Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Singkawang
Integritas: Nilai Paling Fundamental Bekerja di Kementerian Keuangan

Integritas: Nilai Paling Fundamental Bekerja di Kementerian Keuangan

Iga Trisna Nurma Sari
Selasa, 02 Desember 2025 |   105 kali


Integritas adalah nilai paling fundamental yang harus dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara, pun tidak terkecuali insan pegawai Kementerian Keuangan. Nilai inilah yang mencerminkan kejujuran, ketulusan, dan konsistensi dalam tindakan keseharian. Integritas bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik yang bersih dan transparan.

Integritas merupakan gambaran diri sendiri dalam suatu organisasi yang terlihat dari tindak-tanduk tindakan yang dilakukan sehari-hari. Seseorang yang benar memiliki integritas adalah mereka yang dapat diberi kepercayaan dan berhasil mempertahankan kepercayaan yang diberikan itu. Hal ini didasarkan pada kesesuaian antara tindakan dan ucapannya. Integritas mencerminkan seseorang dengan suatu ciri yang berprinsip transparan, bertanggungjawab, dan objektif

Salah satu contoh perilaku yang tidak mencerminkan integritas adalah menutupi informasi atau tidak mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Ketika informasi yang relevan tidak disampaikan dengan jujur, tidak hanya proses kerja yang terganggu, tetapi juga kepercayaan rekan kerja dan para pemangku kepentingan. Ini adalah bentuk pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap individu di lingkungan kerjanya masing-masing.

Dalam menjalankan tugas di Kementerian Keuangan, komunikasi yang baik dan terbuka dengan rekan kerja menjadi sangat penting. Ketika ada hal-hal yang perlu disampaikan, baik terkait kendala maupun pencapaian, sebaiknya tidak ada yang ditutupi. Dengan komunikasi yang jujur, tim dapat bekerja lebih efektif, saling membantu dalam mengatasi tantangan, dan mencapai tujuan bersama.

Sebagai contoh, jika seorang pegawai mengetahui adanya kesalahan dalam pelaporan keuangan, namun memilih untuk tidak melaporkannya, maka ini adalah pelanggaran serius terhadap integritas. Sebaliknya, dengan melaporkan kesalahan tersebut, meskipun mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan, pegawai tersebut telah menunjukkan sikap yang berani dan berintegritas.

Dalam menjalani karier di Kementerian Keuangan, kita juga dapat mengambil inspirasi dari kutipan Mohammad Hatta, "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki." Kutipan ini mengingatkan kita bahwa kejujuran adalah hal fundamental yang membedakan seseorang dengan integritas dari yang tidak.

Ketika seseorang sudah kehilangan integritas, sulit bagi orang tersebut untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari rekan kerja, atasan, maupun publik. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga integritas dalam setiap tindakan, sekecil apapun itu. Setiap pelanggaran terhadap integritas, bahkan yang tampaknya sepele, bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari Kementerian Keuangan, kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan menumbuhkan nilai integritas dalam setiap aspek pekerjaan. Dengan integritas yang kuat, kita tidak hanya menjadi pegawai yang profesional, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat yang kita layani.

Integritas adalah modal utama yang tidak bisa ditawar dalam pelayanan publik. Melalui sikap jujur, terbuka, dan konsisten, kita dapat membangun lingkungan kerja yang sehat, mendukung, dan dipercaya oleh semua pihak. Pada akhirnya, nilai integritas inilah yang akan memastikan bahwa kita dapat melayani negara dengan sebaik-baiknya.

Ketika kita memiliki integritas diri yang tinggi, orang-orang di sekitar kita dapat melihatnya melalui tindakan, kata-kata, keputusan, metode yang kita lakukan, serta hasil yang kita dapatkan. Analoginya, ketika kita menjadi pribadi yang utuh dan konsisten, maka di manapun dan apapun kondisinya diri kita adalah pribadi yang sama. Kita tidak akan pernah meninggalkan bagian diri kita dalam kondisi lain, karena kita telah menjadi pribadi yang konsisten. Dengan kata lain, Anda selalu menjadi diri Anda sendiri sepanjang waktu, kapanpun dan di manapun.

Penulis: Ervina Sri Destiawati (Pelaksana Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Singkawang)

 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon