Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Pontianak
Asset Talk 2024 : Transformasi Pelayanan Menuju Indonesia Maju

Asset Talk 2024 : Transformasi Pelayanan Menuju Indonesia Maju

Lunda Nine Aleva
Kamis, 14 November 2024 |   606 kali

Dalam rangka memeriahkan Hari Kekayaan Negara (HKN) ke-18 sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas, Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Pontianak (KPKNL Pontianak) dan KPKNL Singkawang menyelenggarakan rangkaian Asset Talk 2024 yang dilaksanakan secara daring mulai tanggal 12 November sampai dengan 14 November 2024.

Seluruh rangkaian kegiatan Asset Talk  dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Bapak Rionald Silaban. Dalam pidato pembukaannya, Bapak Rionald menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas sinergi yang telah terjalin dengan DJKN selama ini. "Kegiatan Asset Talk ini merupakan salah satu upaya DJKN untuk memperkenalkan tugas dan fungsi, serta memberikan pemahaman terkait kebijakan terbaru dalam pengelolaan kekayaan negara, piutang negara, dan lelang kepada seluruh stakeholder dan masyarakat luas," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bapak Rionald berharap melalui kegiatan ini, DJKN dapat memberikan pelayanan dan informasi yang lebih baik, serta dapat menyampaikan isu-isu terkini terkait pelaksanaan tugas dan fungsi DJKN di masing-masing wilayah. DJKN berkomitmen untuk terus melakukan transformasi dan inovasi pelayanan yang mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Maju.

Menyambung pidato Direktur Jenderal, Tetik Fajar Ruwandari selaku Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat menekankan tema yang diusung dalam kegiatan Asset Talk kali ini, yakni "Transformasi Pelayanan Menuju Indonesia Maju". Tema tersebut mencerminkan komitmen DJKN untuk selalu meningkatkan kualitas layanan, berinovasi, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman serta teknologi. "Komitmen kami di DJKN adalah untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung tercapainya visi besar Indonesia sebagai negara nusantara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan," tuturnya. Melalui peran dan tanggung jawabnya, DJKN akan berupaya mendukung visi besar tersebut dengan memberikan layanan pengelolaan aset negara yang profesional, efektif, dan efisien.

Rangkaian Asset Talk 2024 dimulai pada tanggal 12 November 2024 dengan dua sesi menarik yang mengangkat tema ‘Good Governance dalam Pengelolaan Aset Negara’ dan ‘Optimalisasi Pengurusan Piutang Negara/Daerah untuk Peningkatan Kualitas LKKL/LKPD’.

Pada sesi pertama, Yohanna T. Sinambela memimpin diskusi sebagai moderator, berfokus pada penerapan good governance dalam pengelolaan kekayaan negara. Dalam diskusi ini, narasumber Suharyanto memberikan wawasan mengenai Jabatan Fungsional Penata Laksana Barang (JFPLB), sedangkan Iga Trisna Nurma Sari memaparkan Indeks Pengelolaan Aset. Para narasumber menyampaikan pentingnya peran masing-masing fungsi dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara.

Pada sesi siang, tema bergeser ke Optimalisasi Pengurusan Piutang Negara/Daerah yang dipandu oleh Siti Maghfirotun sebagai moderator. Diskusi ini menghadirkan Libra Andy Chandra Simamora dan Banu Hasmoro sebagai narasumber yang memberikan pemahaman kepada peserta mengenai strategi dan langkah-langkah efektif dalam pengelolaan piutang negara dan daerah. Tujuan sesi ini adalah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Hari kedua rangkaian Asset Talk 2024 juga dibagi menjadi dua sesi yang mengangkat tema ‘Penentuan Nilai Taksiran BMN dalam Mendukung Pemindahtanganan BMN yang Optimal’ dan ‘Penipuan Lelang’.

Sesi pertama yang dipandu oleh moderator Ferdha Hermanto berfokus pada Penentuan Nilai Taksiran Barang Milik Negara (BMN) dalam Mendukung Pemindahtanganan BMN yang Optimal. Dalam sesi ini, narasumber Angger Agung Pramugalih dan Zainal Arifin memberikan pemahaman kepada peserta tentang proses penentuan nilai taksiran yang optimal untuk mendukung pemindahtanganan BMN. Diskusi ini membahas langkah-langkah dalam menilai BMN secara akurat, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara.

Tak kalah menarik, sesi kedua yang mengangkat tema Penipuan Lelang dipandu oleh Rocky Rovelino. Narasumber Imam Ahmadi dan Fenti Andriyani menjelaskan berbagai aspek penting terkait layanan lelang, mulai dari prosedur, tantangan yang dihadapi, hingga solusi yang dapat diterapkan. Mengingat tingginya kasus penipuan lelang, narasumber juga memberikan materi agar masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan yang marak terjadi. Peserta diajak untuk lebih memahami ciri-ciri penipuan dan cara melindungi diri agar tidak menjadi korban.

Hari terakhir rangkaian Asset Talk 2024 kembali dibagi menjadi dua sesi yang mengangkat tema ‘Pemanfaatan Teknologi dalam Proses Pengelolaan BMN/BMD’ dan ‘Urgensi Arsip dalam Perspektif Pendampingan dan Penanganan Perkara’.

Pada sesi pertama, Samba Dewangga memimpin diskusi sebagai moderator. Sesi ini mengangkat topik tentang pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD). Narasumber Ahmad Taufiq Ramadlan membahas Pemanfaatan Aplikasi Siman V2 sebagai upaya untuk memperkuat pengelolaan BMN yang andal. Di samping itu, Haidar Budi Ismail menyampaikan materi tentang Tata Cara Permohonan Penilaian melalui aplikasi SIP, yang dapat mempermudah proses penilaian BMN. Kedua narasumber memberikan wawasan mengenai bagaimana teknologi dapat mendukung efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan aset negara.

Rangkaian Asset Talk 2024 ditutup dengan sesi khusus yang diadakan bagi pegawai internal di Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat. Sesi terakhir ini berfokus pada pembahasan mengenai penanganan perkara serta urgensi arsip dalam mendukung proses penanganan perkara dengan moderator Yudistira Oktapriwan G. Nusantara. Dalam diskusi ini, narasumber Julian Saputra Sinaga membagikan pandangannya mengenai strategi dan tantangan dalam penanganan perkara yang dihadapi, termasuk langkah-langkah penanganan yang efektif dan pentingnya pengelolaan arsip yang baik untuk mendukung upaya tersebut.

 

Foto Terkait Berita

Floating Icon