Semangat Al-Insyirah dalam Kinerja Pensertifikatan BMN
Indriani Aryanti Syahruddin
Senin, 06 Juli 2026 |
27 kali
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Insyirah ayat 7: "Faidza faraghta fanshab" (Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain). Ayat ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh larut dalam rasa puas setelah menyelesaikan suatu pekerjaan. Sebaliknya, setiap keberhasilan maupun tantangan harus menjadi energi untuk terus bergerak, berikhtiar, dan memberikan yang terbaik pada tugas berikutnya. Semangat inilah yang tercermin dalam perjalanan kinerja Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) KPKNL Parepare, khususnya dalam pelaksanaan program pensertifikatan Barang Milik Negara (BMN) pada Triwulan II tahun ini.
Beberapa minggu yang lalu, capaian
kinerja pensertifikatan BMN di KPKNL Parepare berada pada posisi yang kurang
menggembirakan. Nilai capaian yang tercatat hanya sekitar 0,2 persen, bahkan
menjadi salah satu yang terendah di antara seluruh KPKNL secara nasional.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian sekaligus tantangan bagi seluruh tim.
Namun, alih-alih menjadi alasan untuk menyerah, angka tersebut justru menjadi
pelecut semangat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh.
Berbagai langkah kemudian
dilakukan. Koordinasi dengan satuan kerja terkait terus diperkuat, komunikasi
dengan para pemangku kepentingan ditingkatkan, dan sinergi antar personel KPKNL
Parepare semakin diintensifkan. Tidak kalah penting, dukungan dan arahan yang
konsisten dari Kepala KPKNL Parepare menjadi faktor penting dalam menjaga
motivasi dan fokus seluruh tim untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Silahkan tim PKN untuk
bermanufer, berkoordinasi dengan satker terkait: BBWS PJ, BPKA, BPKH, dan Kantah
setempat agar capaian bisa menjadi evidence yang meningkatkan nilai Indikator
kinerja” Kepala KPKNL Bapak Roby Lasmana menyemangati.
Dengan arahan tersebut, Seksi PKN
menterjemahkan dalam kinerja tugas berkoordinasi ke satker terkait untuk lebih
tajam membuat evidence (bukti nyata) yang dapat dipertanggungjawabkan dan
diakui sebagai capaian kinerja.
Upaya tersebut akhirnya
membuahkan hasil yang menggembirakan. Menjelang akhir Triwulan II, capaian
kinerja pensertifikatan BMN berhasil meningkat secara signifikan hingga
mencapai 126 persen dari target yang ditetapkan. Sebuah lompatan yang tidak
hanya menunjukkan keberhasilan pencapaian angka, tetapi juga membuktikan bahwa
kerja sama, komitmen, dan ketekunan mampu mengubah tantangan menjadi prestasi.
Pengalaman ini memberikan
pelajaran berharga bahwa target kinerja bukan sekadar angka administratif,
melainkan kompas yang mengarahkan langkah organisasi. Ketika capaian masih
rendah, evaluasi menjadi kebutuhan. Ketika target telah terlampaui, evaluasi
tetap diperlukan agar keberhasilan tersebut dapat dipertahankan dan
ditingkatkan pada periode berikutnya.
Sebagaimana pesan QS. Al-Insyirah
ayat 7, setiap penyelesaian tugas bukanlah garis akhir, melainkan titik awal
untuk menghadapi tantangan berikutnya. Capaian 126 persen yang diraih pada
akhir Triwulan II patut disyukuri, namun juga menjadi pengingat bahwa masih
banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam rangka mengamankan aset negara
dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pemangku kepentingan.
“Mari kita selebrasi sejenak..Lalu kejar PSP dan IGT
120%”. pungkas Nurhikmah penuh aura.
Pada akhirnya, keberhasilan ini bukan hanya milik satu individu atau satu tim, melainkan hasil dari sinergi seluruh pihak yang memiliki tujuan yang sama. Semoga semangat untuk terus memperbaiki diri, mengevaluasi kinerja, dan bekerja melampaui target dapat terus terjaga, sehingga setiap amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi pengelolaan kekayaan negara yang semakin optimal.
#DesiAriyanti#
Foto Terkait Berita