A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_2022bu6pbgo4q098llkbsnd7ejd2ig8igona): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once

Website DJKN
  Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Singkawang
Perempuan KPKNL Singkawang DJKN Kemenkeu adalah  Perempuan Tangguh

Perempuan KPKNL Singkawang DJKN Kemenkeu adalah Perempuan Tangguh

Ratna Astuti
Kamis, 16 Desember 2021 |   433 kali

Aparatur Sipil Negara (ASN) pada  Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singkawang  berjumlah 24 orang dan tidak satu pun yang berasal dari Kota Singkawang. Sepuluh dari 24 orang pegawai pada KPKNL Singkawang adalah perempuan. Dari kesepuluh pegawai perempuan tersebut, lima orang di antaranya berstatus sebagai ibu rumah tangga, namun bekerja di Kota Singkawang tanpa bersama keluarga tercinta.  Hal ini tentunya bukanlah hal yang mudah, apalagi di masa pandemi ini, walau hidup adalah pilihan.  

Perempuan pada KPKNL Singkawang adalah perempuan perempuan tangguh karena para perempuan tersebut harus bisa mengatur dirinya sebagai wanita karir dan kodratnya sebagai ibu rumah tangga.  Perempuan KPKNL Singkawang di samping dia sebagai pegawai yang profesional, ia pun harus bisa menjaga keharmonisan rumah tangganya.  Komunikasi dengan suami dan anak-anak tercinta harus terjalin dengan baik karena ia pun mempunyai tanggung jawab yang besar atas kelangsungan hidup anak-anaknya agar menjadi anak yang berguna bagi orang tua, nusa, bangsa dan negara tercinta.

Kota Singkawang belum memiliki bandara untuk penerbangan, sehingga jika hendak pulang harus menempuh perjalanan darat dahulu menuju Kota Pontianak dengan waktu  tempuh 3 sampai dengan 5 jam.  Dengan waktu tempuh menuju bandara yang tidak dekat tersebut, membuat para perempuan KPKNL Singkawang kalau pulang harus mengambil cuti, namun demikian jatah cuti hanya 12 hari dalam setahun, maka cepatlah habis.

Di masa pandemi ini memang dibolehkan Work From Homebase (WFHB) selama sepuluh hari kerja. Namun demikian syarat dari WFHB adalah tidak bepergian selama tiga bulan, tentu rindu anak-anak kepada sang Ibu kalau tak pulang tiga bulan sangatlah lama. Itu menjadi hal yang cukup berat bagi perempuan KPKNL Singkawang apalagi di masa pandemi ini, di mana adanya pembatasan bepergian, sehingga para perempuan KPKNL Singkawang pun tidak dapat pulang di hari-hari yang istimewa seperti saat perayaan hari besar keaagaman. Namun demikian para perempuan KPKNL Singkawang harus tetap tegar dan bahagia walau tak bisa bersama keluarga tercinta.  Perempuan KPKNL Singkawang harus bisa memberi pengertian kepada anak-anak tercintanya atas ketidakhadiran seorang Ibu secara fisik di mata mereka. Namun secara hati nurani sang Ibu senantiasa berada pada hati anak-anak tercintanya.

Untuk menjadi seorang profesional yang berintegritas tinggi, para perempuan KPKNL Singkawang di mana bekerja berdampingan dengan para laki-laki, tentunya perempuan KPKNL Singkawang haruslah menjadi perempuan yang cerdas, sehingga kontribusinya terlihat dengan nyata.

Para perempuan KPKNL Singkawang adalah garda terdepan sebagai pengelola kekayaan negara, piutang negara dan lelang di batas negeri ini karena wilayah kerja KPKNL Singkawang berbatasan dengan Negara Malaysia.  Para perempuan KPKNL Singkawang adalah perempuan tangguh yang bisa beradaptasi dengan budaya yang berbeda di wilayah kerja KPKNL Singkawang yang terkenal diwarnai dengan keindahan ragam suku Tionghoa, Dayak, dan Melayu.

Betapa hebat dan tangguhnya  perempuan KPKNL Singkawang yang merupakan bagian dari perempuan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan perempuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).  Ibu Sumiyati, yang pernah menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kemenkeu dalam acara Ngopi Hitam pada tanggal 16 Desember 2021 dengan tema Inspirasi Karir Perempuan Kemenkeu banyak memberikan pesan.  Kita harus bangga sebagai perempuan Kemenkeu, karena untuk masuk Kemenkeu saja kita sudah melalui beberapa tahapan yang tidak mudah untuk menjalankannya, karena  dalam penerimaan pegawai Kemenkeu menganut prinsip yang transparan, obyektif, akuntabel, bebas korupsi, kolusi dan nepotise, tidak diskriminatif, efektif dan efisien.  Dalam melaksanakan tugasnya pun mempunyai tantangan-tantangan yang berbeda antara perempuan Kemenkeu satu dan lainnya sesuai dengan tugasnya.  

Kodrat perempuan dan laki-laki memang berbeda, saat mengembangkan karir, kita tetap harus hati-hati, agar tidak terjadi benturan dan perpecahan. Komunikasi dalam membangun kebersamaan keluarga jangan sampai pecah. Kita sebagai perempuan mempunyai kemampuan respon dari berbagai aspek, tidak hanya untuk diri kita, karir kita, namun apa pun yang kita berikan kembali ke keluarga dan kontribusi kita untuk negara. Budi pekerti yang luhur dan agama harus kita jaga. Kita harus bisa mencapai suatu titik yang bahagia lahir batin untuk kita dan keluarga.

Di mana pun ditempatkan jalani saja, pasti yang terbaik. Tantangan pekerjaan apa pun, kita harus selalu membangun kerja sama yang baik, kita harus menyikapinya dengan baik, kita harus menempakan diri pada posisi yang seharusnya.  Lalu bagaimana berkomunikasi dengan pihak luar, walaupun tidak mudah, kita berhadapan dengan pihak eksternal dengan beragam kondisi. Kita harus hadapi banyaknya tantangan menjadi peluang.  

Tantangan perempuan Kemenkeu saat ini, kebijakan terkait ketika perempuan ditempatkan yang jauh, bagaimana untuk yang bekeluarga, kalau keluarga dibawa bagaimana, kalau tidak dibawa bagaimana?  Kita berperan sebagai ibu di keluarga, juga karir di tempat kita mencari nafkah. Kita harus bisa menyeimbangkan kehidupan, lebih luas lagi kehidupan kita bersosial itu juga penting, harapan kita harus bisa menunjukkan kalau mampu menyelesaikan setiap tugas yang dipercayakan kepada kita, jangan bosan untuk meningkatkan kapasitas kita, kalau bisa kita belajar lebih keras dari yang lain.

Kalau kita terus berupaya mengembangkan diri kita, kita pasti dianggap bisa menyelesaikan pekerjaan kita sekali pun di lingkungan laki-laki, kita bisa hidup berdampingan dengan laki-laki. Kita harus dapat membuktikan dalam hal menyelesaikan pekerjaaan bisa bekerja sama, bahu membahu menyelesaikan pekerjaan, sehingga  kita dilibatkan dalam pengambilan keputusan, kita dapat mewarnai kebijakan yang dibangun dalam organisasi.

Perempuan menjadi ibu, panutan putra-putri dan  keluarganya, menjadi role model, menjadi panutan bagi keluarga kita.  Setiap orang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya, sebagai perempuan pasti bisa melihat dan memunculkan kelebihan yang kita miliki. Lakukan yang terbaik, bekerjalah secara ikhlas, jalani dengan baik, kesempatan karir di Kemenkeu sudah baik, tingkatkan kompetensi dengan atasan, rekan sejawat, bawahan, jangan lelah untuk belajar.  Kalau kita bisa lebih baik, baik saja tidak cukup.

Menjadi perempuan atau laki-laki bukan pilihan, melainkan sebagai kodrat, harus kita syukuri, jangan pernah lelah belajar, ilmu pengetahuan ada di mana saja. Di dalam bekerja kita punya waktu yang sama. Kita sudah mengorbankan waktu kebersamaan kita beserta keluarga, manfaatkan  waktu untuk berkarya yang terbaik untuk kita, keluarga, nusa dan bangsa.

Di dalam bekerja kita tidak sendiri, kerja sama yang solid. Membangun kerja sama harus dilakukan dengan suasana yang nyaman, agar lingkungan kerja menjadi rumah kedua, jangan pernah lupa untuk berdoa dan mohon doa restu kepada orangtua.  Jaga integritas sebaik-baiknya, supaya bisa menjalani karir dengan baik. Di era informasi dan teknologi yang serba canggih, apa yang kita lakukan langsung terekam, sehingga kita harus memanfaatkan media sosial dengan baik jangan sampai mengganggu karir kita ke depan.  Bekerjalah secara profesional, namun tetap jangan lupakan kodrat.  

Perempuan KPKNL Singkawang, perempuan DJKN dan perempuan  Kemenkeu adalah perempuan tangguh.

Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Sumiyati salah satu inspirasi perempuan Kemenkeu.


Penulis : Ratna Astuti




Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon