Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Tangerang I
Virus HMPV, Apa lagi itu?

Virus HMPV, Apa lagi itu?

Angeline Marzella
Kamis, 16 Januari 2025 |   190 kali

Penyakit human metapneumovirus (hMPV) tengah menjadi sorotan masyarakat. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini menyerang sistem pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa hMPV bukanlah virus baru. Penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 2001 di Belanda, dan bukan berasal dari China. Ia meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir terkait keberadaan virus tersebut. Sebab, hMPV sudah beredar sejak lama dan efek kesehatan yang ditimbulkannya juga cenderung ringan.

 

GEJALA UTAMA PENYAKIT HMPV :

Meski sudah beredar sejak lama, terkadang gejala hMPV kerap tidak disadari. Pasalnya, gejala hMPV atau keluhan yang muncul mirip seperti flu biasa. Namun, jika virus ini masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan, seperti pneumonia hingga memperburuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Berikut gejala utama hMPV yang perlu diwaspadai agar kondisinya tidak semakin memburuk. Virus hMPV menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang menimbulkan sejumlah gejala. Gejala utama hMPV seperti:

  • Batuk
  • Demam
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Mengi
  • Ruam

Terkadang, pasien hMPV juga mengeluhkan gejala yang parah. Hal ini mengharuskan mereka untuk segera mendapat perawatan di rumah sakit. Gejala parah akibat hMPV, yaitu:

  • Bronkiolitis
  • Bronkitis
  • Pneumonia
  • Kambuhnya asma atau PPOK
  • Infeksi telinga (otitis media)

Bagaimana cara penularan penyakit HMPV ??

Umumnya, penyakit hMPV menular melalui kontak dekat atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Dikutip dari WebMD, penyakit ini juga bisa menyebar lewat barang atau permukaan yang terkena droplet dari orang yang terinfeksi.

 

Berikut beberapa cara penularan penyakit hMPV yang perlu diperhatikan:

  • Menyentuh permukaan yang mengandung virus.
  • Menyentuh mulut, hidung, atau mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.
  • Menyentuh droplet dari orang yang terinfeksi melalui hal-hal seperti bersin, meludah, atau batuk,
  • Melakukan kontak dekat, seperti berjabat tangan dan bersentuhan.

Cara pencegahan  / mengebotin  virus HMPV

Cara Pencegahan

  1. menjaga pola hidup sehat
  2. Istirahat cukup
  3. Mencuci tangan secara rutin
  4. Memakai masker saat merasa tidak enak badan
  5. Menjaga jarak
  6. Segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.

Cara Mengoboti

  1. Terapi oksige. Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, penyedia layanan kesehatan dapat memberikan oksigen tambahan melalui selang di hidung atau masker di wajah Anda untuk mengurangi sesak napas yang Anda derita.
  2. Cairan infus .Cairan yang diberikan langsung ke pembuluh darah vena (IV) dapat menjaga Anda tetap terhidrasi dan membuat tubuh Anda menjadi lebih kuat ketika terpapar virus HMPV.
  3. Kortikosteroid. Steroid dapat mengurangi peradangan dan dapat meringankan beberapa gejala yang Anda rasakan selama terjangkit virus HMPV.


Ditulis oleh : Zihan Kirana Ariyanto

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon