Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Tasikmalaya
Analisis Manfaat dan Dampak Ekonomi dan Sosial Pada Pemanfaatan BMN Satuan Kerja Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Analisis Manfaat dan Dampak Ekonomi dan Sosial Pada Pemanfaatan BMN Satuan Kerja Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Hadiwijaya
Jum'at, 29 Oktober 2021 |   25099 kali

Ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam acara Grand Final Kompetisi The Asset Manager 2020, mengatakan aset yang diperoleh dari anggaran negara untuk pembangunan sarana, prasarana dan fasilitas umum harus mampu dioptimalkan. Karena itu dibutuhkan manajer aset yang memiliki ide inovatif, kreatif, kritis dan produktif agar aset negara bekerja optimal. "Inilah pentingnya mempertahnakan sumber daya manusia yang memiliki rasa, inovasi, dan motivasi dalam mengelola aset negara sehingga memberikan manfaat, nilai tambah secara ekonomi maupun sosial," katanya.  Optimalisasi aset negara, menurut Ibu Menteri, tak hanya dalam bentuk uang. Aset negara dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, antara lain sebagai tempat aktivitas umum, tempat berjualan, dan berbagai hal lainnya.

Menindaklanjuti arahan Ibu Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara selaku Pengelola Barang Milik Negara (BMN) menerbitkan beberapa peraturan terkait upaya optimalisasi pengelolaan BMN yaitu Keputusan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor 184/KN/2013 tentang Pedoman Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik Berupa Tanah. Sedangkan Pedoman untuk melaksanakan Anallisis Manfaat dan Dampak Ekonomi Sosial telah diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor 438/KN/2020 tentang Pedoman Analisis Manfaat dan Dampak Ekonomi Sosial.

Dalam rangka optimalisasi pengelolaan kekayaan negara dapat dilakukan beberapa analisis antara lain :

a. Analisis penggunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use/HBU) dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan jenis pemanfaatan atas tanah dan/atau bangunan guna menghasilkan produktivitas maksimal, khususnya dari aspek keuangan;

b. Analisis manfaat dan dampak ekonomi sosial (AMDES) dapat digunakan dalam mengukur manfaat dan dampak atas pemanfaatan dan/atau pemindahtanganan aset negara bagi Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan ini, kami lebih memfokuskan untuk pelaksanaan analisis manfaat dan dampak ekonomi dan sosial. Manfaat ekonomi adalah manfaat yang diperoleh secara langsung bagi negara dan masyarakat dari objek analisis yang dapat diukur dalam bentuk uang. Analisis manfaat ekonomi menggunakan Metode Deskriptif Kuantitatif. Manfaat Sosial adalah manfaat yang diperoleh dari objek analisis secara langsung bagi negara dan masyarakat dalam aspek-aspek non pasar dan tidak dapat diukur dalam bentuk uang. Manfaat sosial tercermin dari  manfaat yang timbul pada sektor sosial atas pengembangan objek analisis. Analisis manfaat sosial menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif. Hasil analisis manfaat dan dampak ekonomi dan sosial berupa total manfaat ekonomi dalam angka Rupiah atas pengembangan objek analisis.

Dampak ekonomi adalah pengaruh tidak langsung dari objek analisis terhadap jumlah dan jenis kegiatan ekonomi di suatu wilayah yang berfokus pada indikator makro ekonomi dan prakiraan pengaruh proyek pada indikator-indikator tersebut bagi negara dan masyarakat. Indikator dampak Ekonomi adalah total perubahan perekonomian pada suatu daerah tempat aset berada (Besaran Multiplier Efek, Peningkatan PDRB). Analisis dampak ekonomi menggunakan Metode Input Output (I/O). Dampak sosial adalah pengaruh tidak langsung dari objek analisis yang terjadi pada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Dampak sosial tercermin dari dampak yang timbul pada sektor sosial atas pengembangan objek analisis.

BMN satuan kerja Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran dipilih untuk dilaksanakan analisis penggunaan tertinggi dan terbaik serta anailis manfaat dan dampak ekonomi dan social. Pertimbangan atas diusulkan aset dimaksud :

a.   Lokasinya cukup strategis, mudah dijangkau dan memiliki akses jalan yang baik karena berdekatan dengan Pelabuhan Perikanan Pangandaran. Posisinya di pinggir pantai dan muara sungai sehingga potensial untuk dimanfaatkan salah satunya untuk usaha tambak udang atau budidaya ikan lainnya dan menjadi trigger bagi masyarakat setempat untuk membuka usaha sejenis;

b.   Aset memiliki potensi yang besar apabila dikembangkan misalnya untuk kawasan wisata, pendidikan dan bisnis. Disamping itu juga pengembangan usaha-usaha lain yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya pesisir, pantai dan permukaan laut.

Dalam rangka mengetahui besaran manfaat dan dampak ekonomi dan sosial dari keberadaan BMN terhadap Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan masyarakat sekitar, , Tim Penilai melaksanakan survey lapangan pada satuan kerja Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran pada tanggal 22 sd 23 Oktober 2021. Dalam survei lapangan dimaksud dilakukan peninjauan lapangan atas BMN yang di sewakaan serta dilakukan wawancara terhadap para pemangku kepentingan (stakeholders). Tim Penilai menggunakan pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif, dan dengan menggunakan metode Input Output dalam melaksanakan analisis manfaat dan dampak ekonomi sosial atas BMN yang akan di sewakan.

Tim Penilai melaksanakan identifikasi objek yang memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi pada satker Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran berupa tanah dan bangunan serta fasilitas yang berada di atasnya terletak di Jalan Raya Babakan Km. 2 Pangandaran, Jawa Barat. Pada saat survey, sebagian aset berupa tanah dimanfaatkan untuk usaha tambak udang Vaname, seluas 3.000 m2 untuk Modul 1 dan seluas 15.000 m2 untuk Modul 2 yang berjarak 300 meter dan 800 meter dari Gedung Rektorat Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran. Kondisi kolam berupa kolam tambak aktif yang dikelola oleh Koperasi.

Kegiatan wawancara dengan Kepala Sub Bagian Umum, Bp. David Indra Widianto mewakili pihak pengguna barang. Selain dengan Pengguna Barang, Tim juga melakukan wawancara dengan Sekretaris Desa Babakan, Bp. M Nurhidayat untuk mengetahui seberapa besar dampak keberadaan Politeknik untuk masyarakat sekitar. Pada hari berikutnya, Tim melakukan wawancara dengan pihak Koperasi Mina Marlin, Bp. Endri Yanto selaku Ketua Koperasi dan Bp. Riza selaku Administrator Koperasi. Koperasi Mina Marlin merupakan pihak yang menyewa tanah satker Politeknik seluas kurang lebih 18.000 m2 dalam waktu 3 tahun.

Setelah melaksanakan survey ke lapangan dan mengumpulkan data data yang dibutuhkan, Tim Penilai melakukan analisis. Tim Penilai menggunakan metode deskriptif  kualitatif, metode input-output, dan metode deskriptif  kuantitatif  untuk melihat manfaat dan dampak ekonomi sosial atas sewa tanah BMN tersebut.

 1.   Metode Deskriptif Kuantitatif

Pendekatan menggunakan metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung manfaat ekonomi yang akan dihasilkan atas objek analisis selama jangka waktu kerja sama atau umur bangunan dengan menggunakan data dan informasi yang berasal dari sumber berupa penelitian pasar, peraturan perpajakan, standar upah regional dan nasional, dan sumber data lainnya. Selanjutnya menentukan besaran tingkat diskonto sosial (Social Discount Rate) kemudian menghitung nilai sekarang dari manfaat ekonomi dengan menggunakan tingkat diskonto sosial.

2.   Metode Input Output

Metode input output adalah metode matematis yang digunakan untuk menelaah struktur perekonomian hubungan antar industri untuk memahami saling ketergantungan dan kompleksitas perekonomian serta untuk mempertahankan keseimbangan antara supply (penawaran) dan demand (permintaan).

3.   Metode Deskriptif Kualitatif

Pendekatan menggunakan metode kualitatif berisi penjelasan secara naratif sektor-sektor sosial dalam masyarakat yang memperoleh manfaat/terdampak atas proyek atau kebijakan.

Setelah melakukan analisis terhadap data-data yang diperoleh dengan menggunakan beberapa metode di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pemanfaatan tanah BMN dimaksud sangat berdampak secara langsung kepada masyarakat sekitar baik dari sisi ekonomi maupun sosial.  Analisis manfaat ekonomi menggunakan pendekatan kuantitatif dan dampak ekonomi menggunakan metode input ouput. Sedangkan untuk manfaat dan dampak sosial mengggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara. Adapun manfaat dan dampak ekonomi sosial atas pemanfaatan tanah dan bangunan BMN tersebut adalah sebagai berikut:

1.   Pemanfaatan BMN Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pangandaran. Manfaat ekonomi yang dapat diperoleh antara lain berupa penyerapan tenaga kerja, dan pendapatan yang diterima Pemerintah Pusat.

 

2.   Manfaat sosial atas berdirinya Tambak Budidaya Udang Vaname adalah sebagai berikut :

a.   Peningkatan kesejahteraan anggota Koperasi Jasa Mina Marlin melalui mekanisme bagi SHU (Sisa Hasil Usaha).

b.   Sebagai tempat praktek secara langsung para taruna (mahasiswa) Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran.

c.   Terdapat transfer ilmu antara pengelola tambak dengan masyarakat sekitar mengenai cara pengelolaan dan budidaya udang.

 

3.   Dampak sosial atas berdirinya Tambak Budidaya Udang Vaname adalah sebagai berikut :

a.   Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar Tambak Budidaya Udang Vaname;

              b.   Masyakat sekitar yang memiliki usaha tambak dapat menerapkan ilmu baru mengenai pengelolaan tambak budidaya udang vaname.

(Penulis Tonny Wibowo S, Kasi Penilaian KPKNL Tasikmalaya - Humas KPKNL Tasikmalaya)



Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon