Menyusuri Manisnya Cerita di Balik Dodol Ny. Lauw 55
Angeline Marzella
Rabu, 19 Agustus 2026 |
125 kali
Tangerang – Dalam rangka mendukung penyebarluasan informasi mengenai potensi lokal daerah serta memperkuat peran komunikasi publik DJKN, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tangerang I melaksanakan kegiatan peliputan potensi lokal daerah pada Dodol Ny. Lauw 55 yang berlokasi di Jalan Pintu Air Timur, Gang SPG Nomor 55, Kota Tangerang. Melalui kegiatan ini, KPKNL Tangerang I menggali informasi mengenai perjalanan usaha, proses produksi, nilai sejarah, serta kontribusi Dodol Ny. Lauw 55 sebagai salah satu produk unggulan yang menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Tangerang.
Dodol Ny. Lauw 55 merupakan salah satu usaha kuliner
legendaris Tangerang yang telah berdiri sejak tahun 1962. Usaha ini dirintis oleh keluarga Lauw dan secara
turun-temurun terus diwariskan hingga generasi ketiga. Keberlangsungan usaha
tersebut menjadi bukti bahwa nilai tradisi, konsistensi kualitas, dan komitmen
menjaga cita rasa mampu mempertahankan eksistensi sebuah produk lokal di tengah
perkembangan industri makanan modern.
Berbeda dengan banyak produk makanan yang mulai beralih menggunakan metode produksi modern, Dodol Ny. Lauw 55 tetap mempertahankan proses pembuatan secara tradisional. Penggunaan bahan baku pilihan tanpa bahan pengawet serta proses pengolahan secara manual menjadi kunci dalam menjaga cita rasa khas yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun.Proses memasak dodol dilakukan secara perlahan menggunakan teknik tradisional dengan pengadukan terus-menerus hingga menghasilkan tekstur yang legit dan aroma khas. Cara pengolahan tersebut tidak hanya menghasilkan produk makanan, tetapi juga menjaga warisan budaya kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keberadaan Dodol Ny. Lauw 55 menjadi gambaran bagaimana pelaku usaha lokal mampu bertahan melalui inovasi yang tetap berpijak pada nilai tradisi. Produk dodol yang awalnya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, kini telah berkembang menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Tangerang yang diminati masyarakat dari berbagai daerah. Selain dodol dengan cita rasa original, produk ini juga menghadirkan berbagai varian rasa untuk memenuhi selera konsumen. Dengan mempertahankan kualitas bahan dan metode produksi, Dodol Ny. Lauw 55 terus menjaga kepercayaan pelanggan yang telah terbentuk selama puluhan tahun.
Peliputan potensi lokal ini menjadi salah satu upaya KPKNL Tangerang I dalam menghadirkan informasi yang tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi DJKN, tetapi juga mengangkat cerita inspiratif dari masyarakat dan pelaku usaha daerah. Melalui publikasi potensi lokal seperti Dodol Ny. Lauw 55, diharapkan masyarakat semakin mengenal kekayaan ekonomi kreatif daerah sekaligus memahami bahwa produk lokal memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang perlu terus dilestarikan.
KPKNL
Tangerang I berkomitmen untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang
informatif, edukatif, dan membangun, sejalan dengan semangat DJKN dalam
memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.
Foto Terkait Berita