Hari Raya Pagerwesi, Memagari Diri Dengan Kesucian Ilmu Pengetahuan
Dini Indri Irianti
Rabu, 20 Desember 2023 |
4683 kali
Di pulau dewata mayoritas penduduknya
merupakan umat beragama Hindu. Dalam agama Hindu terdapat banyak hari raya yang
dirayakan untuk memperingati sesuatu yang penting
dalam setiap tahunnya. Salah satu hari raya yang memiliki makna penting bagi
umat agama Hindu untuk dirayakan adalah hari raya Pagerwesi.
Hari raya Pagerwesi merupakan
hari suci umat Hindu yang jatuh setiap Rabu Kliwon wuku Sinta dan tepat setiap
empat hari setelah perayaan Hari Saraswati. Berbicara mengenai
Pagerwesi, ada banyak tafsiran makna dari perayaan hari Pagerwesi. Ada yang
mengatakan berasal dari dua kata, pager atau pagar yang berarti kokoh dan wesi
atau besi yang berarti kuat, jadi saat Hari raya Pagerwesi tersebut bertujuan
untuk memagari diri atau dalam bahasa balinya magehang awak, jadi seseorang akan memagari diri dengan kuat agar
jangan mendapatkan gangguan atau rusak. Namun dalam Lontar Sundarigama
dijelaskan, hari raya dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa
dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru. Beliau adalah guru dari
alam semesta yang dapat membimbing manusia ke jalan yang benar dalam memahami
pengetahuan hidup.
Sang Hyang Pramesti Guru yang memiliki sebutan
lain yaitu Dewa Siwa, berdasarkan Tri Murti dewa Siwa adalah sebagai pelebur,
memiliki makna melebur segala sifat-sifat buruk. Beliau juga sebagai gurunya
manusia, manusia wajib menyembah beliau pada saat perayaan Pagerwesi, karena
manusia dalam memahami ilmu pengetahuan perlu penuntun niskala, sehingga
manusia tersebut tidak salah arah.
Tata pelaksanaan Hari Raya Pagerwesi itu mulai
dari sanggah atau Merajan di pekarangan rumah, hingga ke pura-pura besar
lainnya seperti pura Kahyangan Jagat, sedangkan untuk di lingkungan desa
pakraman, umat juga melakukan persembahyangan pura Kahyangan Tiga.
Hari
Raya Pagerwesi juga disebut Rerahinan Gumi, artinya saat tersebut dirayakan
oleh semua umat Hindu, tapi tentunya dalam pelaksaannya tergantung dari desa
(tempat), kala (waktu), patra (keadaan) setempat, sehingga perayaan
disesuaikan, apakah perayaan yang nistaning utama (kecil dan utama) ataupun
utamaning utama (besar dan utama)
Selain
menghaturkan persembahan kepada sang Hyang Pramesti Guru, saat Pagerwesi inilah
manusia melakukan yoga semadi, menyucikan diri dan mohon anugerah dan kekuatan
kepada Hyang Pramesti Guru karena beliaulah guru sejati, agar bisa memagari
diri dengan kesucian ilmu pengetahuan atau kekuatan yang dianugerahkan. Karena
ilmu pengetahuan itulah sejatinya pager (pagar) yang sejati dan utama.
Begitu penting makna perayaan upacara agama
Hindu pada saat Pagerwesi ini, bahkan saat perayaan tersebut di sejumlah tempat
dirayakan dengan meriah seperti perayaan Hari Raya Galungan. sehingga
diharapkan menjadi momen yang istimewa bagi warga Hindu untuk bisa melakukan
ritual dan merayakannya, agar manusia tersebut bisa memagari diri dengan ilmu
pengetahuan dan keteguhan iman.
Rahajeng Rahina Suci Pagerwesi untuk umat beragama Hindu di seluruh Indonesia.
https://disbud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/74-makna-rahina-pagerwesi#:~:text=Hari Raya Pagerwesi jatuh setiap,empat hari setelah Hari Saraswati
http://mendoyodauhtukad.desa.id/berita/read/hari-raya-pagerwesi-dan-pengertiannya-5101022001/0
https://kbbi.web.id/hari
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |