Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Purwakarta
Galura Purwakayana Tim KOIN MAS DJKN Jabar Purwakarta

Galura Purwakayana Tim KOIN MAS DJKN Jabar Purwakarta

Ratna Astuti
Rabu, 19 November 2025 |   217 kali

Kompetisi dan Inovasi Manajer Aset (KOIN MAS) Direktorat Jenderal Keayaan Negara (DJKN) kembali hadir. Kompetisi ini merupakan ajang tahunan DJKN yang kelima.

Galura Purwakayana tim dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta berkolaborasi dengan Kantor Wilalah (Kanwil) DJKN Jawa Barat (Jabar) dan Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) turut serta dalam ajang KOIN MAS DJKN 2024-2025 ini, dengan memperoleh Juara Kedua pada acara kompetisi puncak tanggal 18 November 2025.

Galura Purwakayana dengan tim yang terdiri dari Irwan Nuryanto selaku ketua tim yang juga Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Purwakarta, dengan anggota  Betta Desirani yang selanjutnya bertugas sebagai Kepala Subbagian Umum KPKNL Palu, Yuni Hilmiah yang selanjutnya bertugas sebagai Kepala Subbagian Umum KPKNL Ternate, Veranidya Magdalena sebagai Penilai Pemerintah Ahli Muda KPKNL Purwakarta dan Rita Kartika Wardani pelaksana pada Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Jabar.  Gayung bersambut, Pak Agus Cahyadi, S. Pi, M. Si biasa disapa Pak Acah Kepala BRPI menyamnbt baik  Kolaborasi tersebut. Dengan project “Optimalisasi BMN sebagai Kawasan Budidaya Perikanan Terpadu, bertajuk “Blue Economy: Nourishing People, Protecting The Earth.

Blue Economy menjadi instrumen penting untuk mewujudkan Asta Cita, khususnya dalam hal pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan kesejahteraan dan perlindungan lingkungan.  Asta Cita memberi arah kebijakan nasional, dan  Blue Economy menjadi strategi implementatif di sektor kelautan dan perikanan.

Optimalisasi ini sejalan dengan yang disampaikan   Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban, “Saya berterima kasih kepada para tim yang telah menunjukkan kreativitas dan kerja keras. Inisiatif yang lahir dari satuan kerja maupun unit vertikal ini mengingatkan kembali pentingnya optimalisasi aset negara. Kita akan terus mendorong upaya ini karena inilah bentuk kontribusi nyata rekan-rekan DJKN,”

Optimalisasi aset ini dilaksanakan berdasar hasil profiling BMN yang terindikasi tidak digunakan di wilayah kerja KPKNL Purwakarta seluas 13,7 hektar pada BRPI Sukamandi. Adanya optimalisasi BMN ini banyak menarik atensi dari berbagai pihak, termasuk turut mengundang minat sewa atas BMN yang tidak digunakan di sekitar objek optimalisasi. Mitra memanfatkan untuk pembenihan ikan dan pertanian/sawah, yang sedang berproses adalah mitra sewa pengolahan baby fish dan restoran. Mitra sewa ini memberikan daya dukung terwujudnya siklus keterpaduan yang lengkap dan saling menguntungkan satu sama lain.

Komoditas yang dibudidayakan adalah ikan nila salin dan udang vaname. Keduanya merupakan komoditas unggulan sektor perikanan, sumber pangan protein tinggi dan memiliki potensi pangsa pasar yang luas, bahkan hingga ekspor ke luar negeri. Metode budidaya yang diterapkan adalah polikultur yakni dibudidayakan dalam kolam yang sama. Metode ini tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, namun juga memberikan manfaat ekologis yang signifikan.

Konsep zero waste dalam project ini diwujudkan dengan pengelolaan limbah yang dihasilkan. Limbah cair dialirkan ke persawahan sekitar objek dan secara nyata meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Sementara limbah padat diolah menjadi pakan ikan bersama residu lainnya seperti dedak dari  residu pertanian, molase tebu/residu pengolahan gula tebu dan limbah padat dari Tempat Pelelangan Ikan di sekitar objek. Zero waste yang terwujud tidak hanya secara internal project namun juga secara eksternal menyerap residu dari  kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Pengembangan objek optimalisasi ini selanjutnya menjadi bagian dari upaya mendukung Program Prioritas Nasional yakni revitalisasi tambak pantura untuk ketahanan pangan dari sektor perikanan hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu tinggi protein. Project ini turut menyerap tenaga kerja lokal yakni warga masyarakat sekitar dan  menjadi percontohan dalam pengelolaan aset untuk Balai Riset lainnya.

Dampak sosial bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, yaitu: peningkatan daya saing kualitas produk lokal, seperti koperasi petani, pengusaha perikanan; pendorong aktivitas ekonomi lokal dengan menjamin ketersediaan benih ikan  dan produk perikanan; peningkatan kesadaran akan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan serta wisata edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman budidaya perikanan modern melalui  yang bekerja sama dengan Pemda dan Akademisi, baik dari dalam dan luar negeri .

Adapun untuk jangka panjang dengan sistem yang semakin stabil, kawasan budidaya dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi Program Prioritas Nasional tercipta ketahanan pangan  bagi rakyat Indonesia.

Optimalisasi aset negara bukan hanya tentang angka dan nilai, tetapi tentang bagaimana setiap meter lahan memberikan manfaat, membuka peluang, dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga menjadi katalisator percepatan pemanfaatan aset negara yang lebih produktif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Koordinator KOIN MAS DJKN, Nella Sri Hendriyetty, menyampaikan,”kompetisi ini bukan hanya ajang ide, tetapi ruang untuk menanamkan budaya inovasi di lingkungan DJKN. “Saya berharap lahir semakin banyak inovasi baru yang memperkuat peran DJKN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap gagasan memiliki arti, dan nilai sesungguhnya ada pada implementasinya,”

Penulis : Ratna Astuti (Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Purwakarta

Foto        : Tim Dokumentasi

Sumber : Tim KOIN MAS DJKN Jabar_Purwakarta

                  Media Sosial BRPI Sukamandi

                   Media Sosial Youtube DJKN  


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon