Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Tangerang I
Mengenal Aria Wangsakara: Sosok di balik sejarah awal kota Tangerang

Mengenal Aria Wangsakara: Sosok di balik sejarah awal kota Tangerang

Angeline Marzella
Senin, 11 November 2024 |   3155 kali

Halo sobat tekad! Tahukah kamu di balik hiruk – pikuk kota Tangerang yang modern ini, ternyata menyimpan kisah seorang pahlawan sekaligus seorang ulama lho!, Aria Wangsakara yang menjadi salah satu pendiri kota Tangerang yang sudah ada pada zaman kolonial sebelum Tangerang terbentuk. Penasaran kan sama kisah nya? Yuk simakI

Aria Wangsakara adalah sosok ulama dan pahlawan yang berjasa dalam mendirikan dan membangun wilayah di kota Tangerang. Ia merupakan keturunan sunda yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat. Ia sudah hidup pada abad ke-17 dan memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan wilayahnya dari pengaruh penjajahan. Ia memimpin pembangunan dan permukiman pondok pesantren bersama kedua saudaranya yaitu Aria Santika dan Aria Yudhanegara yang kemudian mereka berhasil untuk menyebarkan agama Islam di perbatasan  Banten – Batavia setelah mendapat restu dari Sultan Banten. Ia dan keluarganya juga membuka lahan pertanian dan membangun pemukiman yang kemudian menjadi sejarah awal terbentuknya kota Tangerang.

Perlawanan Aria Santika memperjuangkan kemerdekaan wilayahnya yaitu ketika ia melawan VOC, perusahaan dagang Belanda yang juga berperan sebagai kekuatan militer dan politik, mulai menguasai wilayah Banten – Batavia yang sekarang di kenal sebagai kota Tangerang. Melihat kekejaman VOC dan penindasan terhadap warga Tangerang Aria Wangsakara tidak tinggal diam, ia berjuang untuk mempertahankan wilayah Tangerang dan melindungi masyarakat dari pengaruh penjajahan. Ketika VOC semakin memperluas kekuasaan ke wilayah perbatasan dan memaksa kontrol ekonomi serta politik, Aria Wangsakara memimpin perlawanan untuk menjaga wilayah Tangerang dari intervensi VOC. Ia menolak bekerja sama dengan Belanda, dan bersama rakyat setempat, ia berusaha mempertahankan kemerdekaan daerahnya. Dalam perjuangannya melawan VOC, kontribusinya dalam membangun Tangerang sebagai wilayah mandiri dan berbudaya islam sangat berarti. Sebagai pemimpin spiritual dan masyarakat, Aria Wangsakara menggerakkan Tangerang untuk melawan ketidakadilan VOC. Ia menginspirasi masyarakat agar tetap mempertahankan nilai – nilai kemandirian dan melawan segala bentuk penindasan. Pondok Pesantren yang ia dirikan juga tidak hanya menjadi tempat permukiman tetapi juga menjadi pusat perlawanan. Melalui pesantren ini, ia menanamkan semangat anti-kolonialisme dan mengajarkan nilai-nilai kemandirian kepada masyarakat.

Setelah wafatnya Aria Wangsakara, Tangerang terus berkembang sebagai wilayah dengan identitas Islam yang kuat dan tetap mempertahankan nilai-nilai perlawanan terhadap kolonialisme. Kini, Tangerang telah menjadi kota yang modern, tetapi sejarah dan warisan Aria Wangsakara masih dihormati, dan beberapa tempat di Tangerang juga menampilkan penghormatan terhadap kontribusi dan pengaruhnya. Aria Wangsakara bukan hanya seorang pemimpin lokal, tetapi juga sosok yang menjadi simbol perjuangan dan kemandirian masyarakat Tangerang.

 

By : Febriliani Rahma Choirunisa

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon