Tingkatkan Kualitas Layanan APT, KPKNL Tangerang I Gandeng PT BNI, Tbk sebagai Mitra Service Excellence
Angeline Marzella
Senin, 08 Juni 2026 |
30 kali
Tangerang — Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) Tangerang I menyelenggarakan kegiatan Optimalisasi Layanan Area
Pelayanan Terpadu (APT) bertema "Service Excellence bersama PT BNI,
Tbk" pada Senin, 8 Juni 2026, bertempat di Aula Aria Santika. Kegiatan yang
berlangsung pada pukul 09.00–12.00 WIB ini merupakan bagian dari upaya KPKNL
Tangerang I dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan,
efektif, koordinatif, akuntabel, dan dinamis
Sosialisasi dihadiri oleh seluruh pegawai KPKNL Tangerang I dan team dari PT. BNI, Tbk Kantor Pusat dan Kantor Cabang Tangerang serta Pimpinan Outlet Jatiuwung. Materi pelatihan disampaikan oleh dua narasumber dari BNI Customer Experience Center Division, yaitu Desi Karmila dan Hidayani. Para narasumber memperkenalkan konsep CXC sebagai unit strategis BNI yang berfungsi sebagai Single Point of Contact, Center of Excellence, Voice of Customer, Financial Advisor, Mediator to Regulator, dan Sales. Visi CXC adalah mewujudkan pusat pengalaman pelanggan berkelas dunia di industri keuangan, dengan misi menciptakan persepsi positif melalui customer journey yang kuat demi mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Peserta diajak memahami lima dimensi utama dalam membangun customer
experience yang berkualitas, yaitu:
• Reliability — kemampuan memberikan
apa yang dijanjikan secara terpercaya dan akurat;
• Assurance — memiliki standar layanan
yang jelas dengan pengetahuan dan kesopanan petugas yang membangun kepercayaan;
• Empathy — fokus terhadap kebutuhan
pelanggan dengan tingkat kepedulian dan perhatian yang tulus;
• Responsiveness — memiliki mindset dan
keinginan untuk membantu dengan pelayanan yang cepat;
• Tangible — tersedianya fasilitas,
peralatan, dan penampilan petugas yang profesional.
Desi Karmila menekankan bahwa produk dan tempat bisa ditiru, namun cara memberikan layanan dan pengalaman tidak dapat disamakan. "What to offer" mungkin sama antar institusi, tetapi "How to offer" itulah yang menciptakan diferensiasi nyata dan berdampak pada kepuasan, loyalitas, serta reputasi lembaga.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai lima standar kompetensi yang
harus dimiliki petugas layanan untuk mewujudkan service excellence, yaitu:
• Knowledge — mampu memahami
permasalahan, menguasai product knowledge, dan memberikan solusi yang tepat;
• Attitude — bersikap ramah, antusias,
helpful, dan komunikatif secara profesional;
• Appearance — berpakaian dengan baik
dan berhias sesuai kebutuhan lingkungan kerja;
• Communication Skill — mendengarkan
secara aktif, menggunakan bahasa yang jelas dan sopan, serta merespons dengan
cepat dan tepat;
• Digital Mindset — terbuka terhadap perubahan teknologi, mampu berkolaborasi secara digital, dan berkomitmen pada continuous digital learning.
Melalui simulasi role play yang interaktif, peserta berlatih menerapkan
standar sikap pelayanan tatap muka (face to face) secara menyeluruh. Pada tahap
mengawali layanan, petugas diajarkan untuk berdiri, tersenyum, melakukan kontak
mata, mengucapkan salam, bersalaman, mempersilakan duduk dengan gesture tangan
terbuka, memperkenalkan diri, dan menawarkan bantuan dengan menyebut nama
pelanggan. Selama pelayanan berlangsung, petugas wajib menjaga kontak mata,
bahasa tubuh yang fokus dan tegak, menggunakan sapaan Bapak/Ibu, menyebut nama
pelanggan dalam percakapan, bersikap antusias, serta mengetahui cara yang tepat
untuk menginterupsi layanan bila diperlukan. Pada saat mengakhiri layanan,
petugas menawarkan bantuan lain, mengucapkan terima kasih, bersalaman, dan
menutup dengan salam.
Sesi berikutnya membahas penanganan keluhan (complaint handling) sebagai
salah satu keterampilan krusial petugas layanan. Narasumber menjelaskan bahwa
keluhan muncul ketika terdapat kesenjangan antara harapan pelanggan dan
kenyataan layanan yang diberikan. Alur penanganan keluhan yang diajarkan
meliputi generative listening, empati, verifikasi, identifikasi masalah,
penjelasan masalah, pemberian solusi, dan service recovery. Petugas juga
dibekali etika dalam menghadapi pelanggan yang emosional, di antaranya tetap
tenang, memberikan empati dengan tulus, menjaga nada bicara yang lebih rendah
namun tetap ramah, serta meyakini bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi seluruh
petugas APT KPKNL Tangerang I dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya
memenuhi standar prosedur, tetapi juga menyentuh sisi pengalaman dan kepuasan
pengguna layanan. Dengan semangat T.E.K.A.D — Transparan, Efektif Efisien,
Koordinatif, Akuntabel, dan Dinamis — KPKNL Tangerang I terus berkomitmen untuk
menjadi institusi pelayanan publik yang unggul dan terpercaya.
Foto Terkait Berita