Asset Talk 2024 : Transformasi Pelayanan Menuju Indonesia Maju
Lunda Nine Aleva
Kamis, 14 November 2024 |
606 kali
Dalam rangka memeriahkan Hari Kekayaan Negara (HKN) ke-18 sekaligus
memperkenalkan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas, Kantor
Wilayah DJKN Kalimantan Barat bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan
Lelang Pontianak (KPKNL Pontianak) dan KPKNL Singkawang menyelenggarakan
rangkaian Asset Talk 2024 yang dilaksanakan secara daring
mulai tanggal 12 November sampai dengan 14 November 2024.
Seluruh rangkaian kegiatan Asset Talk dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal
Kekayaan Negara, Bapak Rionald Silaban. Dalam pidato pembukaannya, Bapak Rionald
menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak atas sinergi yang telah terjalin dengan DJKN selama ini. "Kegiatan Asset
Talk ini merupakan salah satu upaya DJKN untuk memperkenalkan tugas dan
fungsi, serta memberikan pemahaman terkait kebijakan terbaru dalam pengelolaan
kekayaan negara, piutang negara, dan lelang kepada seluruh stakeholder
dan masyarakat luas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Bapak Rionald berharap melalui kegiatan ini, DJKN dapat
memberikan pelayanan dan informasi yang lebih baik, serta dapat menyampaikan
isu-isu terkini terkait pelaksanaan tugas dan fungsi DJKN di masing-masing
wilayah. DJKN berkomitmen untuk terus melakukan transformasi dan inovasi
pelayanan yang mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Maju.
Menyambung pidato Direktur Jenderal, Tetik Fajar Ruwandari selaku Kepala
Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat menekankan tema yang diusung dalam
kegiatan Asset Talk kali ini, yakni "Transformasi Pelayanan
Menuju Indonesia Maju". Tema tersebut mencerminkan komitmen DJKN untuk selalu meningkatkan kualitas
layanan, berinovasi, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman serta
teknologi. "Komitmen kami di DJKN adalah untuk terus memperbaiki diri,
meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung tercapainya visi besar
Indonesia sebagai negara nusantara yang berdaulat, maju, dan
berkelanjutan," tuturnya. Melalui peran dan tanggung jawabnya, DJKN akan
berupaya mendukung visi besar tersebut dengan memberikan layanan pengelolaan
aset negara yang profesional, efektif, dan efisien.
Rangkaian Asset Talk 2024 dimulai pada tanggal 12 November
2024 dengan dua sesi menarik yang mengangkat tema ‘Good Governance dalam
Pengelolaan Aset Negara’ dan ‘Optimalisasi Pengurusan Piutang
Negara/Daerah untuk Peningkatan Kualitas LKKL/LKPD’.
Pada sesi pertama, Yohanna T. Sinambela memimpin diskusi sebagai moderator,
berfokus pada penerapan good governance dalam pengelolaan kekayaan
negara. Dalam diskusi ini, narasumber Suharyanto memberikan wawasan mengenai
Jabatan Fungsional Penata Laksana Barang (JFPLB), sedangkan Iga Trisna Nurma
Sari memaparkan Indeks Pengelolaan Aset. Para narasumber menyampaikan pentingnya
peran masing-masing fungsi dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
dalam pengelolaan aset negara.
Pada sesi siang, tema bergeser ke Optimalisasi Pengurusan Piutang
Negara/Daerah yang dipandu oleh Siti Maghfirotun sebagai moderator. Diskusi ini
menghadirkan Libra Andy Chandra Simamora dan Banu Hasmoro sebagai narasumber
yang memberikan pemahaman kepada peserta mengenai strategi dan langkah-langkah
efektif dalam pengelolaan piutang negara dan daerah. Tujuan sesi ini adalah
untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) dan
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).
Hari kedua rangkaian Asset Talk 2024 juga dibagi menjadi
dua sesi yang mengangkat tema ‘Penentuan Nilai Taksiran BMN dalam Mendukung
Pemindahtanganan BMN yang Optimal’ dan ‘Penipuan Lelang’.
Sesi pertama yang dipandu oleh moderator Ferdha Hermanto berfokus pada
Penentuan Nilai Taksiran Barang Milik Negara (BMN) dalam Mendukung
Pemindahtanganan BMN yang Optimal. Dalam sesi ini, narasumber Angger Agung
Pramugalih dan Zainal Arifin memberikan pemahaman kepada peserta tentang proses
penentuan nilai taksiran yang optimal untuk mendukung pemindahtanganan BMN. Diskusi
ini membahas langkah-langkah dalam menilai BMN secara akurat, yang diharapkan
dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara.
Tak kalah menarik, sesi kedua yang mengangkat tema Penipuan Lelang dipandu
oleh Rocky Rovelino. Narasumber Imam Ahmadi dan Fenti Andriyani menjelaskan
berbagai aspek penting terkait layanan lelang, mulai dari prosedur, tantangan
yang dihadapi, hingga solusi yang dapat diterapkan. Mengingat tingginya kasus
penipuan lelang, narasumber juga memberikan materi agar masyarakat lebih
waspada terhadap modus penipuan yang marak terjadi. Peserta diajak untuk lebih
memahami ciri-ciri penipuan dan cara melindungi diri agar tidak menjadi korban.
Hari terakhir rangkaian Asset Talk 2024 kembali dibagi
menjadi dua sesi yang mengangkat tema ‘Pemanfaatan Teknologi dalam Proses
Pengelolaan BMN/BMD’ dan ‘Urgensi Arsip dalam Perspektif Pendampingan dan
Penanganan Perkara’.
Pada sesi pertama, Samba Dewangga memimpin diskusi sebagai moderator. Sesi ini mengangkat topik tentang
pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan Barang
Milik Daerah (BMD). Narasumber Ahmad Taufiq Ramadlan membahas Pemanfaatan
Aplikasi Siman V2 sebagai upaya untuk memperkuat pengelolaan BMN yang andal. Di
samping itu, Haidar Budi Ismail menyampaikan materi tentang Tata Cara
Permohonan Penilaian melalui aplikasi SIP, yang dapat mempermudah proses
penilaian BMN. Kedua narasumber memberikan wawasan mengenai bagaimana teknologi
dapat mendukung efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan aset negara.
Rangkaian Asset Talk 2024 ditutup dengan
sesi khusus yang diadakan bagi pegawai internal di Kantor Wilayah DJKN
Kalimantan Barat. Sesi terakhir ini berfokus pada pembahasan mengenai
penanganan perkara serta urgensi arsip dalam mendukung proses penanganan
perkara dengan moderator Yudistira Oktapriwan G. Nusantara. Dalam diskusi ini, narasumber
Julian Saputra Sinaga membagikan pandangannya mengenai strategi dan tantangan
dalam penanganan perkara yang dihadapi, termasuk langkah-langkah penanganan
yang efektif dan pentingnya pengelolaan arsip yang baik untuk mendukung upaya
tersebut.
Foto Terkait Berita