Pentingnya Mengenal Kepribadian (Disc) Dalam Berorganisasi
Marthen Lanteng
Minggu, 11 Agustus 2024 |
3581 kali
PENTINGNYA MENGENAL KEPRIBADIAN (DISC)
DALAM BERORGANISASI
Penulis:
Rofiq Khamdani Yusuf
Dalam
berorganisasi, tujuan merupakan cita-cita yang diupayakan sekuat tenaga dengan
segala daya dan upaya untuk dapat dicapai oleh seluruh anggota organisasi. Secara
umum, tujuan organisasi sering diartikan sebagai keinginan atau cita-cita
bersama dari tiap anggota organisasi untuk mendapatkan keberhasilan. Salah satu kunci sukses dalam mencapai tujuan
organisasi tersebut adalah kerjasama. Kemampuan individu-individu untuk
bekerjasama merupakan kekuatan besar dalam mencapai tujuan. Namun demikian, karakter
atau kepribadian dari masing-masing individu akan sangat berpengaruh pada
sukses dan tidaknya kerjasama.
Seorang Psikolog dari Universitas Harvard, Dr. William Moulton Marston, mengenalkan tipe-tipe
kepribadian dalam empat karakter, yaitu dominance, influence, steadiness, dan
compliance atau sering dikenal
dengan istilah “DISC”. Mengenal dan
memahami kepribadian diri, maupun kepribadian orang lain berperan penting dalam
pencapaian organisasi. Selain itu, agar kerjasama dapat lebih efektif, maka perlu ditopang
dengan adanya “kaidah emas”, dimana seseorang dapat memperlakukan orang lain,
sebagaimana mereka ingin diperlakukan.
Terdapat beberapa cara untuk mengenali dan memahami kepribadian
diri sendiri maupun kepribadian orang lain, diantaranya dengan mengenali secara
vokal, visual dan verbal. Berikut merupakat label/atribut dan ciri-ciri dari
masing-masing kepribadian DISC:
|
Karakter/ Kepribadian |
Atribut/ Label |
Ciri-ciri |
||
|
Vokal |
Visual |
Verbal |
||
|
Dominance |
Menekankan pada pencapaian hasil, dan kepercaan diril |
-
Berbicara
dengan nada yang kuat -
Berkomunikasi
dengan seketika -
Intonasi suara
yang menantang |
-
Berjabat tangan
dengan kuat dan kontak mata -
Memperlihatkan
ketidaksabaran -
Bahasa tubuh
bergerak cepat |
-
Lebih banyak
menyatakan daripada bertanya -
Berusaha untuk
berbicara daripada mendengar -
to the point |
|
Influence |
Menekankan pada mempengaruhi orang lain,
keterbukaan, dan hubungan |
- Berbicara dengan intonasi - Dramatis - Gaya bicara cepat |
- Ekspresif - Spontan - Banyak gerakan tangan dan tubuh |
- Menceritakan kisah dan anekdot - Berbagi perasaan dan pandangan pribadi - Pola pembicaraan informal |
|
Steadiness |
Menekankan pada kerja sama, ketulusan, dan ketergantungan |
-
Berbicara
dengan sikap sederhana -
Nada dan
ekspresi kurang kuat -
Gaya bicara
lembut dan tenang |
-
Berjabat tangan
dengan lembut -
Memperlihatkan
kesabaran -
Ekspresi wajah
bergairah |
-
Lebih banyak
mendengar -
Cenderung menahan
pendapat -
Memilih pilihan
kata lawan bicara |
|
Complience |
Menekankan pada kualitas, akurasi, keahlian,
dan kompetensi |
- Berbicara dengan sikap sederhana - Menggunakan nada dan ekspresi kurang kuat - Gaya bicara lembut dan cenderung tenang |
- Berjabat tangan dengan lembut - Memperlihatkan kesabaran - Bahasa tubuh terlihat lambat |
- Berorientasi dengan data-fakta - Cenderung resmi - Memfokuskan komunikasi |
Dalam
dunia kerja, masing-masing tipe kepribadian memiliki kecenderungan
perilaku/sikap yang beraneka ragam, dalam hal tertentu setiap kepribadian
mempunyai sikap yang sama, namun dalam hal lain setiap kepribadian memiliki
sikap yang berbeda.
-
Individu dengan kepribadian dominance,
lebih bersifat aktif, berorientasi pada tugas, agresif pada hasil dan cenderung
sangat cepat dalam beraktifitas
-
Individu dengan kepribadian influence,
lebih bersifat aktif, berorientasi pada orang, agresif dalam pembicaraan dan
cenderung sangat cepat dalam beraktifitas
-
Individu dengan kepribadian steadiness,
lebih bersifat pasif, berorientasi pada orang, tidak agresif dan cenderung
lambat dalam beraktifitas
-
Individu dengan kepribadian complience,
lebih bersifat pasif, berorientasi pada tugas, tidak agresif dan cenderung
lambat dalam beraktifitas
Selain
itu, agar kerjasama lebih efektif, maka perlu memperhatikan cara berkomunikasi dengan
masing-masing kepribadian. Terdapat hal-hal yang perlu dilakukan dan terdapat hal-hal
yang perlu dihindari ketika berinteraksi atau berkomunikasi dengan
masing-masing kepribadian.
Dominance
Dalam
berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian dominance perlu diingat beberapa hal, diantaranya, berbicara yang
spesifik, jelas, disertai dengan data-fakta, terdapat tujuan yang akan dicapai,
siapkan solusi “win win” dan berikan kesempatan pada sang dominance untuk mengambil keputusan.
Hindari
janji yang tidak mungkin dapat dicapai, berbicara tanpa data-fakta, bergosip,
cerita yang bertele-tele dan menjatuhkan sang dominance.
Cara
pendekatan yang efektif dengan sang dominance
adalah dengan adanya target-target yang ditetapkan
Inflluence
Dalam
berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian influence perlu diingat beberapa hal, diantaranya, memuji atau
memberi penghargaan atas prestasi, dekati dan akrab, luangkan waktu untuk hangout, bersantai dan bergembira dengan
sang influence.
Hindari
sikap formal, kaku dan dingin, batasi membahas data-fakta-peraturan, dan jangan
merendahkan harga diri sang influence.
Cara
pendekatan yang efektif dengan sang influence
adalah dengan memberikan kepercayaan bahwa dia bisa melakukannya.
Steadiness
Dalam
berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian Steadiness perlu diingat beberapa hal, diantaranya, perlu bridging dalam pembicaraan, menawarkan
diri untuk menjadi pendamping/penjamin/pendukung, berikan waktu untuk mengambil
keputusan, menjadi pendengar yang baik, dan gali ide-ide sang Steadiness dengan sabar.
Hindari
sikap memaksa untuk melaksanakan dengan cepat, mengancam, penuh janji, menyela,
dan to the point
Cara
pendekatan yang efektif dengan sang Steadiness
adalah dengan menyatakan ayo kita kerjakan bersama-sama.
Complience
Dalam
berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian Complience perlu diingat beberapa hal, diantaranya, perlu informasi
yang jelas, rinci, detail, dengan data-fakta, sampaikan maksud yang jelas dan
spesifik dengan sang Complience.
Hindari
sikap sokab atau sok akrab, berbicara dengan penuh perasaan, absurd, informal,
dan tidak teratur.
Cara
pendekatan yang efektif dengan sang Complience
adalah dengan menyatakan mari kerjakan dengan benar.
Agar
kerjasama menjadi efektif dan tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik serta
memberikan kepuasan seluruh anggota organisasi, maka adaptasi dan penyelarasan
antar individu dengan berbagai kepribadian perlu perhatikan, dan
diimplementasikan.
So,
kepribadian manakah yang sesuai dengan Anda?
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |