Pentingnya Pembinaan Mental Rohani Sebagai Sarana Dalam Meningkatkan Kinerja Dan Integritas Pegawai
Arum Sekar Oktaviana
Rabu, 25 Maret 2026 |
56 kali
Berdasarkan KMK Nomor 467 Tahun 2023 tentang Pedoman Pembinaan Mental
di Lingkungan Kementerian Keuangan, kegiatan pembinaan mental dilaksanakan
dengan tujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang memiliki iman dan takwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia,integritas, loyalitas, kebersamaan,
kompetensi tinggi, kinerja optimal, dan kesehatan fisik dan mental yang kuat.
Adapun ruang lingkup pembinaan mental antara lain mencakup 4 bidang, yakni :
1.
Bidang ideologi, yang bertujuan membentuk SDM
agar memiliki jiwa nasionalisme, pemersatu dan perekat bangsa, loyalitas,
kebersamaan, dan memiliki pengabdian yang tinggi, serta rela berkorban
berdasarkan pemahaman wawasan kebangsaan, sejarah, dan tujuan bernegara yang
berlandaskan pada nilai nilai Pancasila dan UUD Tahun 1945;
2.
Bidang Rohani, yang bertujuan membentuk SDM yang
beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki integritas yang
berlandaskan pada nilai agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
3.
Bidang kompetensi, yang bertujuan membentuk
sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan;
dan
4.
Bidang Kejiwaan, yang bertujuan membentuk sumber
daya manusia yang memiliki kesehatan dan ketahanan fisik dan mental yang
optimal melalui pendekatan aspek kejiwaan (psikologi).
Terkait pelaksanaan
kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) pada bidang rohani, KPKNL Semarang
menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) Rohani Islam pada Selasa,
10 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid yaitu di
mushola KPKNL Semarang dan media daring ini menjadi sarana penguatan rohani islam
sekaligus pengingat pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.
Penceramah pada
kegiatan tersebut Ustadz Joko Winarso, S.Si., M.Pd menyampaikan bahwa Allah
menyediakan derajat yang tinggi bagi hamba-hamba-Nya yang taat. Ustadz Joko
mengajak untuk bersegera dalam kebaikan sebagaimana pesan Al-Qur'an dalam Surat
Ali Imran. Waktu yang dimiliki manusia tidak akan terulang, sedangkan
kesempatan pada masa mendatang belum tentu kembali datang. Mengutip Surat
Al-Mulk, Ustadz Joko mengingatkan bahwa kehidupan adalah ujian untuk melihat
siapa yang terbaik amalnya. Dengan demikian, inti ketakwaan bukan semata
menjalankan perintah dan menjauhi larangan, tetapi juga menumbuhkan rasa
berharap dan takut hanya kepada Allah. Keikhlasan menjadi landasan utama agar
setiap amalan bernilai di sisi-Nya.
Dalam tausiyah
tersebut juga disampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam beramal
adalah godaan untuk mencari apresiasi manusia. Karena itu, keikhlasan harus
dijaga sejak awal, di tengah proses, hingga akhir amal. Melalui berbagai contoh
yang disampaikan, memahami bahwa amalan yang tampak baik dapat kehilangan
nilainya apabila niatnya bergeser dari orientasi kepada Allah menuju keinginan
untuk dipuji manusia.
Dari pembahasan
di atas dapat disimpulkan bahwa, kegiatan Pembinaan Mental Rohani Islam ini
menjadi ruang refleksi yang mempertemukan penguatan rohani dengan pembinaan
karakter pegawai. Nilai-nilai yang disampaikan, seperti semangat bersegera
dalam kebaikan, menjaga kualitas amal, memelihara keikhlasan, memperkuat
keluarga, dan meneguhkan integritas, merupakan bekal penting bagi pegawai KPKNL
Semarang dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel