Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Singaraja
Hari Raya Pagerwesi, Memagari Diri Dengan Kesucian Ilmu Pengetahuan

Hari Raya Pagerwesi, Memagari Diri Dengan Kesucian Ilmu Pengetahuan

Dini Indri Irianti
Rabu, 20 Desember 2023 |   4681 kali

Di pulau dewata mayoritas penduduknya merupakan umat beragama Hindu. Dalam agama Hindu terdapat banyak hari raya yang dirayakan untuk memperingati sesuatu yang penting dalam setiap tahunnya. Salah satu hari raya yang memiliki makna penting bagi umat agama Hindu untuk dirayakan adalah hari raya Pagerwesi.

Hari raya Pagerwesi merupakan hari suci umat Hindu yang jatuh setiap Rabu Kliwon wuku Sinta dan tepat setiap empat hari setelah perayaan Hari Saraswati. Berbicara mengenai Pagerwesi, ada banyak tafsiran makna dari perayaan hari Pagerwesi. Ada yang mengatakan berasal dari dua kata, pager atau pagar yang berarti kokoh dan wesi atau besi yang berarti kuat, jadi saat Hari raya Pagerwesi tersebut bertujuan untuk memagari diri atau dalam bahasa balinya magehang awak, jadi seseorang akan memagari diri dengan kuat agar jangan mendapatkan gangguan atau rusak. Namun dalam Lontar Sundarigama dijelaskan, hari raya dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru. Beliau adalah guru dari alam semesta yang dapat membimbing manusia ke jalan yang benar dalam memahami pengetahuan hidup.

Sang Hyang Pramesti Guru yang memiliki sebutan lain yaitu Dewa Siwa, berdasarkan Tri Murti dewa Siwa adalah sebagai pelebur, memiliki makna melebur segala sifat-sifat buruk. Beliau juga sebagai gurunya manusia, manusia wajib menyembah beliau pada saat perayaan Pagerwesi, karena manusia dalam memahami ilmu pengetahuan perlu penuntun niskala, sehingga manusia tersebut tidak salah arah.

Tata pelaksanaan Hari Raya Pagerwesi itu mulai dari sanggah atau Merajan di pekarangan rumah, hingga ke pura-pura besar lainnya seperti pura Kahyangan Jagat, sedangkan untuk di lingkungan desa pakraman, umat juga melakukan persembahyangan pura Kahyangan Tiga.

Hari Raya Pagerwesi juga disebut Rerahinan Gumi, artinya saat tersebut dirayakan oleh semua umat Hindu, tapi tentunya dalam pelaksaannya tergantung dari desa (tempat), kala (waktu), patra (keadaan) setempat, sehingga perayaan disesuaikan, apakah perayaan yang nistaning utama (kecil dan utama) ataupun utamaning utama (besar dan utama)

Selain menghaturkan persembahan kepada sang Hyang Pramesti Guru, saat Pagerwesi inilah manusia melakukan yoga semadi, menyucikan diri dan mohon anugerah dan kekuatan kepada Hyang Pramesti Guru karena beliaulah guru sejati, agar bisa memagari diri dengan kesucian ilmu pengetahuan atau kekuatan yang dianugerahkan. Karena ilmu pengetahuan itulah sejatinya pager (pagar) yang sejati dan utama.

Begitu penting makna perayaan upacara agama Hindu pada saat Pagerwesi ini, bahkan saat perayaan tersebut di sejumlah tempat dirayakan dengan meriah seperti perayaan Hari Raya Galungan. sehingga diharapkan menjadi momen yang istimewa bagi warga Hindu untuk bisa melakukan ritual dan merayakannya, agar manusia tersebut bisa memagari diri dengan ilmu pengetahuan dan keteguhan iman.

Rahajeng Rahina Suci Pagerwesi untuk umat beragama Hindu di seluruh Indonesia.

 

 

https://disbud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/74-makna-rahina-pagerwesi#:~:text=Hari Raya Pagerwesi jatuh setiap,empat hari setelah Hari Saraswati

http://mendoyodauhtukad.desa.id/berita/read/hari-raya-pagerwesi-dan-pengertiannya-5101022001/0

https://kbbi.web.id/hari

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon