Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Tangerang I
Makanan Untuk Menjaga Imun  Dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Makanan Untuk Menjaga Imun Dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Angeline Marzella
Kamis, 25 April 2024 |   31117 kali

Pengertian pangan fungsional pertama kali berasal dari Jepang. Disana pangan seperti ini disebut sebagai ‘FOSHU (Food of Special Health Use)’. Sementara itu di Amerika Serikat lebih sering dipakai istilah ‘nutrasetika’, dan di Eropa menggunakan istilah ‘pangan fungsional’. Perlu digarisbawahi bahwa pangan fungsional harus berbentuk makanan, bukan obat. Salah satu tujuan dari pangan fungsional adalah dapat meningkatkan fungsi imun atau daya tahan tubuh. Kelompok ini selanjutnya disebut sebagai imunonutrien atau pangan fungsional untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Terdapat tiga kelompok pangan fungsional yang dalam banyak riset terbukti berdampak pada sistem daya tahan tubuh, yaitu asam lemak omega-3, mikronutrien (vitamin A, C, E, dan selenium) dan probiotik.

Asam Lemak Omega-3

Terdapat tiga bentuk asam lemak omega-3, yaitu ALA (alpha-linoleic acid), EPA (eicosapentaenoic acid), dan DHA (docosahexaenoic acid). ALA dapat ditemukan pada minyak dari tanaman seperti pada kacang kedelai, sementara itu APA dan DHA banyak ditemukan pada ikan dan golongan seafood lainnya.

Mikronutrien

Vitamin A

Terdapat dua bentuk vitamin A, yaitu retinol dan karotenoid yang merupakan provitamin A. Retinol dapat ditemukan pada produk makanan dari hewani seperti susu, ikan dan daging (terutama pada bagian liver). Beta-karoten adalah karotenoid provitamin A yang paling utama, banyak ditemukan pada wortel, brokoli, melon, dan labu.

Vitamin C

Vitamin C juga dikenal sebagai asam askorbat. Buah dan sayuran adalah sumber terbaik untuk vitamin C, khususnya buah jeruk dan tomat. Kandungan vitamin C dalam makanan dapat berkurang  selama proses penyimpanan dan pemasakan, karena vitamin C mudah larut dalam air dan tidak tahan panas. Karena itu sumber terbaik vitamin C tetap berasal dari buah dan sayuran segar yang dikonsumsi langsung.

Vitamin E

Vitamin E juga dikenal sebagai alfa-tokoferol. Kacang-kacangan dan minyak sayuran merupakan sumber terbaik vitamin E. Jumlah signifikan dari vitamin E juga ditemui dalam sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Vitamin E sendiri merupakan kumpulan nama untuk komponen larut lemak yang memiliki aktivitas antioksidan signifikan.

Selenium

Selenium adalah mineral yang merupakan mikronutrien penting untuk tubuh. Selenium berperan dalam melindungi dari kerusakan oksidatif dan terjadinya infeksi. Seafood adalah sumber makanan yang kaya akan selenium. Sumber lainnya bisa didapat dari daging, ayam, ikan, telur dan produk susu.

Probiotik

Probiotik memiliki beberapa efek untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui imunomodulasi. Sumber utama probiotik adalah dari makanan fermentasi yang dibuat menggunakan aktivitas metabolik dan pertumbuhan dari berbagai jenis kultur mikroba hidup. Beberapa makanan fermentasi diantaranya adalah dari produk susu seperti yogurt, kimchi dan acar sayuran lainnya, serta produk dari kacang kedelai seperti tempe dan miso. Perlu dicatat dari penjelasan diatas, bahwa sumber pangan yang bersifat imunonutrien ternyata tidak diperoleh dari 1-2 jenis bahan makanan saja. Keberagaman makanan mutlak diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.


10 Rekomendasi Makanan Untuk Menjaga Imun Dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh :

Brokoli

Rekomendasi pertama yaitu brokoli, sayuran hijau yang memiliki kandungan vitamin C, E, dan A yang tinggi. Jenis sayuran ini juga tinggi mineral dan antioksidan, yang pastinya sangat baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Kacang almond

Selain itu, ada pula kacang almond, salah satu jenis kacang-kacangan yang memang sangat kaya nutrisi. Kacang satu ini juga tinggi kandungan vitamin E, zat besi, mangan, protein, serat, dan lemak sehat yang turut berperan dalam daya tahan tubuh. Supaya bisa mendapatkan manfaat tersebut, setidaknya kamu perlu mengonsumsi 30 butir kacang almond atau 30 gram setiap harinya.

Bayam

Mengonsumsi bayam juga baik untuk menunjang imunitas tubuh. Sayuran ini juga mengandung antioksidan, vitamin C, dan beta karoten yang memaksimalkan kemampuan tubuh dalam memerangi penyakit. Selain dalam bentuk sayuran masak, kamu juga dapat mengolah bayam menjadi jus yang segar dan kaya manfaat.

Biji bunga matahari

Biji bunga matahari memiliki nutrisi kompleks yang baik untuk kekebalan tubuh. Misalnya, magnesium, selenium, fosfat, vitamin E, dan vitamin B6. Sebuah studi menyebutkan, mengonsumsi biji bunga matahari secara teratur dapat menurunkan risiko tubuh dari infeksi virus dan peradangan.

Jahe

Jahe dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, terutama meningkatkan sistem imun. Manfaat mengonsumsi jahe yaitu membantu mengurangi peradangan. Jahe juga dapat membantu ketika mengalami mual.

Chia Seeds

Chia seeds berasal dari tumbuhan bernama Salvia hispanica L. dan merupakan sumber makanan nabati yang paling kaya akan omega 3. Dalam percobaan yang dilakukan, konsumsi chia seeds menunjukkan tingkat imunitas yang lebih tinggi. Imunitas yang lebih baik ditunjukkan dengan kadar serum IgE (antibodi yang dihasilkan oleh sistem imun) lebih tinggi daripada kelompok kontrol yang tidak diberi asupan chia seeds sama sekali.

Chia seeds cukup fleksibel untuk dicampur dengan beragam makanan dan minuman. Anda bisa membubuhkan chia seeds ke dalam adonan puding, segelas lemonade, semangkok yogurt, semangkok sereal, dan lain sebagainya.

Seafood

Kerang-kerangan seperti tiram, kepiting, dan lobster serta ikan berlemak seperti tuna, salmon, makarel, sarden dan herring memiliki kandungan zinc dan protein yang tinggi. Kedua zat tersebut berperan penting dalam pembentukan imun sistem dan penyembuhan luka. 

Selain itu, ikan berlemak juga merupakan sumber omega-3, EPA, dan DHA yang berfungsi sebagai anti-peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Paprika Merah

Siapa sangka, ternyata paprika merah memiliki kandungan vitamin C hingga 2-3 kali lebih tinggi daripada buah jeruk. Sebab dalam 100 gram paprika merah terkandung 127 mg vitamin C. Selain vitamin C, Paprika merah juga kaya akan beta karoten (1620 mg/100 gram) yang sangat baik bagi kesehatan mata dan kulit.

Yogurt

Yogurt dengan tekstur lembut dan rasa asam-manis yang segar. Kabar baiknya, makanan satu ini kaya akan probiotik bernama lactobacilli yang sangat baik dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Probiotik sendiri merupakan bakteri hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat akan menjaga keseimbangan jumlah bakteri baik di dalam tubuh.

Blueberry

Manfaat utama blueberry sebenarnya terletak pada warna biru-keunguannya yang cantik. Warna tersebut ternyata muncul karena kandungan anthocyanin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan dapat mencegah terjadinya peradangan. Selain itu, buah mungil ini juga merupakan sumber zat katekin yang berfungsi sebagai antioksidan. Blueberry kerap kali dilabeli sebagai “superfood” sebab dalam satu cup buah blueberry mampu memenuhi 25% kebutuhan manusia akan vitamin C (8,1 mg per 100 gram), dan mengandung 4 gram serat. Vitamin C berperan sebagai booster bagi produksi sel darah putih sehingga sistem kekebalan tubuh semakin kuat, sementara kandungan seratnya sangat baik untuk kelancaran sistem pencernaan.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon