Bijak dalam Penggunaan Energi, Tetap Produktif Bekerja dari Rumah
Angeline Marzella
Jum'at, 10 April 2026 |
40 kali
Per
1 April 2026, pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor
M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan
Energi di Tempat Kerj yang mendorong penerapan pola kerja fleksibel, termasuk work
from home (WFH) satu hari dalam sepekan, sebagai bagian dari
strategi penguatan ketahanan energi nasional dan efisiensi penggunaan energi.
Kebijakan ini tidak hanya menekankan produktivitas kerja, tetapi juga membangun
budaya hemat energi di lingkungan kerja maupun rumah tangga. WFH dalam
kebijakan ini bukan sekadar alternatif bekerja, melainkan langkah strategis
untuk menekan konsumsi energi, khususnya bahan bakar dari aktivitas komuter
harian. Dengan berkurangnya mobilitas, konsumsi BBM dapat ditekan, sekaligus mendukung
stabilitas energi nasional di tengah dinamika global.
Dalam
konteks tersebut, bekerja dari rumah menuntut kesadaran baru: bagaimana tetap
produktif tanpa meningkatkan pemborosan energi. Penggunaan perangkat elektronik
seperti laptop, pendingin ruangan, dan pencahayaan perlu dikelola secara bijak.
Pemerintah bahkan mendorong penggunaan teknologi dan peralatan kerja yang lebih
hemat energi, serta penguatan budaya penggunaan energi secara efisien dan
terukur. Beberapa langkah sederhana dapat diterapkan dalam keseharian WFH.
Memanfaatkan pencahayaan alami di siang hari, mengatur suhu AC secara optimal,
serta menggunakan perangkat hemat energi menjadi bagian dari implementasi
kebijakan ini di tingkat individu. Selain itu, disiplin mematikan perangkat saat
tidak digunakan juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam penghematan
energi.
Namun,
efisiensi energi tidak boleh mengorbankan produktivitas. Kebijakan ini secara
tegas menekankan bahwa pekerja tetap wajib menjalankan tugas dan menjaga
kualitas kinerja meskipun bekerja dari rumah. Oleh karena itu, penting untuk
mengatur waktu kerja secara efektif, menetapkan prioritas, serta menciptakan
ruang kerja yang nyaman dan kondusif. Lebih dari itu, kebijakan ini juga
mengajak seluruh elemen pekerja untuk berpartisipasi aktif dalam membangun
kesadaran kolektif tentang pentingnya penghematan energi. Inovasi dalam cara
bekerja yang lebih adaptif dan efisien menjadi bagian dari transformasi budaya
kerja ke depan.
Kementerian Keuangan
telah menyiapkan infrastruktu untuk mendukung pola kerja baru secara optimal,
yaitu diantaranya :
-
Rapat
dan koordinasi secara daring
-
Penyusunan
dan pengolahan dokumen dilakukan dengan terintegrasi
-
Monitoring
dan evaluasi pekerjaan terstruktur
-
Kolaborasi
lintas tim tetap terjalin
Semua ini didukung oleh:
-
Tools
kolaborasi
-
Aplikasi
kerja terintegrasi
-
Akses
system yang aman
Dengan demikian,
bijak dalam penggunaan energi saat bekerja dari rumah bukan hanya sekadar
pilihan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Melalui langkah
kecil yang konsisten, setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga
keberlanjutan energi nasional, sekaligus tetap produktif dan profesional dalam
menjalankan pekerjaan.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |