Integritas: Nilai Paling Fundamental Bekerja di Kementerian Keuangan
Iga Trisna Nurma Sari
Selasa, 02 Desember 2025 |
105 kali
Integritas adalah nilai paling fundamental yang harus dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara, pun tidak terkecuali insan pegawai Kementerian Keuangan. Nilai inilah yang mencerminkan kejujuran, ketulusan, dan konsistensi dalam tindakan keseharian. Integritas bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik yang bersih dan transparan.
Integritas merupakan
gambaran diri sendiri dalam suatu organisasi yang terlihat dari tindak-tanduk tindakan
yang dilakukan sehari-hari. Seseorang yang benar memiliki integritas adalah
mereka yang dapat diberi kepercayaan dan berhasil mempertahankan kepercayaan
yang diberikan itu. Hal ini didasarkan pada kesesuaian antara tindakan dan
ucapannya. Integritas mencerminkan seseorang dengan suatu ciri yang berprinsip transparan,
bertanggungjawab, dan objektif
Salah satu contoh
perilaku yang tidak mencerminkan integritas adalah menutupi informasi atau
tidak mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Ketika informasi yang relevan
tidak disampaikan dengan jujur, tidak hanya proses kerja yang terganggu, tetapi
juga kepercayaan rekan kerja dan para pemangku kepentingan. Ini adalah bentuk
pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh
setiap individu di lingkungan kerjanya masing-masing.
Dalam menjalankan tugas
di Kementerian Keuangan, komunikasi yang baik dan terbuka dengan rekan kerja
menjadi sangat penting. Ketika ada hal-hal yang perlu disampaikan, baik terkait
kendala maupun pencapaian, sebaiknya tidak ada yang ditutupi. Dengan komunikasi
yang jujur, tim dapat bekerja lebih efektif, saling membantu dalam mengatasi
tantangan, dan mencapai tujuan bersama.
Sebagai contoh, jika
seorang pegawai mengetahui adanya kesalahan dalam pelaporan keuangan, namun
memilih untuk tidak melaporkannya, maka ini adalah pelanggaran serius terhadap
integritas. Sebaliknya, dengan melaporkan kesalahan tersebut, meskipun mungkin
akan menimbulkan ketidaknyamanan, pegawai tersebut telah menunjukkan sikap yang
berani dan berintegritas.
Dalam menjalani karier di
Kementerian Keuangan, kita juga dapat mengambil inspirasi dari kutipan Mohammad
Hatta, "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat
dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki." Kutipan ini mengingatkan kita bahwa kejujuran
adalah hal fundamental yang membedakan seseorang dengan integritas dari yang
tidak.
Ketika seseorang sudah kehilangan integritas,
sulit bagi orang tersebut untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari rekan
kerja, atasan, maupun publik. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga
integritas dalam setiap tindakan, sekecil apapun itu. Setiap pelanggaran
terhadap integritas, bahkan yang tampaknya sepele, bisa berdampak besar dalam
jangka panjang.
Sebagai bagian dari Kementerian Keuangan, kita
semua memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan menumbuhkan nilai
integritas dalam setiap aspek pekerjaan. Dengan integritas yang kuat, kita
tidak hanya menjadi pegawai yang profesional, tetapi juga menjadi teladan bagi
masyarakat yang kita layani.
Integritas adalah modal utama yang tidak bisa
ditawar dalam pelayanan publik. Melalui sikap jujur, terbuka, dan konsisten,
kita dapat membangun lingkungan kerja yang sehat, mendukung, dan dipercaya oleh
semua pihak. Pada akhirnya, nilai integritas inilah yang akan memastikan bahwa
kita dapat melayani negara dengan sebaik-baiknya.
Ketika kita memiliki integritas diri yang
tinggi, orang-orang di sekitar kita dapat melihatnya melalui tindakan,
kata-kata, keputusan, metode yang kita lakukan, serta hasil yang kita dapatkan.
Analoginya,
ketika kita menjadi pribadi yang utuh dan konsisten, maka di manapun dan apapun
kondisinya diri kita adalah pribadi yang sama. Kita tidak akan pernah
meninggalkan bagian diri kita dalam kondisi lain, karena kita telah menjadi
pribadi yang konsisten. Dengan kata lain, Anda selalu menjadi diri Anda sendiri
sepanjang waktu, kapanpun dan di manapun.
Penulis: Ervina Sri Destiawati (Pelaksana Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Singkawang)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |