Ultimate Service
Ratna Astuti
Kamis, 05 Juni 2025 |
861 kali
Pada
hari Rabu, 21 Mei 2025, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)
Purwakarta mempunyai agenda yang cukup padat, mulai dari acara sosialisasi Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 375 Tahun 2024 tentang Pedoman Penentuan Nilai Taksiran BMN Selain Tanah dan/atau Bangunan
Berupa Kendaraan Bermotor oleh Panitia Penaksir, Sosialisasi eksternal
Antkorupsi, Dialog Lintas Generasi “
Komunikasi Efektif Lintas Generasi” dan Sharing Seassion Service Excellence
dengan pemateri Tim PT Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Purwakarta.
Sharing
Seassion Service Excellence dengan narasumber dari Bank Syariah Indonesia
(BSI) kali ini disampaikan oleh Mikta Widriati selaku Area Operations and Service Manager (AOSM) Bandung Raya.
Tema
yang diangkat oleh Mikta adalah Ultimate Service. Ultimate Service
ini adalah value dalam melayani
yang memastikan pelanggannya untuk terus kembali lagi dan terikat secara
emosional. Service merupakan cara kita menstransfer kebahagiaan kepada orang
lain, oleh karena itu pemberi service
harus Bahagia. Menurut Theodore Roosevelt Service is care. People don’t care
how much you know until they know how much you care.
Aspek-aspek dalam Ultimate Service ini meliputi: sarana,
prasarana serta sumber daya manusianya. Sarana dan prasarana ini meliputi
fasilitas yang memadai dan prosedur yang simple. Adapun sumber daya manusianya
meliputi sikap, skill dan penampilan.
Sikap kita dalam memberikan layanan sangat penting. Sikap dalam ultimate
service meliputi senyum, salam, sapa, sopan, santun, semangat dan solusi. Kita harus sering latihan senyum yang tulus, karena ketika kita tersenyum dan ceria dalam bekerja, pengguna layanan pun akan tersenyum. Senyum
pengguna layanan merupakan dorongan semangat bagi kita untuk terus memberikan layanan ultimate,
serta berinovasi dalam pengembangan kepuasan bagi pengguna layanan.
Communication skill meliputi 7% verbal, 38 % vocal dan 55 % visual.
Verbal, kita harus sering berlatih dengan cara membaca kitab suci,
berita, buku film dan berdiskusi dengan siapapun sehingga bisa menjadi jelas
dengan menggunakan kata-kata yang lazim, lugas menggunakan kalimat yang tidak
berbelit-belit serta terstruktur dengan cara membuat catatan kekesinambungan
informasi yang akan disampaikan. Vocal meliputi artikulasi, intonasi,
volume suara dan kecepatan bicara. Sedangkan Visual meliputi kontak
mata, ekspresi dan gestur tubuh. Kontak mata membangun hubungan dengan lawan
bicara dan membuat lawan bicara merasa diakui keberadaannya dan diistimewakan.
Ekspresi ada susah, senang dan sedih,
sangat berhubungan dengan mood, sehingga kita harus bisa switching
mood. Gestur tubuh menegaskan yang disampaikan, melambangkan emosi/gagasan,
membangkitkan respon serta melepaskan ketegangan.
Penampilan sangat penting, menurut Ongki Harjanto, “Anda tidak akan memiliki kesempatan kedua,
untuk membuat sebuah kesan pertama.” Untuk penampilan ini di beberapa tempat
memiliki standar dalam berpenampilan. Contoh standar penampilan pada pegawai pria adalah menggunakan seragam kerja rapih,
bersih, sesuai ketentuan lengkap dengan ID Card dan PIN; sepatu tertutup bersih
dan menggunakan kaos kaki; rambut tidak diperkenankan gondrong melebihi daun
telinga sebelah atas, tidak mengenai leher baju serta harus disisir rapih; jenggot atau bulu dagu, kumis serta jambang harus rapih; kuku dipotong pendek
serta selalau rapih dan bersih; parfum atau deodorant diperkenankan untuk mencegah
bau badan; dan tidak diperkanankan
menggunakan perhiasan kecuali arloji. Adapun standar aksesoris pria berupa ikat
pinggang gumakan dari bahan kuit dengan model formal dan sesuaikan dengan
warna sepatu; jangan menggunakan ikat pinggang karet, anyaman atau
rantai; pilih sepatu kulit warna hitam atau warna gelap lainnya; kaos kaki
disesuaikan dengan warna celana panjang
dan selalu terjaga kebersihannya; dasi pilih motif polos, garis-garis
maupun kotak-kotak yang berbahan sutra, hindari motif yang terlalu mencolok dan
bahan mengkilap serta panjang dasi sebatas kepala ikat pinggang; jam tangan model
sederhana dan berwarna netral; cincin model sederhana atau cincin kawin.
Contoh standar penampilan
pada pegawai wanita adalah menggunakan
seragam kerja rapih, bersih, sesuai ketentuan lengkap dengan ID Card dan PIN; sepatu tertutup bersih dan menggunakan kaos kaki; kuku dipotong pendek serta
selalu rapih, bersih dan tidak diperkenankan memakai warna cat kuku dengan
warna mencolok; kosmetik dipakai menurut kepantasan; parfum atau deodorant
diperkenankan untuk mencegah bau badan, diperkenankan menggunakan perhiasan maksimal tujuh titik. Adapun standar aksesoris wanita berupa
sepatu dapat disesuaikan dengan warna tas kerja, kaos kaki hitam, dan
selalu terjaga kebersihannya; tas kerja dengan model formal yang tidak banyak
pernak-pernik, sesuaikan dengan warna sepatu; jam tangan model sederhana dan
berwarna netral; perhiasan kalung dan sepasang anting model sederhana, cincin model sederhana atau cincin kawin maksimal 2
titik, gelang maksimal 2 buah, jangan menggunakan perhiasan yang terlalu besar
dan mencolok dan pemakaian gelang kaki tidak diperkenankan.
Materi terakhir yang disampaikan adalah tentang handling
complaint. Handling complaint harus
segera ditangani. Menurut Survey The White House Office of Consumer Affairs,
Washinton DC, pelanggan yang kecewa terhadap pelayanan akan menyampaikan
kekecewaannya kepada 16 orang, bahkan 13 % pelanggan yang kecewa akan
menceritakan kepada lebih dari 20 orang. Kalau dihitung secara aritmetika, jika
ada 3 keluhan akan menjangkau lebih dari 1.000 orang. Saat ini eranya media
sosial ada facebook, Instagram, youtube, tiktok, whatsapp dan lain sebagainya,
maka 1 iorang complain bisa menjangkau seluruh dunia.
Dalam menangani complain kita dapat menggunakan “detik”, yaitu
terdiri dari dengarkan, empati, tenangkan diri dan pengguna layanan,
identifikasi dan berikan solusi serta kepedulian. Dengarkan dengan kontak mata, senyum, anggukan dan emphatic
listening. Emphaty turut merasakan dan turun tangan untuk membantu,
jadi simpati saja tidak cukup. Tenangkan diri dan pengguna layanan dengan
kalimat dan langkah yang menenangkan. Identifikasi dan berikan solusi dengan
mencari tahu permasalahan dan memberikan solusi. Kepedulian dengan menyampaikan
lamanya waktu dan tindaklanjut. Ada pun tips mengatasi keluhan pengguna
layanan tidak diperkenankan menggunakan killing words, terlalu cepat
menarik kesimpulan, memotong pembicaraan, menyalahkan pengguna layanan atau pun
petugas lain serta menyalahkan sistem prosedur dan ketentuan.
Demikian materi yang telah disampaikan oleh Mikta. Ultimate
service merupakan transformasi layanan dengan berusaha memberikan yang
terbaik, memastikan
bahwa setiap interaksi bersifat personal, efisien, dan berkesan, sehingga dapat
membangun hubungan yang kuat dengan para pemangku kepentingan, karena melampaui harapan pemangku kepentingan, Dengan memberikan layanan dan engagement yang kuat bagi para
pemangku kepentingan, diharapkan dapat tercipta loyalitas para pemangku
kepentingan. Ultimate service pun berinovasi dalam pengembangan kepuasan bagi pengguna
layanan. Hal ini dibuktikan dengan adanya transformasi layanan digital yang
memudahkan pengguna layanan, hal ini sejalan dengan Kementerian Keuangan
melalui aplikasi Satu Kemenkeu, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
melalui Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN), Sistem Informasi Penilaian
(SIP), Portal Lelang dan layanan digital lainnya untuk kemudahan pengguna
layanan dan percepatan layanan.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel