Forum SERASI KPKNL Singkawang Minggu III Oktober 2022
Regina Ria Karolina
Senin, 24 Oktober 2022 |
114 kali
Senin (17/10) SERASI, forum
diskusi internal KPKNL Singkawang, untuk awal pekan pertama bulan Oktober, diisi
dengan penyampaian materi oleh Ahmad Taufiq Ramadlan. Bertempat di Ruang Gunung
Poteng KPKNL Singkawang, Pelaksana pada Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN)
ini menyampaikan materi dengan judul “Jenis-Jenis Sepeda”. Tren penggunaan
sepeda dalam beberapa tahun terakhir membawa pemateri untuk memperkenalkan
berbagai jenis sepeda yang biasanya digunakan. Sebelum mennyebutkan berbagai
jenis sepeda, pemateri juga menyampaikan mengenai sejarah mengenai sepeda
terlebih dahulu. Beberapa jenis sepeda yang dijelaskan pemateri yang pertama
adalah sepeda bmx dimana sepeda ini biasanya digunakan untuk atraksi/free
style, yang kedua adalah sepeda lipat dimana sepeda ini sangat terkenal di era pandemik
karena bentuknya yang compact dan mudah dibawa. Jenis sepeda ketiga adalah
mountain bike (MTB) yaitu sepeda yang sering digunakan di jalur yang sulit dan
terjal. Jenis sepeda selanjutnya adalah road bike atau dikenal dengan sepeda
balap dimana sepeda ini sudah disesuaikan untuk digunakan dalam balapan sepeda.
Pemateri kemudian menjelaskan juga jenis sepeda hybrid, bentuk sepeda ini
hampir mirip dengan sepeda balap namun berbeda di bagian stangnya dan nyaman
digunakan untuk bersepeda sehari-hari di jalan yang baik. Jenis sepeda terakhir
adalah sepeda listrik, sepeda ini banyak digunakan oleh para ibu atau lansia
karna selain bisa digunakan untuk berolahraga, sepeda ini juga mampu menjadi
kendaraan bermotor yang nyaman digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Pemateri berharap
dengan penjelasan ini para pegawai dapat lebih memahami jenis-jenis sepeda dan
penggunaannya.
Rabu (19/10) SERASI diisi dengan
penyampaian materi oleh Ayu Seger Miranda Pamungkas, Pelaksana pada Seksi
Kepatuhan Internal (KI) KPKNL Singkawang, dengan judul “Apa itu VO2 Max?”. pada
penyampaian materi kali ini , pemateri menjelaskan mengenai VO2 Max yang artinya
adalah kemampuan maksimal seseorang dalam mengonsumsi oksigen saat tubuhnya
sedang beraktivitas yang intens, seperti saat berolahraga atau sederhananya
adalah kemampuan organ tubuh saat kita beraktivitas intens dalam jangka waktu
tertentu. Pemateri menjelaskan bahwa VO2 Max ini dapat dipengaruhi oleh genetic,
jenis kelamin, usia dan aktifitas (latihan). Pemateri juga menjelaskan dan
menampilkan nilai ambang batas VO2 Max bagi perempuan dan laki-laki. Ada beberapa
cara untuk mengukur kemampuan VO2 Max yaitu dengan Balke test (lari 15 menit),
Cooper test (lari 12 menit), Beep test (shuttle run 20 m), walking test, dan circuit
training. VO2 Max ini memiliki berbagai manfaat yaitu ; kadar stres yang
menurun, meningkatkan sistem imun sehingga Anda lebih jarang sakit, tidak mudah
lelah saat melakukan aktivitas berat atau berolahraga, dan meningkatkan kebugaran
dan menentukan prestasi. Pemateri berharap semoga para pegawai dapat lebih
memahami VO2 Max dan dapat lebih
bersemangat dalam menjaga kesehatan.
Kamis (20/10) SERASI kali ini
diisi dengan penyampaian materi oleh Pelaksana dari Subbagian Umum, Lunda Nine Aleva.
Materi yang disampaikan berjudul “Mengenal Istilah Burnout”. Pemateri menyoroti
mengenai kesehatan mental dan menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud burnout.
Keadaan burnout ini merupakan Kondisi
stres berat yang dipicu oleh pekerjaan atau hal rutin yang dilakukan serta berpengaruh
pada kesehatan fisik dan mental. Beberapa pemicu seorang mengalami bournout; memaksakan diri / terpaksa untuk terus
bekerja, kurang mendapatkan apresiasi, memiliki beban kerja yang berat, memiliki
pekerjaan yang monoton, right man on the wrong place, dan tidak memiliki social
support yang baik. Pemateri juga menjelaskan bagaimana ciri-cirinya, beberapa
ciri seorang mengalami burnout adalah sebagai berikut; Hilang semangat bekerja,
Hilang kreativitas bekerja, Rasa kelelahan yang amat sangat, Timbul rasa benci
pada pekerjaan, Performa kerja menurun, Tidak terarah dalam bekerja, Sulit
berkonsentrasi, dan Curiga pada lingkungan kerja. Seorang yang telah mengalami
burnout biasanya merasakan depresi dan paranoid juga mengalami gangguan fisik seperti
gangguan tidur, sakit kepala, nyeri otor dan berkurangnya nafsu makan. Bila telah
mengalami ciri-ciri tersebut, pemateri memberikan beberapa solusi yaitu; Buat
prioritas, Berkomunikasi dengan atasan terkait beban kerja, Expect nothing,
appreciate everything, Bercerita kepada seseorang yang dapat dipercaya, dan Jaga
keseimbangan hidup. Mengenali kesehatan mental kita adalah hal yang penting,
pemateri berharap pegawai dapat lebih aware terhadap kondisi mentalnya
khususnya saat bekerja.
Foto Terkait Berita