Galura Purwakayana Tim KOIN MAS DJKN Jabar Purwakarta
Ratna Astuti
Rabu, 19 November 2025 |
217 kali
Kompetisi dan Inovasi Manajer Aset (KOIN MAS) Direktorat
Jenderal Keayaan Negara (DJKN) kembali hadir. Kompetisi ini merupakan ajang
tahunan DJKN yang kelima.
Galura Purwakayana tim dari Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta berkolaborasi dengan Kantor Wilalah
(Kanwil) DJKN Jawa Barat (Jabar) dan Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) turut
serta dalam ajang KOIN MAS DJKN 2024-2025 ini, dengan memperoleh Juara Kedua
pada acara kompetisi puncak tanggal 18 November 2025.
Galura Purwakayana dengan tim yang terdiri dari
Irwan Nuryanto selaku ketua tim yang juga Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan
Negara KPKNL Purwakarta, dengan anggota
Betta Desirani yang selanjutnya bertugas sebagai Kepala Subbagian Umum
KPKNL Palu, Yuni Hilmiah yang selanjutnya bertugas sebagai Kepala Subbagian
Umum KPKNL Ternate, Veranidya Magdalena sebagai Penilai Pemerintah Ahli Muda
KPKNL Purwakarta dan Rita Kartika Wardani pelaksana pada Bidang Pengelolaan
Kekayaan Negara Kanwil DJKN Jabar. Gayung
bersambut, Pak Agus Cahyadi, S. Pi, M. Si biasa disapa Pak Acah Kepala BRPI
menyamnbt baik Kolaborasi tersebut.
Dengan project “Optimalisasi BMN sebagai Kawasan Budidaya Perikanan Terpadu,
bertajuk “Blue Economy: Nourishing People, Protecting The Earth.
Blue Economy menjadi instrumen penting
untuk mewujudkan Asta Cita, khususnya dalam hal pembangunan ekonomi
berkelanjutan, pemerataan kesejahteraan dan perlindungan lingkungan. Asta Cita memberi arah kebijakan nasional, dan
Blue Economy menjadi strategi
implementatif di sektor kelautan dan perikanan.
Optimalisasi
ini sejalan dengan yang disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald
Silaban, “Saya berterima kasih kepada para tim yang telah menunjukkan
kreativitas dan kerja keras. Inisiatif yang lahir dari satuan kerja maupun unit
vertikal ini mengingatkan kembali pentingnya optimalisasi aset negara. Kita
akan terus mendorong upaya ini karena inilah bentuk kontribusi nyata
rekan-rekan DJKN,”
Optimalisasi aset ini dilaksanakan berdasar hasil
profiling BMN yang terindikasi tidak digunakan di wilayah kerja KPKNL
Purwakarta seluas 13,7 hektar pada BRPI Sukamandi. Adanya optimalisasi BMN ini
banyak menarik atensi dari berbagai pihak, termasuk turut mengundang minat sewa
atas BMN yang tidak digunakan di sekitar objek optimalisasi. Mitra memanfatkan
untuk pembenihan ikan dan pertanian/sawah, yang sedang berproses adalah mitra
sewa pengolahan baby fish dan restoran. Mitra sewa ini memberikan daya dukung
terwujudnya siklus keterpaduan yang lengkap dan saling menguntungkan satu sama
lain.
Komoditas yang dibudidayakan adalah ikan nila salin
dan udang vaname. Keduanya merupakan komoditas unggulan sektor perikanan, sumber
pangan protein tinggi dan memiliki potensi pangsa pasar yang luas, bahkan hingga
ekspor ke luar negeri. Metode budidaya yang diterapkan adalah polikultur yakni dibudidayakan
dalam kolam yang sama. Metode ini tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas,
namun juga memberikan manfaat ekologis yang signifikan.
Konsep zero waste dalam project ini diwujudkan
dengan pengelolaan limbah yang dihasilkan. Limbah cair dialirkan ke persawahan
sekitar objek dan secara nyata meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya.
Sementara limbah padat diolah menjadi pakan ikan bersama residu lainnya seperti
dedak dari residu pertanian, molase tebu/residu
pengolahan gula tebu dan limbah padat dari Tempat Pelelangan Ikan di sekitar
objek. Zero waste yang terwujud tidak hanya secara internal project namun juga secara
eksternal menyerap residu dari kegiatan
ekonomi di sekitarnya.
Pengembangan objek optimalisasi ini selanjutnya
menjadi bagian dari upaya mendukung Program Prioritas Nasional yakni
revitalisasi tambak pantura untuk ketahanan pangan dari sektor perikanan hingga
mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu tinggi protein. Project
ini turut menyerap tenaga kerja lokal yakni warga masyarakat sekitar dan menjadi percontohan dalam pengelolaan aset
untuk Balai Riset lainnya.
Dampak sosial bisa
langsung dirasakan oleh masyarakat, yaitu: peningkatan daya saing kualitas produk
lokal, seperti koperasi petani, pengusaha perikanan; pendorong aktivitas
ekonomi lokal dengan menjamin ketersediaan benih ikan dan produk perikanan; peningkatan kesadaran
akan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan serta wisata edukasi yang
bertujuan untuk meningkatkan pemahaman budidaya perikanan modern melalui yang bekerja sama dengan Pemda dan Akademisi, baik
dari dalam dan luar negeri .
Adapun untuk
jangka panjang dengan sistem yang semakin stabil, kawasan budidaya dapat
memberikan daya dukung yang optimal bagi Program Prioritas Nasional tercipta ketahanan
pangan bagi rakyat Indonesia.
Optimalisasi aset negara bukan hanya tentang angka dan
nilai, tetapi tentang bagaimana setiap meter lahan memberikan manfaat, membuka
peluang, dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga menjadi katalisator percepatan pemanfaatan
aset negara yang lebih produktif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Koordinator KOIN MAS DJKN, Nella Sri Hendriyetty, menyampaikan,”kompetisi ini bukan hanya ajang ide, tetapi ruang untuk menanamkan budaya inovasi di lingkungan DJKN. “Saya berharap lahir semakin banyak inovasi baru yang memperkuat peran DJKN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap gagasan memiliki arti, dan nilai sesungguhnya ada pada implementasinya,”
Penulis : Ratna Astuti (Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Purwakarta
Foto : Tim Dokumentasi
Sumber : Tim KOIN MAS DJKN Jabar_Purwakarta
Media Sosial BRPI Sukamandi
Media Sosial Youtube DJKN
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel