SPS Mendaki Gunung
Ratna Astuti
Jum'at, 14 Maret 2025 |
420 kali
Dalam rangka internalisasi budaya kerja,
pola pikir dan nilia-nilai Kementerian Keuangan pada Kantor Pelayanan Kekayaan
Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta, setiap Senin pagi seluruh pegawai
mengadakan kegiatan untuk mengawali aktivias dengan kegiatan Sapa Pagi Senin (SPS). SPS merupakan kegiatan rutin mingguan antara Kepala KPKNL Purwakarta
dengan seluruh pegawai, baik dilakukan secara luring
maupun daring. SPS ini sebagai sarana untuk penyampaian laporan pelaksanaan pekerjaan yang telah dan akan dilaksanakan oleh
masing-masing Kepala Seksi,
Sub Bagian Umum, Para Jabatan Fungsional, para pelaksana dan Pegawai Pemerintah
Non Pegawai Negeri (PPNPN), dan/atau berbagi pengetahuan/sosialisasi yang diisi oleh semua unsur
pada KPKNL Purwakarta baik terkait dengan tugas dan fungsi maupun informasi
lainnya yang bermanfaat.
Kegiatan Sapa Pagi Senin (SPS) yang dilaksanakan pada hari Senin 10 Maret 2025, pukul 09.00-11.00 WIB dilakukan
secara daring melalui media Teams
Meeting. Pembukaan oleh pembawa acara, Selviadera Lobang, PPNPN pada KPKNL Purwakarta, dilanjutkan dengan doa bersama
serta penayangan Mars Kemenkeu
dan yel-yel dengan dipimpin oleh pelaksana pada Subbagian Umum, Qalitza Fitra
Septhani. Pembacaan Nilai-Nilai dan Budaya Kerja
Kementerian Keuangan oleh Ratna
Astuti, Kepala Seksi Kepatuhan Internal.
Sharing
session diisi dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh
Ibu Siti Jenab, Pelaksana pada Seksi Hukum dan Informasi dengan tugas
kesehariannya beracara di Pengadilan dan memiliki hobi baru mendaki gunung. Pemateri pun menyampaikan materinya dengan judul “Lima Manfaat
Mendaki Gunung Bagi Kesehatan Fisik dan
Mental”, lima manfaat tersebut antara lain:
1. Meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Pada saat mendaki gunung, suplai oksigen dan peredaran darah dalam tubuh akan meningkat. Udara sekitar pegunungan yang segar dan bebas dari polusi juga akan menambah dampak positif bagi tubuh kita;
2. Mengurangi stres dan membuat hidup lebih bahagia. Mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi stress dan membuat hidup kamu menjadi lebih Bahagia. Pemandangan indah yang ditawarkan saat pendakian, akan membantu untuk menghilangkan segala kepenatan pekerjaan. Selain itu menurut penelitian, berjalan dengan durasi yang cukup panjang nyatanya lebih meningkatkan kadar kebahagiaan;
3. Memperkuat otot kaki. Berbagai medan yang dilalui untuk menuju puncak, jalanan berkerikil, berbatu, dan tanah, nyatanya akan membuat otot kaki kita semakin kuat dan terbentuk;
4. Membuat daya ingat lebih kuat. Aktivitas fisik dapat berdampak positif untuk kesehatan otak. Dalam mendaki, dibutuhkan ketepatan insting untuk mengingat dan pengelolaan emosi yang baik. Dengan melakukan perjalanan mendaki, ternyata membuat daya ingat kita semakin kuat dan memori yang semakin tajam;
5. Membuat tulang lebih padat.Berjalan dan mendaki gunung dengan kontur tanah yang berbeda. Kita juga bisa menikmati sinar matahari pagi saat akan menyaksikan matahari terbit dari atas gunung. Dengan memiliki tulang yang sehat, tentu kita akan terhindar dari masalah tulang seperti osteoporosis.
Pemateri sangat menikmati hobi barunya mendaki gunung di akhir pekan hari liburnya sehingga dapat menyeimbangkan kehidupan professional dan pribadi. Kehidupan professional pemateri sebagai ASN dengan tugas kesehariannya beracara di Pengadilan dan kehidupan pribadi dengan hobi mendaki gunung. Dengan kata lain pemateri memiliki gaya hidup sehat dan seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang biasa disebut Work Life Balance. Hal ini dapat menjadi teladan yang baik dalam menerapkan Work Life Balance.
Penulis: Ratna Astuti
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |