Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasok)
Ika Resti Hastari
Rabu, 06 September 2023   |   47815 kali

Dalam melakukan bisnis, ada serangkaian proses untuk mengolah produk hingga mendistribusikan produk kepada konsumen. Rangkaian tersebut tergantung bagaimana pengelolaan supply chain management. Jika terkelola dengan baik, perusahaan mudah meraup keuntungan. Selain itu juga, muncul kepuasan pelanggan yang berdampak pada brand engagement perusahaan.

Namun, jika tidak terkelola dengan baik, perusahaan pun ikut terdampak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami supply chain management mulai dari pengertian, tujuan, proses hingga strategi.

Apa Itu Supply Chain Management

Secara umum, supply chain management adalah serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengelolaan, dan aktivasi produk. Dari setiap kegiatan yang telah dijalankan tentu saja menggunakan strategi biaya yang berbasis efisien. Terkontrol dan mampu meningkatkan keuntungan. 

Jika merujuk pada salah satu ahli seperti James A. dan Mona J. Fitzsimmons, supply chain management membutuhkan pemanfaatan teknologi informasi. Artinya, perangkat lunak (software) dibutuhkan untuk mengelola proses bahan baku menjadi bahan jadi. Bahkan, turut serta dalam pencatatan distribusi produk kepada konsumen. 

Tujuan Supply Chain Management

Tujuan dari supply chain management adalah mengatur dan mengelola antara penawaran dan permintaan dengan baik. Jika mampu melakukannya, sebenarnya tidak akan ada masalah-masalah yang muncul. Meskipun begitu, kita perlu tahu apa saja masalah yang termasuk dalam supply chain management yaitu:

a.Relasi antara konsumen dan klien

b.Pengadaan barang dengan distributor

c. Level dalam outsourcing

Nah, ketika mengetahui masalah-masalah tersebut, kita perlu mengelolanya dengan baik. Namun, tidak sekadar baik melainkan juga efisien. Jika itu terjadi, keuntungan akan hadir di perusahaan dan brand management perusahaan tetap terjaga.

 

Prinsip-prinsip dalam Supply Chain Management

Supply chain management atau yang biasa disebut manajemen rantai pasokan memiliki beberapa prinsip. Nah, prinsip ini berkaitan dengan alur koordinasi baik itu produksi, hubungan dengan supplier maupun distribusi produk ke konsumen. Bahkan, lebih dari itu, koordinasi tidak sekadar fisik melainkan juga maya. Dalam hal ini adalah penyedia layanan perangkat lunak.

Di bawah ini adalah prinsip-prinsip dalam manajemen rantai pasokan yaitu:

1. Melihat konsumen berdasarkan kebutuhan atau permintaan.

2.Membangun relasi dengan supplier sehingga meminimalisir biaya material.

3.Menggunakan teknologi informasi untuk menunjang rantai pasokan mulai dari produksi, distribusi, hingga promosi produk.

4.Mengamati target pasar untuk kemudian menjadikan sebagai perencanaan dalam merancang produk.

5.Mengetahui produk yang lebih cocok kepada konsumen.

6.Mengelola aliran informasi agar lebih cair dan terarah.

7.Memanfaatkan teknologi informasi untuk mengukur kinerja rantai pasokan sehingga memiliki bahan evaluasi.

Proses-proses dalam Supply Chain Management

Dalam setiap proses pasti ada tahapan. Nah, inilah proses yang perlu dilalui oleh pebisnis dalam mengelola manajemen rantai pasokan. 

·         Perencanaan

Setiap perencanaan membutuhkan sesuatu yang detail. Maka dari itu, perencanaan terbagi menjadi beberapa tahap seperti: perencanaan produksi, perencanaan pembelian barang, perencanaan tenaga kerja, dan perkiraan permintaan konsumen.

Untuk yang terakhir, tentang perkiraan permintaan konsumen, pebisnis perlu mengetahui jumlah dan jenis produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga, saat melakukan perencanaan sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Namun, untuk melihat kesesuaian, pebisnis perlu tahu laporan penjualan pada periode sebelumnya. Kemudian, memahami target pasar terkini, apakah ada pergeseran atau tidak. 

·         Pengadaan

Ketika mengetahui jumlah dan jenis produk maka langkah selanjutnya adalah pengadaan. Dalam proses pengadaan ada beberapa tahapan yang perlu dilalui. Seperti pengajuan, persetujuan, hingga pemesanan ke supplier

Ketika hendak melakukan pengadaan, alangkah lebih baik menggunakan perangkat lunak yang memadai. Hal tersebut akan menghemat biaya dan waktu. Sehingga, bisnis dapat teralihkan ke fokus lainnya. 

·         Produksi

Proses produksi adalah mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Dalam melakukan proses produksi, tidak hanya menggunakan tenaga manusia melainkan juga menggunakan mesin. Bahkan, yang tidak kalah penting adalah memanfaatkan perangkat lunak (software). 

·         Pengelolaan Gudang

Satu hal yang penting dalam pengelolaan gudang adalah mengatur arus keluar masuk barang. Mana produk yang masih dibutuhkan dan mana produk yang harus dilego. Bahkan, mana yang merupakan dead stock. Jika hendak melakukan pengelolaan gudang, sebaiknya lakukan stock opname.

·         Pengiriman Produk

Gudang sudah selesai kita kelola melalui stock opname. Maka, langkah selanjutnya adalah Anda melakukan pengemasan produk. Nah, kemasan produk juga bisa menentukan brand engagement bisnis. Sebab, dengan kemasan yang baik, konsumen akan merasa senang. 

Untuk pengiriman produk, kita perlu menjalin relasi dengan jasa pengiriman. Tidak sekadar cepat, tetapi mampu mengamankan produk agar tidak rusak. 

·         Pengembalian Produk

Pengembalian produk dapat disebut juga dengan retur. Hal tersebut dapat terjadi apabila ada kerusakan produk, produk tidak lengkap, atau produk tidak sampai. Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya sistem yang memudahkan konsumen apabila melakukan komplain. 

SCM Dalam Pemerintahan

. Di sektor pemerintah konsep SCM belum banyak dikenal. Namun namun pada prakteknya sudah digunakan oleh beberapa instansi, walau tidak sepenuhnya. Saat ini SCM belum menjadi praktek yang digunakan secara luas di pemerintahan. Mengingat manfaatnya yang sudah teruji di dunia bisnis dan industri, alangkah baiknya bilamana pemerintah dapat mengadopsi best practice ini untuk meningkatkan kinerjanya.


Penulis: Alpha Akbar Radytia. KPKNL Tangerang I.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini