Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Parepare
Pentingnya Mengenal Kepribadian (Disc) Dalam Berorganisasi

Pentingnya Mengenal Kepribadian (Disc) Dalam Berorganisasi

Marthen Lanteng
Minggu, 11 Agustus 2024 |   3581 kali

PENTINGNYA MENGENAL KEPRIBADIAN (DISC) DALAM BERORGANISASI

Penulis: Rofiq Khamdani Yusuf

 

 

Dalam berorganisasi, tujuan merupakan cita-cita yang diupayakan sekuat tenaga dengan segala daya dan upaya untuk dapat dicapai oleh seluruh anggota organisasi. Secara umum, tujuan organisasi sering diartikan sebagai keinginan atau cita-cita bersama dari tiap anggota organisasi untuk mendapatkan keberhasilan.  Salah satu kunci sukses dalam mencapai tujuan organisasi tersebut adalah kerjasama. Kemampuan individu-individu untuk bekerjasama merupakan kekuatan besar dalam mencapai tujuan. Namun demikian, karakter atau kepribadian dari masing-masing individu akan sangat berpengaruh pada sukses dan tidaknya kerjasama.

 

Seorang Psikolog dari Universitas Harvard,  Dr. William Moulton Marston, mengenalkan tipe-tipe kepribadian dalam empat karakter, yaitu dominance, influence, steadiness, dan compliance atau sering dikenal dengan istilah “DISC”. Mengenal dan memahami kepribadian diri, maupun kepribadian orang lain berperan penting dalam pencapaian organisasi. Selain itu, agar kerjasama  dapat lebih efektif, maka perlu ditopang dengan adanya “kaidah emas”, dimana seseorang dapat memperlakukan orang lain, sebagaimana mereka ingin diperlakukan.

 

Terdapat beberapa cara untuk mengenali dan memahami kepribadian diri sendiri maupun kepribadian orang lain, diantaranya dengan mengenali secara vokal, visual dan verbal. Berikut merupakat label/atribut dan ciri-ciri dari masing-masing kepribadian DISC:

 

Karakter/ Kepribadian

Atribut/

Label

Ciri-ciri

Vokal

Visual

Verbal

Dominance

Menekankan pada pencapaian hasil, dan kepercaan diril

-  Berbicara dengan nada yang kuat

-  Berkomunikasi dengan seketika

-  Intonasi suara yang menantang

-  Berjabat tangan dengan kuat dan kontak mata

-  Memperlihatkan ketidaksabaran

-  Bahasa tubuh bergerak cepat

-   Lebih banyak menyatakan daripada bertanya

-   Berusaha untuk berbicara daripada mendengar

-  to the point

Influence

Menekankan pada mempengaruhi orang lain, keterbukaan, dan hubungan

-  Berbicara dengan intonasi

-  Dramatis

-  Gaya bicara cepat

-  Ekspresif

-  Spontan

-  Banyak gerakan tangan dan tubuh

-  Menceritakan kisah dan anekdot

-  Berbagi perasaan dan pandangan pribadi

-   Pola pembicaraan informal

Steadiness

Menekankan pada kerja sama, ketulusan, dan ketergantungan

-  Berbicara dengan sikap sederhana

-  Nada dan ekspresi kurang kuat

-  Gaya bicara lembut dan tenang

-  Berjabat tangan dengan lembut

-  Memperlihatkan kesabaran

-  Ekspresi wajah bergairah

-  Lebih banyak mendengar

-  Cenderung menahan pendapat

-   Memilih pilihan kata lawan  bicara

Complience

Menekankan pada kualitas, akurasi, keahlian, dan kompetensi

-  Berbicara dengan sikap sederhana

-  Menggunakan nada dan ekspresi kurang kuat

-  Gaya bicara lembut dan cenderung tenang

-  Berjabat tangan dengan lembut

-  Memperlihatkan kesabaran

-  Bahasa tubuh terlihat lambat

-  Berorientasi dengan data-fakta

-  Cenderung resmi

-   Memfokuskan komunikasi

 

 

Dalam dunia kerja, masing-masing tipe kepribadian memiliki kecenderungan perilaku/sikap yang beraneka ragam, dalam hal tertentu setiap kepribadian mempunyai sikap yang sama, namun dalam hal lain setiap kepribadian memiliki sikap yang berbeda.

-     Individu dengan kepribadian dominance, lebih bersifat aktif, berorientasi pada tugas, agresif pada hasil dan cenderung sangat cepat dalam beraktifitas

-     Individu dengan kepribadian influence, lebih bersifat aktif, berorientasi pada orang, agresif dalam pembicaraan dan cenderung sangat cepat dalam beraktifitas

-     Individu dengan kepribadian steadiness, lebih bersifat pasif, berorientasi pada orang, tidak agresif dan cenderung lambat dalam beraktifitas

-     Individu dengan kepribadian complience, lebih bersifat pasif, berorientasi pada tugas, tidak agresif dan cenderung lambat dalam beraktifitas

 

Selain itu, agar kerjasama lebih efektif, maka perlu memperhatikan cara berkomunikasi dengan masing-masing kepribadian. Terdapat hal-hal yang perlu dilakukan dan terdapat hal-hal yang perlu dihindari ketika berinteraksi atau berkomunikasi dengan masing-masing kepribadian.

 

Dominance

Dalam berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian dominance perlu diingat beberapa hal, diantaranya, berbicara yang spesifik, jelas, disertai dengan data-fakta, terdapat tujuan yang akan dicapai, siapkan solusi “win win” dan berikan kesempatan pada sang dominance untuk mengambil keputusan.

Hindari janji yang tidak mungkin dapat dicapai, berbicara tanpa data-fakta, bergosip, cerita yang bertele-tele dan menjatuhkan sang dominance.

Cara pendekatan yang efektif dengan sang dominance adalah dengan adanya target-target yang ditetapkan

 

Inflluence

Dalam berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian influence perlu diingat beberapa hal, diantaranya, memuji atau memberi penghargaan atas prestasi, dekati dan akrab, luangkan waktu untuk hangout, bersantai dan bergembira dengan sang influence.

Hindari sikap formal, kaku dan dingin, batasi membahas data-fakta-peraturan, dan jangan merendahkan harga diri sang influence.

Cara pendekatan yang efektif dengan sang influence adalah dengan memberikan kepercayaan bahwa dia bisa melakukannya.

 

Steadiness

Dalam berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian Steadiness perlu diingat beberapa hal, diantaranya, perlu bridging dalam pembicaraan, menawarkan diri untuk menjadi pendamping/penjamin/pendukung, berikan waktu untuk mengambil keputusan, menjadi pendengar yang baik, dan gali ide-ide sang Steadiness dengan sabar.

Hindari sikap memaksa untuk melaksanakan dengan cepat, mengancam, penuh janji, menyela, dan to the point

Cara pendekatan yang efektif dengan sang Steadiness adalah dengan menyatakan ayo kita kerjakan bersama-sama.

 

Complience

Dalam berkomunikasi dengan individu dengan kepribadian Complience perlu diingat beberapa hal, diantaranya, perlu informasi yang jelas, rinci, detail, dengan data-fakta, sampaikan maksud yang jelas dan spesifik dengan sang Complience.

Hindari sikap sokab atau sok akrab, berbicara dengan penuh perasaan, absurd, informal, dan tidak teratur.

Cara pendekatan yang efektif dengan sang Complience adalah dengan menyatakan mari kerjakan dengan benar.

 

Agar kerjasama menjadi efektif dan tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik serta memberikan kepuasan seluruh anggota organisasi, maka adaptasi dan penyelarasan antar individu dengan berbagai kepribadian perlu perhatikan, dan diimplementasikan.

 

So, kepribadian manakah yang sesuai dengan Anda?

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon