Dampak E-commerce bagi Perekonomian Indonesia
Marthen Lanteng
Jum'at, 19 Juli 2024 |
77940 kali
Berkat
perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih, teknologi sangat
berpengaruh terhadap segala bidang, termasuk dalam bidang bisnis. Salah satunya
platform e-commerce yang dapat mendorong kemajuan bisnis digital Indonesia saat
ini. Kita pasti sudah tidak asing dengan penjualan online bahkan mungkin sering
melakukan pembelian atau penjualan secara online. Perdagangan online atau
e-commerce adalah kegiatan jual beli yang dilakukan secara online melalui
internet. Penjualan online menawarkan hal baru seperti saat melakukan transaksi
jual beli tidak harus bertemu satu sama lain. Contoh platform e-commerce yang
ada di Indonesia adalah Shopee, Lazada, Tokopedia dan lain-lain. Dalam beberapa
tahun terakhir, perdagangan online telah berkembang pesat dan memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Lalu apa saja kah dampak dari
perdagangan online terhadap perekonomian di Indonesia?
Berikut
adalah beberapa dampak positif perdagangan online terhadap perekonomian
Indonesia:
a. Meningkatkan
pertumbuhan ekonomi
Dalam laman resmi Kominfo disebutkan bahwa dalam studi
berjudul eConomy SEA 2022, nilai ekonomi digital Indonesia
diprediksi akan mencapai USD 77 miliar pada 2022. Angka tersebut merefleksikan
pertumbuhan 22 persen secara tahunan. Dari keseluruhan tersebut,
sumbangan e-commerce Indonesia memberikan kontribusi senilai
USD59 miliar dan membesar menjadi USD 95 miliar pada 2025.
b. Meningkatkan penerimaan negara
Saat ini e-commerce semakin berkembang
pesat. Hal tersebut juga menguntungkan bagi pemerintah, karena dapat
meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak pertambahan nilai (PPN).
c. Meningkatkan
konsumsi domestik
E-commerce
juga dapat meningkatkan konsumsi domestik karena memberikan opsi efisiensi dan
variasi yang lebih luas atas produk yang ditawarkan. Serta kemudahan akses untuk melakukan transaksi jula beli
secara online, membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong
pertumbuhan ekonomi.
d. Meningkatkan
lapangan kerja
Dalam
sektor e-commerce, terdapat banyak peluang kerja baru yang dapat membantu
mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Peluang kerja tersebut antara lain
sebagai pengembang aplikasi, analis data, spesialis pemasaran digital, dan lain
sebagainya.
e. Meningkatkan
akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah
E-commerce
memberikan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM)
untuk memasarkan produk mereka. Hal ini dapat membantu meningkatkan daya saing
UMKM dan membantu mereka untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin
ketat. E-commerce juga dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas
dalam proses jual beli. Dalam e-commerce, proses jual beli dapat dilakukan
secara otomatis dan lebih cepat, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
Namun,
e-commerce juga memiliki dampak negatif tentunya, antara lain terhadap
seperti:
a. Meningkatkan
perilaku konsumtif yang berlebihan
Belanja
online dapat memicu perilaku konsumtif, terutama pada kalangan muda. Hal ini
dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak terkontrol dan berdampak negatif pada
kondisi keuangan individu. Bahkan terkadang dalam sehari seorang individu dapat
melakukan pembelian barang tanpa memikirkan barang tersebut berguna untuk diri
mereka sendiri.
b. Menimbulkan
persaingan yang tidak sehat
Persaingan
di sektor e-commerce dapat menjadi tidak sehat karena adanya praktik-praktik
bisnis yang tidak adil, seperti penipuan, harga yang tidak wajar, dan lain
sebagainya. Hal tersebut disebabkan oleh peraturan terkait perdagangan online yang
masih belum cukup jelas dan terkadang sulit untuk dijelaskan. Sehingga dapat
merugikan konsumen dan pelaku usaha.
Dalam
rangka meminimalkan dampak negatif perdagangan online terhadap perekonomian
Indonesia, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan literasi digital dan
literasi ekonomi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan
pengawasan terhadap praktik-praktik bisnis yang tidak adil dan memperkuat
regulasi terkait perdagangan online.
Namun,
kelebihan dan kekurangan perdagangan online juga perlu dipertimbangkan.
Kelebihannya antara lain mudah, harga murah, dan hemat waktu, sedangkan
kekurangannya antara lain barang tidak sesuai dengan gambar iklan, waktu
pengiriman terlambat, dan ongkir yang mahal.
Kesimpulannya,
perdagangan online telah membawa dampak positif dan negatif pada kehidupan
sehari-hari. Namun, dengan menjadi pembeli yang cerdas dan teliti sebelum
membeli, kita dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama berbelanja
online.
Ditulis oleh Riadhul Latifah (Pelaksana Subbagian Umum KPKNL Parepare)
Sumber:
-
Ditulis oleh Salsa Sirenia Br Milala dan
ditayangkan di Kompasiana.com dengan judul "Dampak Perdagangan Online
terhadap Perekonomian Indonesia", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/salsasireniabrmilala4777/652bd164edff767985409822/dampak-perdagangan-online-terhadap-perekonomian-indonesia?page=3&page_images=1
-
https://ftmm.unair.ac.id/dampak-e-commerce-era-industri-4-0-pada-perekonomian-indonesia/
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |