REVERSE MENTORSHIP
Lunda Nine Aleva
Selasa, 30 April 2024 |
1083 kali
Secara
umum, proses mentoring dilakukan oleh orang yang lebih tua dengan anggapan
memiliki lebih banyak ilmu dan pengalaman kepada orang yang lebih muda. Metode
mentorship secara top down ini memberikan bimbingan kepada generasi muda
agar dapat mempelajari hal-hal yang belum diketahui dari generasi tua yang
sudah berpengalaman. Namun, ternyata
terdapat konsep mentorship yang berkebalikan yaitu reverse mentorship.
Pada konsep mentorship ini, generasi muda akan membantu/membimbing generasi tua
pada bidang profesi. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 yang
tujuannya yaitu memberikan pengetahuan generasi tua agar memiliki keterampilan
terkait penggunaan teknologi.
Reverse mentorship diimplementasikan dalam berbagai bentuk seperti staf
muda yang lebih melek teknologi membimbing staf yang lebih tua ketika
menggunakan alat-alat baru yang lebih canggih. Staf yang lebih muda atau junior
ini bisa membantu staf senior agar memiliki keterampilan khusus dan dapat
belajar satu sama lain. Apabila
berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi, maka tidak dapat dipungkiri
bahwa generasi muda lebih responsif terhadap digitalisasi. Hal ini menjadikan
proses mentorship dalam berbagai sektor tidak selalu berlaku top down karena
banyak generasi muda yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Adanya
fenomena ini juga didukung oleh kebutuhan perusahaan dalam mempercepat proses
produksi dan meningkatkan efektivitas maupun efisiensi bisnis sehingga
membutuhkan adopsi teknologi. Tuntutan terhadap perkembangan zaman membuat
perusahaan banyak merekrut staf muda yang melek teknologi agar pekerjaan di
perusahaan dapat semakin cepat. Staf muda ini juga diharapkan dapat membimbing
staf senior untuk berdaptasi dengan berbagai pembaruan dan inovasi yang
berkaitan dengan internet maupun teknologi.
Menariknya
lagi terdapat berbagai benefit yang diperoleh apabila perusahaan yang
menerapkan reverse mentorship yaitu 1) dapat membantu perusahaan dalam
menjawab tantangan global yang serba digital, 2) dapat meningkatkan inovasi,
meningkatkan retensi generasi muda, juga dapat meningkatkan pemahaman generasi
satu dengan lainnya, 3) memperkenalkan pekerjaan secara mobile atau
jarak jauh dan fleksibilitas dalam bekerja, 4) mengurangi pemutusan hubungan
kerja. Sistem reverse mentorship tidak hanya dijadikan sarana untuk
menghilangkan batasan usia dalam dunia kerja namun juga bisa dijadikan sarana
dalam mengatasi masalah keberagaman dan inklusivitas.
Reverse mentorship mulai diimplementasikan dalam perusahaan karena sudah terdapat sejumlah penelitian yang menunjukkan hasil baik dari proses mentoring ini. Suatu studi oleh Cain et al (2022) menyatakan jika universitas modern di Inggris melakukan proyek reverse mentorship sebagai kerangka mentoring terbalik sehingga siswa menjadi mitra senior sementara tutor menjadi mitra junior. Temuan ini menunjukkan jika hubungan siswa dengan tutornya dapat semakin kuat dan memiliki perspektif satu sama lain. Konsep ini juga dapat mengurangi kesenjangan pemahaman budaya dalam mentoring. Dalam studi yang dilakukan Pizzolato & Dierickx (2022) konsep reverse mentorship berhasil diterapkan di sektor swasta dan kedokteran sehingga tercipta iklim integritas dan lingkungan belajar bersama yang lebih baik antara junior dengan senior.
Bentuk
implementasi dari reverse mentorship yang bisa dilakukan oleh perusahaan
yang hendak mengimplementasikan konsep tersebut yaitu dengan memasangkan staf
junior dengan senior dalam mengerjakan suatu proyek sehingga keduanya dapat
saling berkolaborasi. Staf senior dengan pengalaman yang lebih luas dapat
membimbing staf junior terkait teknik dan ilmu dalam melakukan pekerjaan
sementara staf junior dapat membimbing staf senior untuk adaptif terhadap
teknologi misalnya mengajarkan pemasaran secara online melalui marketplace dan
sebagainya. Implementasi reverse mentorship juga bisa ditunjukkan dengan
bagaimana staf junior memperkenalkan staf senior terkait bagaimana cara dalam
berbelanja online. Dengan demikian, kolaborasi antar generasi dapat terus
ditingkatkan sehingga didapatkan keseimbangan bisnis profesional yang lebih
menguntungkan. Salah satu implementasi reverse mentorship di lingkungan DJKN yaitu Implementasi Learning
Organization dan Knowledge Management (LOKM) yang mana bertujuan untuk mendukung
proses pembelajaran, tukar pengalaman, dan berbagi pengetahuan yang efektif di
lingkungan Kementerian Keuangan.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |