I. GAMBARAN UMUM
KPKNL Singaraja terletak
di Jalan Udayana No 10 Singaraja. Kota Singaraja merupakan ibu kota Kabupaten
Buleleng, berjarak sekitar ±100 Km dari kota Denpasar. Kabupaten Buleleng
memiliki luas wilayah sekitar 1.365,88 km2 atau 24.25 persen dari luas Propinsi
Bali. Sebagai salah satu destinasi wisata, Kabupaten Buleleng memiliki
keindahan alam yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung. Berbagai
pesona alam yang memanjakan mata tersaji dan tersebar di seluruh wilayah
kabupaten Buleleng, seperti air terjun Gitgit, air tejun Lemukih, air terjun
Sekumpul, Pantai Lovina, pura Pulaki, Air Sanih dan tentunya kota Singaraja
sendiri.

II. VISI DAN MISI
VISI
Menjadi pengelola kekayaan negara, penilaian, dan lelang yang akuntabel, produktif, dan inovatif dalam rangka mendukung visi Kementerian Keuangan.
MISI
III. TUGAS DAN FUNGSI
TUGAS
KPKNL Singaraja
mempunyai tugas melaksanakan pelayanan di bidang kekayaan negara,
penilaian, dan lelang.
FUNGSI
1. Inventarisasi,
pengadministrasian, pendayagunaan, dan pengamanan kekayaan negara;
2. Registrasi,
verifikasi dan analisa pertimbangan permohonan pengalihan serta penghapusan
kekayaan negara;
3. Pelaksanaan
pengurusan piutang negara dan kewenangan Panitia Urusan Piutang Negara;
4. Pelaksanaan
bimbingan teknis, pembinaan, penatausahaan, penagihan dan optimalisasi dalam
rangka pengelolaan piutang negara;
5. Pelaksanaan
pelayanan penilaian;
6. Pelaksanaan
pelayanan lelang;
7. Penyajian informasi
di bidang kekayaan negara, penilaian, dan lelang;
8. Pelaksanaan
pemberian pertimbangan dan advokasi pengurusan piutang negara dan lelang;
9. Verifikasi dan
pembukuan penerimaan pembayaran piutang negara dan hasil lelang;
10. Pelaksanaan
administrasi KPKNL.
IV. WILAYAH KERJA
KPKNL Singaraja mencakup
4 (empat) wilayah kabupaten kota antara lain meliputi: Kabupaten Jembrana,
Kabupaten Buleleng, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karangasem sering disingkat
dengan istilah “JAMBUBAKAR”.

V. MOTTO
Motto "Bersama SAKTI, Kami melayani sepenuh hati”, “SAKTI” dipakai oleh KPKNL Singaraja sebagai dasar dalam memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Motto tersebut diambil dari nama belakang tokoh besar pendiri kota Singaraja yakni Ki Gusti Panji Sakti yang berarti “tangguh-teguh, merakyat dan berjiwa pemimpin”. Ki Gusti Panji Sakti merupakan raja yang mampu memberikan rasa aman, nyaman serta menciptakan ketertiban dan kedamaian di daerah Buleleng. SAKTI merupakan akronim dari : SANTUN, AKUNTABEL, KOLABORASI, TRANSPARANSI, INTEGRITAS. SANTUN merupakan perwujudan dari keramahan dalam memberi pelayanan. AKUNTABEL merupakan komitmen untuk memberikan pelayanan yang tidak membeda-bedakan, selaras, dan seimbang kepada semua stakeholder. KOLABORASI adalah kemampuan pegawai dalam bekerjasama melayani stakeholder secara profesional. TRANSPARANSI berarti pelayanan yang diberikan sesuai Standar Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. INTEGRITAS berarti dalam memberikan pelayanan kami selalu berpikir, berkata, berperilaku, bertindak dengan baik dan benar serta memegang kode etik maupun prinsip-prinsip moral.
VI. STRUKTUR ORGANISASI
