Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Efek Beragun Aset (EBA) Ritel
Diyara Eninta Br Sitepu
Selasa, 15 Februari 2022   |   10191 kali

Beberapa instrumen pasar modal:

  1. Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.
  2. Reksadana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
  3. Obligasi adalah instrument surat utang yang memberikan pendapatan tetap berupa bunga kepada pemegangnya.
  4. ETF (Exchange Traded Fund) adalah semacam Reksadana yang djual lewat Bursa Efek, bukan lewat Manajer Investasi seperti umumnya Reksadana.
  5. Efek Beragun Aset (Asset-backed security) adalah surat berharga yang terdiri sekumpulan aset keuangan berupa tagihan yang terdiri sekumpulan aset keuangan berupa tagihan.

Nah di Indonesia, EBA ada yang berbentuk Surat Partisipasi (SP) yaitu surat berharga yang terdiri dari sekumpulan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang diterbitkan melalui proses sekuritisasi sehingga menjadi instrument investasi pendapatan tetap yang dapat ditransaksikan di pasar sekunder, atau dengan kata lain membeli EBA SP Ritel sama dengan membeli tagihan KPR dari perbankan. EBA SP pertama kali diterbitkan pada tahun 2009, namun baru pada akhir 2018, PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) meluncurkan program EBA Retail kepada investor retail.

Beberapa benefit EBA SP Ritel bagi investor:

  1. Bunga per tahun di atas Deposito (8,75%).
  2. Aman dan risiko terjadinya default rendah karena risiko terbagi ke banyak tagihan KPR serta adanya proses seleksi KPR yang sangat ketat pada saat proses sekuritisasi (rating AAA).
  3. Nilai transaksi yang terjangkau (minimum Rp 100.000,-).
  4. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan penyelesaian T+1.
  5. Kupon dibayar per 3 bulan.
  6. Pokok investasi akan diamortisasi dan dibayar per 3 bulan sehingga investor  dapat melakukan reinvestment ke produk investasi lainpa tanpa harus khawatir dana dikunci.

Jadi Obligasi Ritel (ORI) tidak sama dengan EBA Ritel tidak sama dengan Reksadana yah kawan-kawan, jika Penulis bisa merangkum perbedaan antara ketiganya kira-kira sebagai berikut:

No.

Obligasi Ritel (ORI)

EBA Ritel

Reksadana

1.

Instrumen Fixed Income

Instrumen Fixed Income

Instrumen campuran antara

saham dan obligasi

2.

Minimal hold 1 kali pembagian kupon

Tidak ada minimal hold

Tidak ada minimal hold

3.

Dikelola sendiri

Bisa dijual kapan saja dan dikelola sendiri

Dikelola manager

4.

Risiko rendah

Risiko rendah

Risiko rendah hingga tinggi

 

Begitu juga dengan kupon EBA Ritel yang berbeda dengan kupon yang dibagikan instrumen berbasis fixed income pada umumnya, contohnya ORI vs Eba Ritel:

No.

Obligasi Ritel (ORI)

EBA Ritel

1.

Dibayarkan per bulan setiap tanggal 15

Dibayarkan per 3 bulan setiap tanggal 27

2.

Fixed rate hingga jatuh tempo

Non-fixed rate tergantung direinvestasikan kembali atau hanya didiamkan saja

3.

Tingkat bunga berkisar 5-8% per tahun

Tingkat bunga berkisar 7-9% per tahun

Nah sekarang teman-teman udah mulai ngerti kan tentang EBA Ritel, jadi tunggu apalagi ayo mulai investasi dari sekarang.

 

Referensi:

Bahan Tayang EBA SP-Ritel. Disampaikan pada acara Ngopi Berseri (Ngobrol Pintar Bersama EBA SP-Ritel) – Solusi Investasi untuk Milenial bersama BNI Sekuritas pada tanggal 11 Februari 2022.

https://www.bnisekuritas.co.id/2019/01/31/eba-sp-ritel. Diakses pada 14 Februari 2022.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini