Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasok)
Ika Resti Hastari
Rabu, 06 September 2023 |
273460 kali
Dalam melakukan bisnis, ada serangkaian proses untuk
mengolah produk hingga mendistribusikan produk kepada konsumen. Rangkaian
tersebut tergantung bagaimana pengelolaan supply
chain management. Jika terkelola dengan baik, perusahaan mudah meraup
keuntungan. Selain itu juga, muncul kepuasan pelanggan yang berdampak pada
brand engagement perusahaan.
Namun, jika tidak terkelola dengan baik, perusahaan
pun ikut terdampak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami supply chain management mulai dari
pengertian, tujuan, proses hingga strategi.
Apa Itu Supply Chain Management
Secara umum, supply chain management adalah
serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengelolaan, dan aktivasi
produk. Dari setiap kegiatan yang telah dijalankan tentu saja menggunakan
strategi biaya yang berbasis efisien. Terkontrol dan mampu meningkatkan
keuntungan.
Jika merujuk pada salah satu ahli seperti James A. dan Mona
J. Fitzsimmons, supply chain management membutuhkan
pemanfaatan teknologi informasi. Artinya, perangkat lunak (software)
dibutuhkan untuk mengelola proses bahan baku menjadi bahan jadi. Bahkan, turut
serta dalam pencatatan distribusi produk kepada konsumen.
Tujuan Supply Chain Management
Tujuan dari supply chain
management adalah mengatur dan mengelola antara penawaran dan permintaan dengan
baik. Jika mampu melakukannya, sebenarnya tidak akan ada masalah-masalah yang
muncul. Meskipun begitu, kita perlu tahu apa saja masalah yang termasuk dalam
supply chain management yaitu:
a.Relasi antara konsumen dan klien
b.Pengadaan barang dengan distributor
c. Level dalam outsourcing
Nah, ketika mengetahui
masalah-masalah tersebut, kita perlu mengelolanya dengan baik. Namun, tidak
sekadar baik melainkan juga efisien. Jika itu terjadi, keuntungan akan hadir di
perusahaan dan brand management perusahaan tetap terjaga.
Prinsip-prinsip dalam Supply Chain Management
Supply chain
management atau
yang biasa disebut manajemen rantai pasokan memiliki beberapa prinsip. Nah,
prinsip ini berkaitan dengan alur koordinasi baik itu produksi, hubungan dengan
supplier maupun distribusi produk ke konsumen. Bahkan, lebih dari itu,
koordinasi tidak sekadar fisik melainkan juga maya. Dalam hal ini adalah
penyedia layanan perangkat lunak.
Di bawah ini adalah prinsip-prinsip dalam manajemen rantai
pasokan yaitu:
1. Melihat konsumen berdasarkan
kebutuhan atau permintaan.
2.Membangun relasi dengan supplier
sehingga meminimalisir biaya material.
3.Menggunakan teknologi informasi
untuk menunjang rantai pasokan mulai dari produksi, distribusi, hingga promosi
produk.
4.Mengamati target pasar untuk
kemudian menjadikan sebagai perencanaan dalam merancang produk.
5.Mengetahui produk yang lebih
cocok kepada konsumen.
6.Mengelola aliran informasi agar
lebih cair dan terarah.
7.Memanfaatkan teknologi informasi
untuk mengukur kinerja rantai pasokan sehingga memiliki bahan evaluasi.
Proses-proses
dalam Supply Chain Management
Dalam setiap proses pasti ada tahapan. Nah, inilah
proses yang perlu dilalui oleh pebisnis dalam mengelola manajemen rantai
pasokan.
·
Perencanaan
Setiap
perencanaan membutuhkan sesuatu yang detail. Maka dari itu, perencanaan terbagi
menjadi beberapa tahap seperti: perencanaan produksi, perencanaan pembelian
barang, perencanaan tenaga kerja, dan perkiraan permintaan konsumen.
Untuk yang
terakhir, tentang perkiraan permintaan konsumen, pebisnis perlu mengetahui
jumlah dan jenis produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga, saat
melakukan perencanaan sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Namun, untuk melihat kesesuaian, pebisnis perlu tahu
laporan penjualan pada periode sebelumnya. Kemudian, memahami target pasar
terkini, apakah ada pergeseran atau tidak.
·
Pengadaan
Ketika
mengetahui jumlah dan jenis produk maka langkah selanjutnya adalah pengadaan.
Dalam proses pengadaan ada beberapa tahapan yang perlu dilalui. Seperti
pengajuan, persetujuan, hingga pemesanan ke supplier.
Ketika hendak melakukan pengadaan, alangkah lebih baik
menggunakan perangkat lunak yang memadai. Hal tersebut akan menghemat biaya dan
waktu. Sehingga, bisnis dapat teralihkan ke fokus lainnya.
·
Produksi
Proses produksi
adalah mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Dalam melakukan proses
produksi, tidak hanya menggunakan tenaga manusia melainkan juga menggunakan
mesin. Bahkan, yang tidak kalah penting adalah memanfaatkan perangkat lunak (software).
·
Pengelolaan Gudang
Satu hal yang
penting dalam pengelolaan gudang adalah mengatur arus keluar masuk barang. Mana
produk yang masih dibutuhkan dan mana produk yang harus dilego. Bahkan, mana
yang merupakan dead stock. Jika hendak melakukan pengelolaan
gudang, sebaiknya lakukan stock opname.
·
Pengiriman Produk
Gudang sudah
selesai kita kelola melalui stock opname. Maka, langkah selanjutnya
adalah Anda melakukan pengemasan produk. Nah, kemasan produk juga bisa
menentukan brand engagement bisnis. Sebab, dengan kemasan yang
baik, konsumen akan merasa senang.
Untuk pengiriman
produk, kita perlu menjalin relasi dengan jasa pengiriman. Tidak sekadar cepat,
tetapi mampu mengamankan produk agar tidak rusak.
·
Pengembalian Produk
Pengembalian
produk dapat disebut juga dengan retur. Hal tersebut dapat terjadi apabila ada
kerusakan produk, produk tidak lengkap, atau produk tidak sampai. Maka dari
itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya sistem yang memudahkan
konsumen apabila melakukan komplain.
SCM
Dalam Pemerintahan
. Di sektor pemerintah konsep SCM belum banyak dikenal. Namun namun pada prakteknya sudah digunakan oleh beberapa instansi, walau tidak sepenuhnya. Saat ini SCM belum menjadi praktek yang digunakan secara luas di pemerintahan. Mengingat manfaatnya yang sudah teruji di dunia bisnis dan industri, alangkah baiknya bilamana pemerintah dapat mengadopsi best practice ini untuk meningkatkan kinerjanya.
Penulis: Alpha Akbar Radytia. KPKNL Tangerang I.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |