SERASI Minggu Keempat Desember 2022
Regina Ria Karolina
Selasa, 27 Desember 2022 |
173 kali
SERASI atau Sepekan Informasi dan
Inspirasi, forum sekaligus wadah berbagi informasi yang digelar dengan format
penyampaian materi dan diskusi di lingkungan internal KPKNL Singkawang telah
dilaksanakan hingga pekan keempat bulan Desember tahun 2022. Pekan ini forum
Serasi hanya dapat diselenggarakan sebanyak tiga kali, yakni pada hari
Senin dengan pemateri Granthis, Rabu
dengan pemateri Diajeng K. Puspamaya, dan Kamis dengan pemateri Iwan Zuardi.
Senin (19/12) diskusi Serasi dilaksanakan
secara luring bertempat di Ruang Poteng KPKNL Singkawang dengan pemateri
Granthis. Pelaksana pada Seksi Piutang Negara ini menyampaikan materi ringan
dengan judul “Tips Memancing Ikan Gabus”. Pemateri yang mengaku memiliki
kegemaran memancing ini menyampaikan sejumlah hal mengenai ikan gabus mulai
dari asal-usulnya, sebutan di berbagai daerah, sejumlah kontur perairan yang
digemari dan banyak terdapat ikan gabus, hingga sejumlah kelebihan yang
dimiliki oleh ikan yang masih tergolong predator ini. Pada kesempatan yang
dimiliki, pemateri juga menyampaikan sejumlah umpan jitu untuk memancing ikan
gabus, diantaranya : katak kecil, ikan kecil wader, cacing tanah, belalang,
dan keong kecil.
Rabu (21/12) adalah giliran
Diajeng Kayana Puspamaya menyampaikan materi pada diskusi Serasi. Di hadapan
seluruh pegawai KPKNL Singkawang, pemateri yang merupakan pelaksana pada Seksi
HI ini menyampaikan materi mengenai “Beberapa jenis Tarian Adat Kalimantan
Barat”. Mengawali materinya, Maya menyampaikan bahwa Kalimantan Barat, sebuah
propinsi yang dihuni oleh penduduk dengan corak yang multietnis selain memiliki
alam yang eksotis juga menyimpan beragam warisan budaya yang unik dan menarik.
Salah satu keunikan tersebut adalah tari-tarian yang merupakan kekhasan dan terpelihara
khususnya oleh masyarakat adat Dayak dan Melayu, dua suku terbesar dan tertua
di Kalimantan Barat. Sejumlah tari-tarian tersebut di antaranya : Tari Monong,
Tari Zapin, Tari Ajat Temuai Datai, dan Tari Tidayu.
Kamis (22/12) diskusi Serasi diisi dengan penyampaian materi oleh Iwan Zuardi. Pelaksana pada Sub Bagian Umum ini menyampaikan materi dengan judul “Sejarah Singkat Makam Juang Mandor”. Pemateri menyampaikan bahwa bagi masyarakat Kalimantan Barat pasti tidak asing dengan suatu lokasi bersejarah berupa makam korban pembunuhan keji oleh kolonial Jepang yang terjadi pada tahun 1942 hingga 1944. Di lokasi tersebut, tambah pemateri, terkubur para tokoh masyarakat, pemuka adat, ulama, kaum cendikiawan, hingga para pejuang dari kalangan masyarakat biasa. Pemateri kemudian mengulas secara singkat riwayat tragedi kemanusiaan tersebut sekaligus sejumlah tokoh Kalimantan Barat yang tercatat menjadi korbannya. Diakhir pemateri mengingatkan kepada audiens untuk selalu mengenang dan meneruskan spirit perjuangan para pahlawan tentunya dalam konteks kekinian dengan cara turut serta membangun dan merawat keberlangsungan negara.
Penulis : Gusti Juliansyah
Foto Terkait Berita