Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Pontianak
REVERSE MENTORSHIP

REVERSE MENTORSHIP

Lunda Nine Aleva
Selasa, 30 April 2024 |   1083 kali

            Secara umum, proses mentoring dilakukan oleh orang yang lebih tua dengan anggapan memiliki lebih banyak ilmu dan pengalaman kepada orang yang lebih muda. Metode mentorship secara top down ini memberikan bimbingan kepada generasi muda agar dapat mempelajari hal-hal yang belum diketahui dari generasi tua yang sudah berpengalaman. Namun, ternyata terdapat konsep mentorship yang berkebalikan yaitu reverse mentorship. Pada konsep mentorship ini, generasi muda akan membantu/membimbing generasi tua pada bidang profesi. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 yang tujuannya yaitu memberikan pengetahuan generasi tua agar memiliki keterampilan terkait penggunaan teknologi.

            Reverse mentorship diimplementasikan dalam berbagai bentuk seperti staf muda yang lebih melek teknologi membimbing staf yang lebih tua ketika menggunakan alat-alat baru yang lebih canggih. Staf yang lebih muda atau junior ini bisa membantu staf senior agar memiliki keterampilan khusus dan dapat belajar satu sama lain. Apabila berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi, maka tidak dapat dipungkiri bahwa generasi muda lebih responsif terhadap digitalisasi. Hal ini menjadikan proses mentorship dalam berbagai sektor tidak selalu berlaku top down karena banyak generasi muda yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Adanya fenomena ini juga didukung oleh kebutuhan perusahaan dalam mempercepat proses produksi dan meningkatkan efektivitas maupun efisiensi bisnis sehingga membutuhkan adopsi teknologi. Tuntutan terhadap perkembangan zaman membuat perusahaan banyak merekrut staf muda yang melek teknologi agar pekerjaan di perusahaan dapat semakin cepat. Staf muda ini juga diharapkan dapat membimbing staf senior untuk berdaptasi dengan berbagai pembaruan dan inovasi yang berkaitan dengan internet maupun teknologi.

            Menariknya lagi terdapat berbagai benefit yang diperoleh apabila perusahaan yang menerapkan reverse mentorship yaitu 1) dapat membantu perusahaan dalam menjawab tantangan global yang serba digital, 2) dapat meningkatkan inovasi, meningkatkan retensi generasi muda, juga dapat meningkatkan pemahaman generasi satu dengan lainnya, 3) memperkenalkan pekerjaan secara mobile atau jarak jauh dan fleksibilitas dalam bekerja, 4) mengurangi pemutusan hubungan kerja. Sistem reverse mentorship tidak hanya dijadikan sarana untuk menghilangkan batasan usia dalam dunia kerja namun juga bisa dijadikan sarana dalam mengatasi masalah keberagaman dan inklusivitas.

            Reverse mentorship mulai diimplementasikan dalam perusahaan karena sudah terdapat sejumlah penelitian yang menunjukkan hasil baik dari proses mentoring ini. Suatu studi oleh Cain et al (2022) menyatakan jika universitas modern di Inggris melakukan proyek reverse mentorship sebagai kerangka mentoring terbalik sehingga siswa menjadi mitra senior sementara tutor menjadi mitra junior. Temuan ini menunjukkan jika hubungan siswa dengan tutornya dapat semakin kuat dan memiliki perspektif satu sama lain. Konsep ini juga dapat mengurangi kesenjangan pemahaman budaya dalam mentoring. Dalam studi yang dilakukan Pizzolato & Dierickx (2022) konsep reverse mentorship berhasil diterapkan di sektor swasta dan kedokteran sehingga tercipta iklim integritas dan lingkungan belajar bersama yang lebih baik antara junior dengan senior.

            Bentuk implementasi dari reverse mentorship yang bisa dilakukan oleh perusahaan yang hendak mengimplementasikan konsep tersebut yaitu dengan memasangkan staf junior dengan senior dalam mengerjakan suatu proyek sehingga keduanya dapat saling berkolaborasi. Staf senior dengan pengalaman yang lebih luas dapat membimbing staf junior terkait teknik dan ilmu dalam melakukan pekerjaan sementara staf junior dapat membimbing staf senior untuk adaptif terhadap teknologi misalnya mengajarkan pemasaran secara online melalui marketplace dan sebagainya. Implementasi reverse mentorship juga bisa ditunjukkan dengan bagaimana staf junior memperkenalkan staf senior terkait bagaimana cara dalam berbelanja online. Dengan demikian, kolaborasi antar generasi dapat terus ditingkatkan sehingga didapatkan keseimbangan bisnis profesional yang lebih menguntungkan. Salah satu implementasi reverse mentorship  di lingkungan DJKN yaitu Implementasi Learning Organization dan Knowledge Management (LOKM) yang mana bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran, tukar pengalaman, dan berbagi pengetahuan yang efektif di lingkungan Kementerian Keuangan. 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon