Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Semarang
Pentingnya Pembinaan Mental Rohani Sebagai Sarana Dalam Meningkatkan Kinerja Dan Integritas Pegawai

Pentingnya Pembinaan Mental Rohani Sebagai Sarana Dalam Meningkatkan Kinerja Dan Integritas Pegawai

Arum Sekar Oktaviana
Rabu, 25 Maret 2026 |   56 kali

Berdasarkan KMK Nomor 467 Tahun 2023 tentang Pedoman Pembinaan Mental di Lingkungan Kementerian Keuangan, kegiatan pembinaan mental dilaksanakan dengan tujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia,integritas, loyalitas, kebersamaan, kompetensi tinggi, kinerja optimal, dan kesehatan fisik dan mental yang kuat. Adapun ruang lingkup pembinaan mental antara lain mencakup 4 bidang, yakni :

1.         Bidang ideologi, yang bertujuan membentuk SDM agar memiliki jiwa nasionalisme, pemersatu dan perekat bangsa, loyalitas, kebersamaan, dan memiliki pengabdian yang tinggi, serta rela berkorban berdasarkan pemahaman wawasan kebangsaan, sejarah, dan tujuan bernegara yang berlandaskan pada nilai nilai Pancasila dan UUD Tahun 1945;

2.         Bidang Rohani, yang bertujuan membentuk SDM yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki integritas yang berlandaskan pada nilai agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;

3.         Bidang kompetensi, yang bertujuan membentuk sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan; dan

4.         Bidang Kejiwaan, yang bertujuan membentuk sumber daya manusia yang memiliki kesehatan dan ketahanan fisik dan mental yang optimal melalui pendekatan aspek kejiwaan (psikologi).

 

Terkait pelaksanaan kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) pada bidang rohani, KPKNL Semarang menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) Rohani Islam pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid yaitu di mushola KPKNL Semarang dan media daring ini menjadi sarana penguatan rohani islam sekaligus pengingat pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.

Penceramah pada kegiatan tersebut Ustadz Joko Winarso, S.Si., M.Pd menyampaikan bahwa Allah menyediakan derajat yang tinggi bagi hamba-hamba-Nya yang taat. Ustadz Joko mengajak untuk bersegera dalam kebaikan sebagaimana pesan Al-Qur'an dalam Surat Ali Imran. Waktu yang dimiliki manusia tidak akan terulang, sedangkan kesempatan pada masa mendatang belum tentu kembali datang. Mengutip Surat Al-Mulk, Ustadz Joko mengingatkan bahwa kehidupan adalah ujian untuk melihat siapa yang terbaik amalnya. Dengan demikian, inti ketakwaan bukan semata menjalankan perintah dan menjauhi larangan, tetapi juga menumbuhkan rasa berharap dan takut hanya kepada Allah. Keikhlasan menjadi landasan utama agar setiap amalan bernilai di sisi-Nya.

Dalam tausiyah tersebut juga disampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam beramal adalah godaan untuk mencari apresiasi manusia. Karena itu, keikhlasan harus dijaga sejak awal, di tengah proses, hingga akhir amal. Melalui berbagai contoh yang disampaikan, memahami bahwa amalan yang tampak baik dapat kehilangan nilainya apabila niatnya bergeser dari orientasi kepada Allah menuju keinginan untuk dipuji manusia.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, kegiatan Pembinaan Mental Rohani Islam ini menjadi ruang refleksi yang mempertemukan penguatan rohani dengan pembinaan karakter pegawai. Nilai-nilai yang disampaikan, seperti semangat bersegera dalam kebaikan, menjaga kualitas amal, memelihara keikhlasan, memperkuat keluarga, dan meneguhkan integritas, merupakan bekal penting bagi pegawai KPKNL Semarang dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon