Dari Dompet ke Pikiran : Hubungan Kompleks antara Keuangan dan Kesehatan Mental
Angeline Marzella
Jum'at, 13 September 2024 |
1636 kali
Meskipun sering kali dianggap dua hal yang berbeda, namun nyatanya kesehatan mental dan kesejahteraan finansial sangat berkaitan erat satu sama lain. Stres finansial merupakan salah satu faktor utama pemicu terjadinya gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan. Stres finansial (Heo et al., 2020) adalah ketidakseimbangan, ketidakpastian dan risiko yang muncul saat membuat keputusan finansial dan mengelola sumber daya. Ketika seseorang mengalami tekanan finansial, seperti kehilangan pekerjaan, hutang yang menumpuk, kondisi keuangan yang semakin menipis, atau ketidakpastian ekonomi, maka perasaan cemas dan tertekan akan meningkat. Dalam banyak kasus, masalah finansial yang tidak diatasi dengan baik dapat memperburuk kondisi mental dan menciptakan lingkaran setan yang sulit untuk diputuskan.
Sebaliknya, kesehatan mental juga mempengaruhi cara seseorang dalam mengelola keuangannya. Jika seseorang mengalami gangguan mental seperti kecemasan atau depresi, ini dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap perilaku keuangan yang tidak sehat, seperti pengeluaran yang impulsif atau bahkan menghindari tanggung jawab keuangan. Ketika seseorang merasa kewalahan secara emosional, mereka mungkin akan mencari jalan keluar dengan belanja kompulsif atau menunda pembayaran utang, yang akhirnya dapat memperburuk kondisi keuangan mereka. Dengan demikian, kesehatan mental yang terganggu dapat memperburuk masalah keuangan, menciptakan beban tambahan yang semakin sulit diatasi atau bahkan dapat menyebabkan permasalah baru yang lebih kompleks.
Untuk mengendalikan hubungan yang kompleks antara keuangan dan kesehatan mental, Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, salah satunya dengan mempelajari Financial Education. Financial Education atau pendidikan finansial yang efektif harus mencakup elemen psikologis guna membantu seseorang memahami bagaimana emosi mereka mempengaruhi keputusan keuangan. Di sisi lain, Financial Education perlu mencakup aspek psikologis serta dukungan kesehatan mental yang mencakup manajemen stres dan teknik pengendalian emosi. Dengan menerapkan metode ini memungkin seseorang untuk mempertahankan stabilitas finansial dan kesehatan mentalnya.
Ditulis oleh : Nabila Dwi Kusumastuti
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |