Makanan Untuk Menjaga Imun Dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Angeline Marzella
Kamis, 25 April 2024 |
31117 kali
Pengertian
pangan fungsional pertama kali berasal dari Jepang. Disana pangan seperti ini
disebut sebagai ‘FOSHU (Food of Special Health Use)’. Sementara itu di Amerika
Serikat lebih sering dipakai istilah ‘nutrasetika’, dan di Eropa menggunakan istilah
‘pangan fungsional’. Perlu digarisbawahi bahwa pangan fungsional harus berbentuk
makanan, bukan obat. Salah satu tujuan dari pangan fungsional adalah dapat
meningkatkan fungsi imun atau daya tahan tubuh. Kelompok ini selanjutnya disebut
sebagai imunonutrien atau pangan fungsional untuk meningkatkan daya tahan
tubuh.
Terdapat tiga kelompok
pangan fungsional yang dalam banyak riset terbukti berdampak pada sistem daya
tahan tubuh, yaitu asam lemak omega-3, mikronutrien (vitamin A, C, E, dan
selenium) dan probiotik.
Asam
Lemak Omega-3
Terdapat tiga bentuk
asam lemak omega-3, yaitu ALA (alpha-linoleic acid), EPA (eicosapentaenoic
acid), dan DHA (docosahexaenoic acid). ALA dapat ditemukan pada minyak dari
tanaman seperti pada kacang kedelai, sementara itu APA dan DHA banyak ditemukan
pada ikan dan golongan seafood lainnya.
Mikronutrien
Vitamin A
Terdapat dua bentuk
vitamin A, yaitu retinol dan karotenoid yang merupakan provitamin A. Retinol
dapat ditemukan pada produk makanan dari hewani seperti susu, ikan dan daging
(terutama pada bagian liver). Beta-karoten adalah karotenoid provitamin A yang
paling utama, banyak ditemukan pada wortel, brokoli, melon, dan labu.
Vitamin C
Vitamin C juga dikenal
sebagai asam askorbat. Buah dan sayuran adalah sumber terbaik untuk vitamin C,
khususnya buah jeruk dan tomat. Kandungan vitamin C dalam makanan dapat
berkurang selama proses penyimpanan dan pemasakan,
karena vitamin C mudah larut dalam air dan tidak tahan panas. Karena itu sumber
terbaik vitamin C tetap berasal dari buah dan sayuran segar yang dikonsumsi
langsung.
Vitamin E
Vitamin E juga dikenal
sebagai alfa-tokoferol. Kacang-kacangan dan minyak sayuran merupakan sumber
terbaik vitamin E. Jumlah signifikan dari vitamin E juga ditemui dalam sayuran
hijau seperti bayam dan brokoli. Vitamin E sendiri merupakan kumpulan nama untuk
komponen larut lemak yang memiliki aktivitas antioksidan signifikan.
Selenium
Selenium adalah mineral
yang merupakan mikronutrien penting untuk tubuh. Selenium berperan dalam
melindungi dari kerusakan oksidatif dan terjadinya infeksi. Seafood adalah
sumber makanan yang kaya akan selenium. Sumber lainnya bisa didapat dari
daging, ayam, ikan, telur dan produk susu.
Probiotik
Probiotik memiliki beberapa efek untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui imunomodulasi. Sumber utama probiotik adalah dari makanan fermentasi yang dibuat menggunakan aktivitas metabolik dan pertumbuhan dari berbagai jenis kultur mikroba hidup. Beberapa makanan fermentasi diantaranya adalah dari produk susu seperti yogurt, kimchi dan acar sayuran lainnya, serta produk dari kacang kedelai seperti tempe dan miso. Perlu dicatat dari penjelasan diatas, bahwa sumber pangan yang bersifat imunonutrien ternyata tidak diperoleh dari 1-2 jenis bahan makanan saja. Keberagaman makanan mutlak diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
10 Rekomendasi Makanan
Untuk Menjaga Imun Dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh :
Brokoli
Rekomendasi pertama
yaitu brokoli, sayuran hijau yang memiliki kandungan vitamin C, E, dan A yang
tinggi. Jenis sayuran ini juga tinggi mineral dan antioksidan, yang pastinya
sangat baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Kacang
almond
Selain itu, ada pula
kacang almond, salah satu jenis kacang-kacangan yang memang sangat kaya
nutrisi. Kacang satu ini juga tinggi kandungan vitamin E, zat besi, mangan,
protein, serat, dan lemak sehat yang turut berperan dalam daya tahan tubuh.
Supaya bisa mendapatkan manfaat tersebut, setidaknya kamu perlu mengonsumsi 30
butir kacang almond atau 30 gram setiap harinya.
Bayam
Mengonsumsi bayam juga
baik untuk menunjang imunitas tubuh. Sayuran ini juga mengandung antioksidan,
vitamin C, dan beta karoten yang memaksimalkan kemampuan tubuh dalam memerangi
penyakit. Selain dalam bentuk sayuran masak, kamu juga dapat mengolah bayam
menjadi jus yang segar dan kaya manfaat.
Biji
bunga matahari
Biji bunga matahari
memiliki nutrisi kompleks yang baik untuk kekebalan tubuh. Misalnya, magnesium,
selenium, fosfat, vitamin E, dan vitamin B6. Sebuah studi menyebutkan,
mengonsumsi biji bunga matahari secara teratur dapat menurunkan risiko tubuh
dari infeksi virus dan peradangan.
Jahe
Jahe dipercaya memiliki
banyak manfaat untuk kesehatan, terutama meningkatkan sistem imun. Manfaat
mengonsumsi jahe yaitu membantu mengurangi peradangan. Jahe juga dapat membantu
ketika mengalami mual.
Chia
Seeds
Chia seeds berasal dari
tumbuhan bernama Salvia hispanica L. dan merupakan sumber makanan nabati yang
paling kaya akan omega 3. Dalam percobaan yang dilakukan, konsumsi chia seeds
menunjukkan tingkat imunitas yang lebih tinggi. Imunitas yang lebih baik
ditunjukkan dengan kadar serum IgE (antibodi yang dihasilkan oleh sistem imun)
lebih tinggi daripada kelompok kontrol yang tidak diberi asupan chia seeds sama
sekali.
Chia seeds cukup
fleksibel untuk dicampur dengan beragam makanan dan minuman. Anda bisa
membubuhkan chia seeds ke dalam adonan puding, segelas lemonade, semangkok
yogurt, semangkok sereal, dan lain sebagainya.
Seafood
Kerang-kerangan seperti
tiram, kepiting, dan lobster serta ikan berlemak seperti tuna, salmon, makarel,
sarden dan herring memiliki kandungan zinc dan protein yang tinggi. Kedua zat
tersebut berperan penting dalam pembentukan imun sistem dan penyembuhan luka.
Selain itu, ikan
berlemak juga merupakan sumber omega-3, EPA, dan DHA yang berfungsi sebagai
anti-peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Paprika
Merah
Siapa sangka, ternyata
paprika merah memiliki kandungan vitamin C hingga 2-3 kali lebih tinggi
daripada buah jeruk. Sebab dalam 100 gram paprika merah terkandung 127 mg
vitamin C. Selain vitamin C, Paprika merah juga kaya akan beta karoten (1620
mg/100 gram) yang sangat baik bagi kesehatan mata dan kulit.
Yogurt
Yogurt dengan tekstur
lembut dan rasa asam-manis yang segar. Kabar baiknya, makanan satu ini kaya
akan probiotik bernama lactobacilli yang sangat baik dalam menjaga kesehatan
sistem pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Probiotik sendiri
merupakan bakteri hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat akan
menjaga keseimbangan jumlah bakteri baik di dalam tubuh.
Blueberry
Manfaat utama blueberry sebenarnya terletak pada warna biru-keunguannya yang cantik. Warna tersebut ternyata muncul karena kandungan anthocyanin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan dapat mencegah terjadinya peradangan. Selain itu, buah mungil ini juga merupakan sumber zat katekin yang berfungsi sebagai antioksidan. Blueberry kerap kali dilabeli sebagai “superfood” sebab dalam satu cup buah blueberry mampu memenuhi 25% kebutuhan manusia akan vitamin C (8,1 mg per 100 gram), dan mengandung 4 gram serat. Vitamin C berperan sebagai booster bagi produksi sel darah putih sehingga sistem kekebalan tubuh semakin kuat, sementara kandungan seratnya sangat baik untuk kelancaran sistem pencernaan.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |