Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Purwakarta
Lomba Makan Kerupuk Tanamkan Integritas

Lomba Makan Kerupuk Tanamkan Integritas

Ratna Astuti
Kamis, 14 Agustus 2025 |   367 kali

Tema Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia yang ke-88 adalah "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Peringatan ulang tahun bangsa Indonesia selalu dimeriahkan oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Karnaval-karnaval sangat meriah dari pelosok desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan bahkan kini diMonumen Nasional (Monas) Jakarta, semua Kementerian/Lembaga serta BUMN pun turut memeriahkan karnaval dalam rangkaian peringatan  hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Ada pun tema yang diusung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) adalah Nagara Dana Rakca. Truk karnaval Kementerian Keuangan mengangkat tema “Nagara Dana Rakca”, menampilkan ayam dan koin sebagai simbol literasi dan pengelolaan APBN yang akuntabel. Ilustrasi samping truk menunjukkan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, 3 Juta Rumah, dan Sekolah Rakyat, sementara sayap emas dan bunga melambangkan kemajuan menuju Indonesia Emas 2045. Chipper, karakter IP Kemenkeu, memperkuat konsep celengan ayam sebagai simbol pengelolaan keuangan yang cerdas. Parade menampilkan pimpinan Kemenkeu dan pawai pegawai serta mahasiswa STAN, menegaskan komitmen #UangKita dikelola demi rakyat sejahtera dan negara berdaulat.

Kantor Pelayananan  Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta pun turut memeriahkan dengan melaksanakan berbagai lomba seperti lomba makan kerupuk, berjalan membawa kelereng dengan sendok di mulut dan  permainan langkah kaki menggunakan kardus. Acara berlangsung sangat meriah dengan tawa gembira dari seluruh pegawai KPKNL Purwakarta, baik Ibu Harmani Sri Mumpuni selaku Kepala KPKNL Purwakarta, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN).

Yang menarik dan selalu ada perlombaan dalam HUT Kemerdekaan di berbagai temapat ini adalah lomba makan kerupuk. Kerupuk ini mudah didapat dan harganya murah sehingga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, baik anak-anak hingga orang dewasa, baik di kampung maupun di kota. Kesannya mungkin sederhana hanya lomba makan kerupuk, namun demikian banyak yang dapat kita tanamkan makna dari lomba makan kerupuk ini pada anak-anak.

Lomba makan kerupuk ini caranya sederhana, anak-anak bekerja sama untuk memasang  tali panjang, dalam satu rangkaian digantungkan kerupuk pada tali  bisa sampai 10 kerupuk atau lebih  dengan peserta sesuai dengan jumlah kerupuk, kemudian setiap kerupuk diletakkan di depan muka peserta, dengan tangan disimpan di belakang punggung. Pada pelaksanaan lombanya para peserta berkompetisi untuk dapat cepat memakan kerupuk sampai habis tanpa bantuan apapun dan harus jujur tanpat bantuan tangan, jangan sampai berbuat curang.  Semakin banyak peserta kompetisi semakin seru, para penonton pun sorak sorai gembira melihat perjuangan para peserta lomba makan kerupuk ini dan menjadi saksi jika ada yang berbuat curang langsung dinyatakan gugur.

Dari hal di atas  banyak manfaat yang diperoleh dari lomba makan kerupuk ini, antara lain : menjalin silaturahmi antargenerasi, seluruh warga bisa bertemu, ketika sehari-hari disibukkan dengan sekolah atau bekerja, pada hari itu semua berkumpul di lapang arena perlombaan tanpa memandang status sosial, sehingga menumbuhkan solidaritas, bersatu dan berdemokrasi;  menjalin kerjasama  dan bergotong royong dalam persiapan lomba, sehingga lomba dapat diselenggarakan; menumbuhkan jiwa sosial, karena untuk persiapan dan hadiahnya memerlukan biaya, untuk  biaya tersebut diperoleh dengan patungan atau mungkin ada yang menjadi sponsor; memupuk rasa patriotisme, karena dalam memakan kerupuk di atas tali tidaklah mudah, talinya bergoyang, sulit untuk ditangkap oleh mulut, bahkan karena susahnya ada yang menyerah, dari sini anak-anak berjuang bagaimana agar kerupuk tersebut bisa dimakan habis, dengan demikian dapat ditanamkan jiwa patriotisme, pantang menyerah, sehingga menghargai perjuangan para pahlawan untuk kemerdekaan RI,  timbul rasa nasionalisme yang tinggi memupuk rasa cinta tanah air.

Manfaat penting lainnya adalah adanya sifat keberanian, percaya diri dan sportivitas, dengan mengikuti lomba ini, anak-anak yang awalnya takut, malu untuk ikut lomba, yang kemudian ada yang agak dipaksa untuk mengikuti lomba oleh orangtua atau teman-temannya, sehingga ikut dan menjadi berani, sehingga berani pula untuk tampil dalam acara-cara berikutnya dengan penuh percaya diri. Tidak hanya berani dan percaya diri saja, namun dalam mengikuti lomba harus memiliki jiwa sportivitas, jangan sampai melakukan kecurangan. Ketika kawan menang maka kita hars memberikan apresiasi kepada kawan yang menang.  Dengan jiwa sportivitas ini maka integritas telah tertanam dalam jiwa anak-anak. Integritas inilah yang menjadi fundamental yang harus tertanam dalam setiap jiwa individu. Ini sebagai bukti integritas  adalah kemerdekaan yang sesungguhnya. 

Integritas sebagai pondasi untuk membangun bangsa, dengan persatuan dan kesatuan bangsa membuat bangsa ini  tegak, maju dan sejahtera sehingga menjadi  "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju"


Penulis : Ratna Astuti Kepala Seksi Kepatuhan Internal

Foto      : Tim Dokumentasi










 




Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon