Selayang Pandang Teknik Public Speaking
Irfan Fanasafa
Selasa, 16 November 2021 |
116468 kali
Secara
umum setiap orang memiliki kemampuan berbicara tetapi tidak setiap orang mampu
berbicara komunikatif dan menarik di depan umum. Berbicara di depan umum
merupakan sebuah skill/ kemampuan atau yang dapat dipelajari.
Tekniknya dapat dengan mudah dipelajari dan sudah menjadi hal umum yang dapat
dilakukan oleh banyak orang, karena sekarang ini berbicara di depan umum
merupakan salah satu hal yang menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan
pribadi, sosial, dan kehidupan profesional. Bagi mereka yang sudah dikenalkan
atau terbiasa berbicara di depan umum, mudah baginya untuk menguasai audiens,
tetapi bagi sebagian mereka yang tak terbiasa berbicara di depan umum, akan
menganggap bahwa berbicara di depan umum merupakan hal yang menegangkan dan
menakutkan. Terbayang bahwa seluruh mata audiens akan tertuju pada sosok yang
berbicara di depan umum. Namun, berbicara di depan umum terlepas suka atau
tidak suka bagi sebagian besar di era sekarang ini merupakan hal yang wajib
dikuasai karena dalam suatu hal dan kondisi yang tak terduga pastinya akan
berhadapan dengan sejumlah orang. Tentunya untuk mengatasinya dibutuhkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian
berikut hal-hal dasar dan tips dari Public
Speaking.
Secara
umum, Public Speaking adalah
berbicara di depan umum atau berbicara di depan publik, yang merupakan sebuah
aksi, tindakan atau keterampilan berbicara pada sekelompok besar orang atau
seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang ke sekelompok
orang secara langsung bertatap muka. Contohnya yaitu pidato, moderator, dan
presentasi.
A.
Metode Public Speaking
Dalam
berbicara di depan umum ini, terdapat empat metode yang perlu dipelajari .
Berikut penjelasan empat metode tersebut beserta kelemahan dan kelebihannya
yaitu :
1.
Impromtu atau Ad Libirtum
Metode Impromtu merupakan metode yang dilakukan
secara spontanitas yang mana tidak menggunakan persiapan atau pembuatan naskah
tertulis terlebih dahulu (secara langsung). Atau berbicara tanpa naskah. Metode
impromtu biasanya dilakukan oleh seseorang yang akan tampil secara mendadak.
Kelebihan dari metode ini adalah
pendapat dan gagasan yang dihasilkan akan datang secara spontan, dapat
mengungkapkan perasaan dengan sebenarnya, dan dapat memungkinkan pembicara
untuk terus berpikir.
Namun kekurangannya dapat menghasilkan
kesimpulan yang masih mentah karena adanya keterbatasan pengetahuan pembicara,
gagasan yang dihasilkan kurang sistematis, dan dapat menghasilkan penyampaian
yang tidak lancar terutama bagi mereka yang belum berpengalaman berbicara di
depan umum.
2.
Manuscript atau naskah.
Metode
manuscript ini adalah kebalikan dari Metode Impromtu di atas. Metode
manuscript atau naskah merupakan metode yang dilakukan dengan cara membaca
naskah yang sudah disiapkan. Biasanya metode ini digunakan oleh pejabat negara
atau bagi mereka yang memberi sambutan di acara resmi atau formal.
Metode ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan
karena setiap kata yang diucapkan dalam acara resmi atau formal akan menjadi
figur oleh masyarakat luas dan dikutip oleh media massa.
Kelebihan dari metode manuscript atau naskah ini adalah
sebelum berbicara di depan umum, kita dapat memilih kata-kata dengan
sebaik-baiknya untuk ditulis, menghemat pernyataan, dapat memperlancar dalam
berbicara, dapat menghindari hal-hal yang menyimpang, naskah dapat diperbanyak.
Sedangkan kelemahan dalam metode ini adalah dapat
mengurangi interaksi dengan pendengar, pembicara akan terlihat kaku, persiapan
yang dilakukan akan lebih lama, dan tanggapan pendengar akan sukar mempengaruhi
pesan.
3. Memoriter
atau Hafalan
Memoriter adalah metode
yang dilakukan dalam berbicara di depan umum dengan menghafalkan teks atau
naskah yang sudah disiapkan. Sehingga pada saat pembicara akan menyampaikan
pidatonya, pembicara tidak lagi menggunakan teks atau naskah yang dibuatnya
karena keseluruhan isi teks sudah dihafalkan.
Dalam metode ini, Pembicara
dituntut untuk menguasai susunan bahasa, ide, dan gagasan yang ada dalam teks,
yang mana metode ini cocok untuk mereka yang memiliki daya ingat tinggi. Selain
itu, metode ini juga cocok untuk mereka yang memiliki pembahasan atau topik
yang menarik dan sederhana, yang mana waktu yang digunakan untuk menyampaikan
topik tidak terlalu lama.
Tetapi, metode memoriter tidak disarankan untuk mereka
yang tidak memiliki kapasitas daya ingat yang tinggi karena jika metode ini
dilakukan akan menimbulkan risiko seperti kurang menariknya pembahasan yang
disampaikan karena pembicara akan kebingungan dan berfokus dengan kesalahan
pembicara sendiri.
4. Extempore
atau Using Note
Metode extempore merupakan metode pilihan yang
sangat dianjurkan untuk pembicara. Karena metode ini dilakukan dengan
menggunakan teks atau naskah pidato yang hanya berisi outline (garis besar) dan
pokok penunjang.
Dengan menggunakan outline (garis besar) dan pokok
penunjang, keduanya akan menjadi pedoman untuk mengatur gagasan dalam pikiran
untuk disampaikan ke publik. Metode ini juga disebut sebagai metode dengan
penjabaran kerangka yang mana menggunakan teknik berpidato dengan menjabarkan
materi pidato yang terpola secara keseluruhan.
Namun metode ini hanya dapat digunakan untuk mereka yang
sudah berpengalaman, karena dalam menggunakan metode ini dibutuhkan kecakapan
dalam berbicara. Tentunya jika pembicara tidak cakap maka risikonya yaitu
pembahasan atau topik yang disampaikan akan menjadi tidak teratur yang mana ide
dan gagasan yang sudah tersusun akan menjadi kacau dan tak terarah.
Kelebihan dari metode ini adalah
komunikasi yang dihasilkan dengan pendengar akan lebih baik, pesan atau
pembahasan dapat diubah sesuai dengan kebutuhan, penyajiannya akan lebih
spontan. Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah akan menjadi kurang baik
jika persiapan yang dibuat terburu-buru, penggunaan diksi yang kurang menarik,
mengurangi kefasihan, dan adanya kemungkinan menyimpang outline atau kerangka.
B. Tips Berbicara di Depan Umum
Perasaan takut dan gugup saat berdiri sendiri untuk
menyampaikan gagasan di depan umum yang kemudian menjadi tidak percaya diri
adalah hal yang normal, di mana setiap orang pasti merasakan demam panggung.
Rasa cemas yang ditimbulkan seperti cemas jika topik dan
informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan publik, takut dan cemas
jika terdapat kesalahan dalam menyampaikan topik, cemas jika penampilan yang
diberikan buruk dan malah mempermalukan diri sendiri.
Cara mengatasinya adalah dengan melakukan persiapan
dengan baik dan sempurna, latihan secara terus-menerus sebelum berdiri di
panggung dan menyampaikan gagasan ke publik. Jadikan rasa cemas tersebut untuk
memunculkan penampilan yang luar biasa.
Ketika kita tampil di depan publik, kita harus percaya
diri dan yakinkan pada diri sendiri bahwa kita pasti bisa dan berikan energi
positif ke publik karena hal tersebut dapat mempengaruhi publik. .Tentunya
publik sebagai pendengar akan lebih menyukai pembicaranya yang memberikan
energi positif.
Sebelum menyampaikan gagasan atau pembahasan yang akan
diterima oleh publik pastikan kembali untuk menyiapkan pikiran positif. Pilih
kata-kata positif untuk bekal energi positif. Contohnya, sebelum kita mulai
dengan topik utama, kita ajak audiens untuk bersemangat, dengan mengucapkan
yel-yel : pagi…pagi…pagi…Karena dengan adanya energi positif saat menyampaikan
pembahasan dapat meningkatkan percaya diri.
Membangun interaksi antara pembicara dengan peserta
merupakan hal yang penting saat berbicara di depan umum. Lakukan interaksi
dengan peserta secara baik dan tidak berlebihan, tentunya hal ini dapat
mengurangi kecemasan saat menyampaikan materi atau gagasan yang dibawakan.
Selain itu, melakukan interaksi dengan peserta merupakan
salah satu cara untuk dapat menarik perhatian. Interaksi yang dapat dilakukan
saat berbicara di depan umum misalnya yaitu menanyakan kabar, memberikan
gurauan ringan, dan memberi pertanyaan ke peserta dan menatap mata peserta
ketika kita berbicara dengan mereka
Atau bisa juga menceritakan pengalaman pribadi secara
singkat juga merupakan salah satu cara untuk membangun interaksi dengan
peserta. Hal ini akan membuat kita dikenal oleh peserta karena telah
menceritakan pengalaman secara singkat.
Dari keseluruhan tips di atas hal yang penting untuk
dilihat dari segi visual seseorang saat berbicara di depan umum adalah
penampilan. Tentunya publik atau peserta akan lebih memperhatikan seseorang
yang berpenampilan rapi.. Rapi di sini tidak harus dengan pakaian dan aksesoris
yang mahal ya. Kita bisa memanfaatkan pakaian dan aksesoris yang kita miliki sesuai dengan audiens yang akan kita hadapi.
Hal ini penting karena jika kita berbicara di depan umum
dengan berpakaian yang lusuh dan tidak rapi, tentunya akan membuat publik atau
peserta bosan dan mengalihkan perhatian. (Penulis
: Nurul Musobiqoh)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |