Integrity Sharing KPKNL Purwakarta
Ratna Astuti
Sabtu, 15 Juni 2024 |
364 kali
Pada
tanggal 13 Juni 2024 KPKNL Purwakarta telah menyelenggarakan acara Integrity
Sharing pada kegiatan Kamis Monev KPKNL Purwakarta. Integrity Sharing
dilaksanakan serentak di lingkungan DJKN seluruh Indonesia. Integrity Sharing ini merupakan salah satu
kegiatan program pengendalian gratifikasi di lingkungan DJKN tahun 2024.
Kegiatan
Integrity Sharing ini sebenarnya merupakan hal yang senantiasa dilakukan di
KPKNL Purwakarta dalam kegiatan rutin seperti
dalam Sapa Pagi Senin (SPS), Kamis Monev maupun kegiatan lainnya. Kepala KPKNL
Purwakarta, Wahjudi Prajogo sebagai role model senantiasa menggaungkan integritas,
karena integritas merupakan nilai yang harus dijunjung tinggi di manapun kita
berada, sehingga integritas ini menjadi budaya bagi setiap insan Kementerian Keuangan,
DJKN dan KPKNL Purwakarta pada khususnya. Namun karena kegiatan Integrity
Sharing ini harus dilakukan secara formal, maka kegiatan Integrity Sharing pun
diselenggarakan melalui undangan Kepala KPKNL Purwakarta nomor:
Und-72/KLN0804/2024 tanggal 13 Juni 2024.
Dalam
kegiatan Integrity Sharing ini pegawai KPKNL Purwakarta berpartisipasi aktif
dan penuh antusias. Pada kegiatan ini diawali dengan pemutaran film Benteng Integritas KPKNL Purwakarta yang dibuat dua
tahun lalu oleh para artis pegawai KPKNL Purwakarta. Film pendek Benteng Integritas
yang berdurasi 5 menit ini sangat penuh makna, dengan pemeran yang sangat
menjiwai.
Bapak Wahjudi Prajogo dalam memulai diskusi mengupas tentang film pendek ini di mana dalam film tersebut mencerminkan nilia-nilai Kementerian Keuangan integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan dan pada akhirnya kesempurnaan. Dalam film tersebut menggambarkan sosok seorang ASN yang memiliki tekanan dari keluarga yang memerlukan sejumlah uang namun di sisi lain dia menolak sejumlah uang, integritas menjadi pondasi sehingga kita bersikap profesional. ASN tersebut memberikan layanan sesuai prosedur, memberikan keadilan dan loyal dalam pelayanan kepada setiap stakeholder, itu pondasinya adalah integritas. Integritas pribadi mencerminkan integritas suatu organisasi KPKNL Purwakarta, lebih luas DJKN, lebih luas Kementerian Keuangan dan ASN.
Untuk menumbuhkan integritas sebagai budaya tidak bisa dalam waktu pendek sehari dua hari setahun dua tahun, tentu memerlukan proses yang panjang, termasuk di lingkungan kita. Kita sebagai makhluk sosial, kita perlu memberi contoh dan mendidik lingkungan kita, lingkungan keluarga, tetangga, komunitas kita yang lain, lingkungan kerja atau stakeholder. Perjuangan ini tidak bisa kita anggap sepele dilakukan sendiri, karena kita harus saling mengingatkan dan menguatkan satu sama lain, karena banyaknya godaan yang menjadikan kita tergiur. Dengan adanya potensi tergiur, dapat menimbulkan penyalahgunaan wewenang atau berbuat korupsi dan menerima gratifikasi. Sebagai contoh pemenangan lelang, kita tidak menjamin pemenangnya karena adanya sistem yang bagus, integritas dapat dibangun dengan sistem yang baik, tapi yang lebih penting kualitas sumber daya manusianya. Karena sebagus-bagusnya sistem dapat juga terjadi penyalahgunaan wewenang dari sisi SDM-nya. Selain itu di pengadaan barang dan/atau jasa juga dapat terjadi kebocoran. Kualitas pengadaan di KPKNL Purwakarta sangat bagus, hal ini terlihat dari anggaran dipakai semua oleh kontraktor/vendor untuk pembangunan/pengadaan tanpa potongan dari panitia. Di sisi penilaian aset, bisa aja ada orang yang berpesan tolong dinilai dengan nilai tertentu. Di semua sisi pasti ada peluang untuk itu, tinggal bagaimana kita membentengi diri kita dengan integritas.
Di
Kementerian Keuangan sudah ada sistem pengendalian terkait integritas dan korupsi
sudah sangat baik, namun demikian semua tergantung dari diri kita, integritas tumbuh dari diri kita masing-masing.
Tidak ada yang tahu kita melakukan korupsi apalagi kalau sudah ada kesepakatan,
tidak ada yang tahu yang awalnya takut-takut, malu, kemudian menjadi kebiasaan. Yang kemarin tidak apa-apa sehingga menjadi semakin berani dan karena terlalu
berani melakukannya, sehingga kemudian terjadilan temuan yang kemudian
terjadilah hukuman pidana pada pelaku yang menjadikan kerugian bagi dirinya,
keluarga, lingkungan, instansi dan negara.
Integritas
menjadi tolak ukur citra KPKNL Purwakarta, integritas tetap kita jaga.
Lingkungan KPKNL Purwakarta sudah berintegritas tinggi. Jangan sampai
integritas tergadaikan. Ketika kita memiliki kebutuhan banyak jalan untuk menyelesaikan
tanpa harus integritas tergadaikan.
Perubahan
organisasi sangat drastis, perubahan
yang menuju kebaikan, perubahan pada masa transisi sangat berat, jika dahulu
birokrat yang bersifat dilayani menjadi birokrat yang bersifat melayani, yang
lolos dan bisa beradaptasi pasti melalui tahapan-tahapan godaan yang sangat berat.
Kalau sekarang semua telah sepakat tidak boleh ada yang memberi gratifikasi dan
tidak ada yang mau menerima gratifikasi.
Dalam
diskusi ini pun KPKNL Purwakarta dapat melaporkan adanya Tolak dan Laporkan
Gratifikasi ke gol.kpk.go.id. Terkait Tolak dan Gratifikasi pun memang masih adanya
kesungkanan atau rasa tidak enak untuk melaporkannya. Namun demikian kita harus
memberikan edukasi kepada stakeholder terkait Tolak dan Laporkan Gratifikasi.
Kadang
kita memberikan layanan yang lebih, dikira mengharapkan sesuatu dari stakeholder. Kita harus hati-hati, dengan
tidak menerima sesuatu tentunya akan membuat stekhoder puas. Sehingga
berikanlah pelayanan terbaik tanpa mengharapkan sesuatu.
Integritas merupakan komitmen dari Kementerian Keuangan adalah keharusan yang dilaksanakan terus menerus yang kemudian menjadi budaya dan secara reflek kita akan sentiasa melakukan integritas.
DJKN Integrity Week 2024
Penulis
: Ratna Astuti Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Purwakarta
Lighthouse Team Duta Transformasi
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel