Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Singkawang
Meriahnya Perayaan Imlek di Hongkong-nya Indonesia

Meriahnya Perayaan Imlek di Hongkong-nya Indonesia

Velient Vinandha
Kamis, 18 Februari 2021 |   2436 kali

Mayoritas penduduk Kota Singkawang merupakan keturunan Tionghoa, Dayak dan Melayu. Agama yang dianut pun beragam yaitu agama Buddha, Khonghucu, Islam, Katolik, Protestan, Tao dan Hindu dengan banyaknya penduduk keturunan Tionghoa yang memeluk agama Budha dan Khonghucu membuat banyaknya bangunan vihara/klenteng di Kota Singkawang. Kota ini bahkan mendapat julukan “Kota Seribu Klenteng” dan “Hong Kong-nya Indonesia”. Beberapa tradisi tahunan khas Tionghoa pun rutin diselenggarakan, diantaranya perayaan Imlek, Cap Go Meh dan Ceng Beng. Pada perayaan Cap Go Meh menampilkan tradisi yaitu pawai tatung yang mendapat sebutan pawai tatung terbesar di dunia, pawai tatung merupakan tradisi ekstrim yang merupakan parade atraksi kesaktian warga Dayak-Tiongkok dimana dalam Bahasa Hakka berarti orang yang dirasuki roh, dewa, leluhur atau kekuatan supranatural. Saat waktu menjelang sore, banyak suhu atau pendeta yang keluar dan bersembahyang di vihara/klenteng dengan tujuan meminta izin kepada para dewa, agar ritual tatung berjalan secara lancar dan terhindar dari hal-hal buruk saat festival berlangsung. Upacara pemanggilan tatung dipimpin oleh seorang pendeta. Pemanggilan tatung ini dilakukan dengan mendatangkan roh orang yang sudah meninggal untuk merasuki tatung. Roh-roh yang dipanggil diyakini sebagai roh-roh baik, yang mampu menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Roh baik terdiri dari roh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima perang, hakim, sastrawan, pangeran, pelacur yang sudah bertobat dan orang suci lainnya. Para tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum hari perayaan, dengan maksud mereka berada dalam keadaan suci sebelum perayaan. Tatung diyakini memiliki kekuatan supranatural, mampu melakukan pengobatan dan pengusiran unsur-unsur jahat (tolak bala).

Sebelum acara pawai tatung, sebelumnya diadakan pawai lampion pada malam hari yang juga diikuti oleh semua pihak tidak hanya warga Tionghoa saja. Pada tahun 2019 KPKNL Singkawang berkesempatan mengikuti perayaan pawai lampion dengan membuat mobil hias serta ada 2 (dua) perwakilan pegawai yang menggunakan pakaian khas Tionghoa. Selain KPKNL Singkawang pawai tersebut juga diikuti oleh instansi pemerintah, perbankan dan swasta untuk memeriahkan sekaligus untuk mempromosikan pelayanannya. Sebelum mengikuti perayaan tersebut kita harus mendaftarkan diri terlebih dahulu dan mengisi formulir pendaftarannya dikarenakan tingginya antusias warga dan instansi-instansi di Kota Singkawang. Begitu meriahnya perayaan tersebut sehingga menjadi salah satu daya tarik warga lokal maupun internasional, pada bulan Februari khususnya mendekati tanggal perayaan Imlek dan Cap Go Meh biasanya seluruh hotel dan penginapan di Kota Singkawang penuh terisi para wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Tak hanya pawai  yang menjadi daya tarik, festival kuliner khas Tionghoa dan Khas Kota Singkawang pun ikut membuat perayaan ini menjadi semakin meriah, dari makanan halal dan nonhalal pun banyak dijajakan di daerah patung naga Kota Singkawang.

Namun sayangnya pada tahun 2021 ini perayaan Imlek dan Cap Go Meh tidak bisa dilaksanakan dikarenakan adanya pandemi Covid-19 dimana ada peraturan bahwa tidak boleh ada perkumpulan atau perayaan dengan pawai, dan mulai tahun 2021 perayaan Imlek dan Cap Go Meh hanya dilaksanakan sembayang saja. Namun dengan adanya pandemi ini tidak mengurangi nuansa kemeriahan perayaan, sepanjang Kota Singkawang dihiasi oleh lampion dan pernak-pernik khas perayaan Imlek dan Cap Go Meh, di beberapa titik juga nampak adanya ornamen hiasan berupa shio kerbau logam yang merupakan shio di tahun 2021 ini sehingga tidak mengurangi kemeriahan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang. Tingginya toleransi kota ini juga ditunjukkan dengan tidak membeda-bedakan perayaan contohnya pada saat masyarakat muslim merayakan Idul Fitri sekeliling Kota Singkawang juga dipenuhi dengan hiasan ketupat yang khas dengan perayaan Idul Fitri, tak kalah juga setiap bulan Desember juga seluruh Kota Singkawang dihiasi hiasan khas Natal, indahnya Kota Singkawang semakin terasa dengan tingginya toleransi yang ada.

Salah satu tempat ibadah bagi warga keturuan Tionghoa yang sangat menyita perhatian akhir-akhir ini adalah Vihara Tri Dharma Bumi Raya Kulor atau dikenal dengan sebutan klenteng Thai Pak Kung yang berlokasi di daerah Roban merupakan salah satu tempat ibadah warga keturunan Tionghoa yang berasal dari Kota Singkawang maupun luar Kota Singkawang. Selain sebagai tempat ibadah, klenteng yang masih dalam tahap finishing dan belum beroperasi ini sudah sangat menarik perhatian warga Kota Singkawang maupun luar Kota Singkawang karena arstitekturnya yang menawan dan pemandangan perbukitan yang sangat indah. Dihiasi pagar putih dengan ukiran naga, atap klenteng yang berwarna kuning keemasan dan langit-langit tampak ornament dengan perpaduan warna hijau, kuning, merah dan biru yang menjadikan klenteng ini terkesan mewah dan kental akan budaya Tionghoa. Tidak hanya menjadi klenteng yang cantik dan megah, klenteng ini juga memiliki beberapa spot foto yang instagramable, beberapa orang memanfaatkan klenteng ini untuk photoshoot yang dengan hasil yang sangat mewah. Namun lagi-lagi dikarenakan adanya pandemi vihara/klenteng ini juga belum dapat dioperasikan. Selain menjadi tempat ibadah di sekitar klenteng Thai Pak Kung juga terdapat area food court dengan kuliner khas Kota Singkawang diantaranya Choi Pan, Bakmi, Rujak Singkawang dan masih banyak lagi. Tak sampai disitu, kawasan ini dibangun di daerah yang cukup tinggi sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan beberapa pegunungan seperti Gunung Poteng, Gunung Kulor atau Bukit Roban dan Gunung Pasi. Pagi dan sore hari menjadi waktu yang pas untuk berkunjung ke Thai Pak Kung di Singkawang. Pada beberapa waktu yang lalu KPKNL Singkawang juga sempat melakukan sesi foto bersama di klenteng Thai Pak Kung untuk memberikan ucapan selamat hari Imlek kepada semua yang merayakan, unggahan tersebut dapat dilihat pada Instagram KPKNL Singkawang @kpknlsingkawang, namun perlu diingat bahwa kita harus tetap menjaga kebersihan dan menjalankan protocol kesehatan. Jadi, masih ragu untuk mengunjungi Kota yang indah ini? Yuk ke Singkawang!

Penulis: Vicencia Mita H / Subbag Umum KPKNL Singkawang

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon