasi oleh pelaku
UMKM sehingga kecenderungannya memilih lokasi usaha yang mendekati konsumen.
2.
Saran
Adapun saran-saran yang dapat di berikan melalui penelitian
ini bahwa ditemukan bahwa 23 % varnilai sewa ruang usaha dapat dijelaskan oleh
variasi dari variabel independent yang diteliti, sedangkan sisanya dijelaskan
oleh sebab-sebab lain di luar model. Untuk itu perlu dilakukan penelitian
lanjutan guna dapat menemukan variabel lain yang memiliki pengaruh yang kuat
terhadap nilai sewa ruang usaha.
1.
Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya. (2024). Kota
Tasikmalaya dalam Angka 2024. BPS Kota Tasikmalaya.
https://tasikmalayakota.bps.go.id
2.
International Valuation Standards Council. (2022).
International Valuation Standards (IVS) 2022. IVSC. https://www.ivsc.org
3.
Rahmawati, D. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Nilai Sewa Kios di Pasar Tradisional Kota Semarang. Jurnal
Penilaian Properti dan Aset, 9(2), 45–56.
4.
Sutrisno, A. (2020). Pengaruh Lokasi dan Fasilitas
terhadap Nilai Sewa Ruko di Kota Bandung. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(1),
23–34.
5.
Yusuf, M., & Hidayat, R. (2022). Faktor-Faktor
Penentu Nilai Sewa Ruang Usaha di Kawasan Komersial Kota Yogyakarta. Jurnal
Manajemen Properti, 10(3), 78–89.
6.
Zandi, M., & Geltner, D. (2019). Commercial Real
Estate Analysis and Investments (3rd ed.). Cengage Learning.
7.
Direktorat Penilaian. (2023). Buletin Teknis Analisis
Permodelan Dalam Rangka Penyusunan Daftar Komponen Penilaian Sewa Barang Milik
Negara Berupa Kantin
Dependent Variable: NILAI_M
Method: Least Squares
Date: 09/30/25
Time: 14:43
Sample: 1 35
Included observations: 35
|
Variable |
Coefficient |
Std. Error |
t-Statistic |
Prob. |
|
C |
635951.2 |
253347.6 |
2.510192 |
0.0181 |
|
LUAS |
-871.3363 |
419.5675 |
-2.076749
|
0.0471 |
|
CBD |
-75.28830 |
51.44817 |
-1.463382
|
0.1545 |
|
JALAN |
-17425.60 |
30447.22 |
-0.572322
|
0.5717 |
|
KONDISI |
237287.1 |
83350.27 |
2.846866 |
0.0082 |
|
PERKANTORAN
|
71028.85 |
105264.5 |
0.674765 |
0.5054 |
|
RESIDENSIAL
|
-96098.86 |
123926.8 |
-0.775448
|
0.4446 |
|
R-squared
|
0.365504 |
Mean depende nt var |
457854.0 |
|
|
Adjusted
R-squared |
0.229541 S.D. dependent var |
212474.5 |
||
|
S.E.
of regression |
186501.2 Akaike info criterion |
27.28712 |
||
|
Sum
squared resid |
9.74E+11 Schwarz criterion |
27.59819 |
||
|
Log
likelihood |
-470.5246 Hannan-Quinn criter. |
27.39450 |
||
|
F-statistic
|
2.688253 Durbin-Watson stat |
1.885481 |
||
|
Prob(F-statistic)
|
0.034527 |
|
||
Uji Linearitas
Ramsey RESET Test Equation: UNTITLED
Specification: NILAI_M C LUAS CBD JALAN KONDISI
PERKANTORAN
RESIDENSIAL
Omitted Variables: Squares of fitted values
Value df
Probability t-statistic
1.456126 27 0.1569
F-statistic 2.120304 (1, 27) 0.1569
Likelihood
ratio 2.645958 1 0.1038
|
F-test
summary: |
|
|
|
|
|
Sum
of Sq. |
df |
Mean Squares |
![]()
|
Test
SSR |
7.09E+10 |
1 |
7.09E+10 |
|
Restricted
SSR |
9.74E+11 |
28 |
3.48E+10 |
|
Unrestricted
SSR |
9.03E+11 |
27 |
3.34E+10 |
![]()
|
Restricted
LogL |
-470.5246 |
|
|
|
|
|
Unrestricted
LogL |
-469.2016 |
|
|
|
|
|
Unrestricted
Test Equation: Dependent
Variable: NILAI_M Method:
Least Squares Date:
09/30/25 Time: 14:47 Sample:
1 35 Included
observations: 35 |
|
|
|
||
|
Variable |
Coefficient |
|
Std. Error |
t-Statistic |
Prob. |
|
C |
-943120.1 |
|
1112524. |
-0.847730 |
0.4040 |
|
LUAS |
1904.967 |
|
1950.520 |
0.976646 |
0.3374 |
|
CBD |
189.5921 |
|
188.7735 |
1.004336 |
0.3241 |
|
JALAN |
45639.64 |
|
52603.70 |
0.867613 |
0.3933 |
|
KONDISI |
-449374.5 |
|
478597.6 |
-0.938940
|
0.3561 |
|
PERKANTORAN
|
-161094.8 |
|
189911.7 |
-0.848262
|
0.4037 |
|
RESIDENSIAL
|
262086.8 |
|
274364.3 |
0.955251 |
0.3479 |
|
FITTED^2 |
3.69E-06 |
|
2.54E-06 |
1.456126 |
0.1569 |
|
R-squared
|
0.411703 |
Mean dependent var |
457854.0 |
||
|
Adjusted
R-squared |
0.259181 |
S.D.
dependent var |
212474.5 |
||
|
S.E.
of regression |
182878.5 |
Akaike
info criterion |
27.26866 |
||
|
Sum
squared resid |
9.03E+11 |
Schwarz
criterion |
27.62417 |
||
|
Log
likelihood |
-469.2016 |
Hannan-Quinn
criter. |
27.39139 |
||
|
F-statistic
|
2.699311 |
Durbin-Watson
stat |
1.823100 |
||
|
Prob(F-statistic)
|
0.029473 |
|
|
||
Heteroskedasticity Test: ARCH
|
F-statistic
|
0.046519 Prob. F(1,32) |
0.8306 |
|
|
Obs*R-squared
|
0.049355 Prob. Chi-Square(1) |
0.8242 |
|
|
Test Equation: Dependent
Variable: RESID^2 Method:
Least Squares Date:
09/30/25 Time: 14:49 Sample
(adjusted): 2 35 Included
observations: 34 after adjustments |
|
||
|
Variable |
Coefficient Std.
Error t-Statistic |
Prob. |
|
|
C |
2.76E+10 7.06E+09 3.904243 |
0.0005 |
|
|
RESID^2(-1)
|
0.037807 0.175291 0.215683
|
0.8306 |
|
|
R-squared
|
0.001452 Mean dependent var |
2.86E+10 |
|
|
Adjusted
R-squared |
-0.029753 S.D. dependent var |
2.88E+10 |
|
|
S.E.
of regression |
2.92E+10 Akaike info criterion |
51.09090 |
|
|
Sum
squared resid |
2.73E+22 Schwarz criterion |
51.18069 |
|
|
Log
likelihood |
-866.5453 Hannan-Quinn criter. |
51.12152 |
|
|
F-statistic
|
0.046519 Durbin-Watson stat |
2.007771 |
|
|
Prob(F-statistic)
|
0.830604 |
|
|
Variance Inflation Factors
Date: 09/30/25
Time: 14:50
Sample: 1 35
Included observations: 35
|
|
Coefficient |
Uncentered |
Centered |
|
Variable |
Variance |
VIF |
VIF |
|
C |
6.42E+10 |
64.58597 |
NA |
|
LUAS |
176036.9 |
2.437587 |
1.230698 |
|
CBD |
2646.914 |
14.60559 |
1.943824 |
|
JALAN |
9.27E+08 |
51.99832 |
4.785200 |
|
KONDISI |
6.95E+09 |
5.592535 |
1.118507 |
|
PERKANTORAN
|
1.11E+10 |
3.504236 |
2.402905 |
|
RESIDENSIAL
|
1.54E+10 |
4.856909 |
3.330452 |
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
|
F-statistic
|
0.104209 Prob. F(2,26) |
0.9014 |
|||
|
Obs*R-squared
|
0.278333 Prob. Chi-Square(2) |
0.8701 |
|||
|
Test Equation: Dependent
Variable: RESID Method:
Least Squares Date:
09/30/25 Time: 14:51 Sample: 1 35 Included
observations: 35 Presample
missing value lagged residuals set to zero. |
|
||||
|
Variable |
Coefficient |
Std. Error |
t-Statistic |
Prob. |
|
|
C |
32486.59 |
281218.8 |
0.115521 |
0.9089 |
|
|
LUAS |
-94.05279 |
488.7999 |
-0.192416
|
0.8489 |
|
|
CBD |
3.653104 |
58.46198 |
0.062487 |
0.9507 |
|
|
JALAN |
-3564.472 |
36549.82 |
-0.097524
|
0.9231 |
|
|
KONDISI |
-4337.735 |
86691.46 |
-0.050036
|
0.9605 |
|
|
PERKANTORAN
|
-6205.186 |
109719.3 |
-0.056555
|
0.9553 |
|
|
RESIDENSIAL
|
-7197.041 |
133817.1 |
-0.053783
|
0.9575 |
|
|
RESID(-1) |
0.061094 |
0.220907 |
0.276562 |
0.7843 |
|
|
RESID(-2) |
0.086284 |
0.252255 |
0.342050 |
0.7351 |
|
|
R-squared
|
0.007952 |
Mean depende nt var |
9.60 E-11 |
||
|
Adjusted
R-squared |
-0.297293 S.D. dependent var |
169247.1 |
|||
|
S.E.
of regression |
192770.4 Akaike info criterion |
27.39342 |
|||
|
Sum
squared resid |
9.66E+11 Schwarz criterion |
27.79337 |
|||
|
Log
likelihood |
-470.3849 Hannan-Quinn criter. |
27.53148 |
|||
|
F-statistic
|
0.026052 Durbin-Watson stat |
1.980872 |
|||
|
Prob(F-statistic)
|
0.999993 |
|
|||
Data
PER-
NILAI_M LUAS CBD JALAN
KANTORAN RESIDENSIAL TRANSAKSI KO
1
500000 40 3129 9
1 0 0
2
625000 40 3147 9
1 0 1
3
800000 25 3122 9
1 0 0
4
800000 25 3125 9
1 0 0
5
53514 28 3058 9
1 0 0
6
250000 80 2411 9
1 0 0
7
125000 80 2409 9
1 0 0
8
500000 40 3122 9
1 0 0
9
416667 60 3210 8
0 0 0
10
150000 200 1696 8
0 0 0
11
333333 60 2813 10
0 0 0
12
277778 36 2703 4
0 1 0
13
300000 100 2076 6
0 0 0
14
660714 56 1916 6
0 1 0
15
209524 105 1332 4
0 1 1
16
500000 30 1486 4
0 1 1
17
546875 64 1941 6
0 0 0
18
795455 44 1935 6
0 0 1
19
705881 85 1466 4
0 1 0
20
444444 450 940 4
0 1 1
21
300000 100 2883 6
0 1 1
22
791667 48 924 8
0 0 1
23
285714 35 3712 9
1 0 0
24
133333 90 2955 12
1 0 0
25
277778 45 2105 4
0 1 0
26
535714 28 1317 4
0 1 1
27
400000 50 960 4
0 1 1
28
666667 15 2846 9
1 0 0
29
625000 24 1773 4
0 1 1
30
320000 250 2766 8
0 0 1
31
533333 225 893 10
0 0 1
32
526316 114 895 6
0 0 1
33
740740 27 1059 6
0 0 0
34
444444 90 3083 8
0 0 1
35
450000 100 1104 9
0 0 1
SURAT PERNYATAAN
PLAGIARISME
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Muhammad Irfan Ardiansyah
Jabatan :
Penilai Pemerintah Ahli Muda
Unit : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara
dan Lelang Tasikmalaya
Menyatakan bahwa tidak melakukan
plagiarisme dalam penyusunan Kajian/ Karya Tulis Ilmiah di Bidang Penilaian
yang berjudul :
“Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Nilai Sewa Properti Berupa Ruang Usaha Di Kota Tasikmalaya”.
Apabila suatu saat saya sebagai
penulis kajuan/karya tulis ilmiah dimaksud terbukti melakukan Tindakan plagiat,
maka saya bersedia menerima sanksi yang telah ditetapkan.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan
sebentar-benarnya.

Muhammad
Irfan Ardiansyah
SURAT PERNYATAAN
PLAGIARISME
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Sulati Puspito Arum
Jabatan :
Penilai Pemerintah Ahli Pertama
Unit :
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tasikmalaya
Menyatakan bahwa tidak melakukan
plagiarisme dalam penyusunan Kajian/ Karya Tulis Ilmiah di Bidang Penilaian
yang berjudul :
“Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Nilai Sewa Properti Berupa Ruang Usaha Di Kota Tasikmalaya”.
Apabila suatu saat saya sebagai
penulis kajuan/karya tulis ilmiah dimaksud terbukti melakukan Tindakan plagiat,
maka saya bersedia menerima sanksi yang telah ditetapkan.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan
sebentar-benarnya.

Sulati
Puspito Arum
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |