Binar Kota Singkawang dalam Perayaan Cap Go Meh 2025: Perpaduan Budaya, Spiritualitas, dan Wisata.
Jennifer Evaulina
Kamis, 13 Februari 2025 |
540 kali
Kota Singkawang
kembali meriah dengan perayaan Cap Go Meh 2025 yang mengusung tema "Budaya
Mempersatu Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045". Rangkaian acara yang
berlangsung semarak dimulai dengan ritual buka mata naga, diikuti ritual tolak
bala yang membawa harapan dan keberkahan bagi masyarakat. Puncak perayaan
dilanjutkan dengan pawai lampion yang memukau, diiringi dengan karnaval Cap Go
Meh yang diikuti oleh ratusan peserta dan disaksikan oleh ribuan wisatawan
lokal.
Perayaan Cap Go Meh dimulai dengan pawai lampion yang menciptakan pemandangan malam yang menakjubkan. Lampion berwarna merah, emas, dan berbagai warna lainnya menghiasi jalan-jalan utama Singkawang melambangkan harapan dan keberuntungan di tahun yang baru. Pawai ini semakin semarak dengan kehadiran mobil hias bertemakan mitologi Tionghoa, naga raksasa yang menari di sepanjang jalan, serta parade barongsai yang memukau penonton. Suara genderang yang ditabuh dengan ritme dinamis semakin menambah suasana meriah, membuat pengunjung tenggelam dalam kegembiraan malam itu.
Puncak perayaan Cap Go Meh di Singkawang adalah atraksi Tatung yang selalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Tatung merupakan orang-orang yang dipercaya telah dirasuki roh leluhur atau dewa pelindung. Atraksi dari para Tatung yang menampilkan aksi luar biasa yang tampaknya bertentangan dengan hukum alam. Mereka menusukkan benda tajam ke tubuh mereka, berjalan di atas pecahan kaca, serta melakukan aksi ekstrem lainnya, namun tetap tanpa mengalami luka. Atraksi ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga ritual spiritual yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa di Singkawang yang percaya bahwa kehadiran Tatung akan membantu menolak bala, mengusir roh jahat, serta membawa berkah dan keberuntungan bagi warga kota
Perayaan Cap Go Meh
di Singkawang bukan hanya sekadar selebrasi, tetapi juga sebuah simbol
keberagaman dan harmoni antara budaya Tionghoa dan masyarakat lokal di
Kalimantan Barat. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang setiap
tahunnya, Cap Go Meh semakin dikenal sebagai salah satu festival budaya
terbesar di Indonesia. Pemerintah setempat telah berkomitmen untuk terus
melestarikan tradisi ini, sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar
semakin menarik bagi wisatawan internasional.
Penulis:
Jennifer Evaulina
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel