Peran Penting Manajemen Kinerja Dalam Mendukung Capaian Target Organisasi
Iwan Kurniawan
Kamis, 02 November 2023 |
3254 kali
Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah menetapkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 300/KMK.01/2022 tentang Manajemen Kinerja di
lingkungan Kementerian Keuangan. Diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan
tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi
dan pegawai dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 300/KMK.01/2022 Diktum Kedua, disebutkan bahwa Manajemen
Kinerja dilaksanakan berdasarkan prinsip : a. objektif, b. terukur, c.
akuntabel, d. partisipatif dan e. transparan, guna mencapai tujuan organisasi.
Tercapainya
target dalam suatu organisasi merupakan harapan bahkan semangat juang seluruh
elemen organisasi dalam mewujudkan capaiannya sehingga harapan dari organisasi
akan terwujud dalam periode tertentu. Seluruh jajaran mulai dari pimpinan
paling tinggi sampai dengan pegawai level bawah bertekad bahu membahu untuk
mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajemen organisasi. Oleh karena
itu peran manajemen sangatlah penting guna mengelola seluruh sumber daya yang
ada di organisasi tersebut dengan baik yaitu melalui manajemen kinerja.
Definisi
dari manajemen kinerja itu sendiri merupakan cara para manajer menjamin bahwa
aktivitas-aktivitas dan hasil-hasil karyawan sesuai dengan tujuan organisasi. Dalam sistem manajemen kinerja terdapat 3
bagian yang dapat dikaitkan dengan proses manajemen kinerja di Kementerian
Keuangan, yaitu:
1. Pendefinisian
Kinerja
Sistem
manajemen kinerja mengkhususkan aspek-aspek mana dari kinerja yang relevan
dengan organisasi, terutama melalui analisa pekerjaan (job analysis).
Dari analisa pekerjaan yang telah dilakukan, tersusunlah sasaran kinerja
sebagai tujuan yang ingin dicapai dalam suatu organisasi, begitu pula pada Kementerian
Keuangan. Kementerian Keuangan menetapkan sasaran kinerja organisasi maupun
sasaran kinerja pegawai sebagai pendefinisian kinerja yang relevan dengan
pencapaian tujuan organisasi.
2. Pengukuran
Kinerja
Sistem manajemen
kinerja mengukur aspek-aspek dari kinerja tersebut melalui penilaian kinerja.
Penilaian kinerja (performance appraisal) adalah proses organisasi
mendapatkan informasi tentang seberapa baik karyawan melaksanakan pekerjaannya.
Pengukuran kinerja di Kementerian Keuangan dilakukan dengan menetapkan indikator
kinerja yang didukung dengan formulasi penghitungan capaian kinerja
3. Pemberian
Umpan Balik: sistem manajemen kinerja memberikan umpan balik pada karyawan
melalui sesi umpan balik sehingga mereka mendapat menyesuaikan kinerja mereka
dengan tujuan organisasi. Pada Kementerian Keuangan, umpan balik dilakukan
melalui kegiatan evaluasi kinerja yang rutin dilaksanakan pada periode tertentu
melalui Dialog Kinerja Organisasi dan Dialog Kinerja Individu.
Kementerian
Keuangan sebagai salah satu organisasi yang berkomitmen penuh terhadap
pencapaian sasaran kinerja organisasi, menyadari begitu banyak manfaat yang
dapat diraih melalui penerapan manajemen kinerja yang optimal diantaranya:
1. Manajemen
kinerja dapat meningkatkan motivasi dan komitmen pegawai
2. Manajemen
kinerja dapat mengembangkan kemampuan individu
3. Meningkatkan
kinerja dan kerja sama tim dalam pencapaian target organisasi
4. Membangun
hubungan antara individu dan pimpinannya secara terbuka didalam proses
komunikasi, serta
5. Meningkatkan
kesempatan untuk mengekspresikan aspirasi dan harapan kerja individual.
Maka dari itu, tanpa adanya peran manajemen
kinerja dan komitmen yang kuat dari pimpinan tinggi dan jajaran manajemen serta
seluruh pegawai, maka tidak mungkin seluruh target yang ditetapkan organisasi
akan tercapai secara maksimal. Adanya manajemen kinerja akan membantu organisasi
dalam melaksanakan evaluasi kinerja sehingga dapat melakukan perbaikan yang
berkelanjutan didalam kinerja organisasi.
(Nur Aida)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |