Penerapan Eco Office: Pengelolaan Limbah Air Toilet
Ashar Hamka
Minggu, 24 Desember 2023 |
609 kali
Penerapan Eco
Office: Pengelolaan Limbah Air Toilet
Penulis: Bagas Adi Kusuma, Pelaksana
KPKNL Parepare
Dalam era yang semakin sadar akan
lingkungan, banyak perusahaan dan organisasi mulai melihat pentingnya
mengintegrasikan praktik berkelanjutan ke dalam operasi sehari-hari mereka.
Salah satu cara yang populer untuk mencapai tujuan ini adalah dengan
menciptakan eco-office atau kantor ramah lingkungan. Eco-office
adalah lingkungan kerja yang dirancang dan dioperasikan dengan mempertimbangkan
dampaknya terhadap lingkungan. Artikel ini akan menjelaskan konsep eco-office
dan membahas beberapa langkah praktis yang dapat diambil untuk mewujudkannya khususnya dalam pengelolaan limbah air
toilet.
Konsep Eco-Office
Eco office bertujuan
untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui penggunaan sumber
daya yang lebih efisien, penggunaan energi terbarukan, pengurangan limbah, dan
tindakan lain yang berkelanjutan. Berdasarkan SE-6/MK.1/2019 tentang Penerapan
Kantor Ramah Lingkungan (Program Eco-Office) di Lingkungan Kementerian
Keuangan, untuk menciptakan eco office terdapat beberapa aspek utama
yang perlu dipertimbangkan yaitu pengurangan sampah plastik, penghematan energi
listrik, penghematan penggunaan air, kebersihan ruang kerja / kenyamanan ruang
kerja, dan pengelolaan sampah.
Penghematan penggunaan air dapat dilakukan
dengan mengurangi penggunaan air dan mengimplementasikan teknologi penghemat
air adalah bagian penting dari eco office. Memasang perlengkapan toilet
dan keran yang hemat air, serta mengumpulkan air hujan untuk penggunaan non-potable
adalah langkah-langkah yang dapat diambil. Selain itu, karena air yang
merupakan sumber daya terbarukan maka salah satu bentuk pengelolaan air yang
baik adalah dengan melakukan daur ulang air limbah.
Proses Pengelolaan Limbah
Air Toilet
Pengolahan limbah air toilet dapat
dilakukan dengan proses biofillter anaerob-aerob. Proses biofilter
anaerob-aerob ini merupakan pengembangan dari proses biofilter anaerob dengan proses aerasi
kontak. Dalam proses biofilter anaerob-aerob ini terdapat beberapa
bagian yaitu bak pengendap awal, biofilter anaerob (anoxic), biofilter aerob,
serta bak pengendap akhir. Namun jika diperlukan dapat ditambahkan bak
kontaktor khlor.
Pertama air limbah akan diarahkan ke
saringan kasar (bar screen) guna menyaring kotoran yang berukuran besar
seperti plastik, tissue, kertas, dan lain-lain. Setelah itu air dialirkan ke
bak pengendap awal untuk mengendapkan lumpur pasir, dan kotoran lainnya. Air
limpasan dari bak penampung awal akan dialirkan ke Bak kontaktor anaerob dengan
aliran dari atas ke bawah lalu dari bawah ke atas sebagaimana gambar diatas.
Bak kontaktor anaerob tersebut berisi media dari bahan plastik atau
kerikil/batu split. Jumlah bak kontaktor anaerob dapat lebih dari satu
bak disesuaikan dengan kualitas dan jumlah air baku yang akan diolah. Di dalam
bak anaerob air limbah akan diuraikan oleh bakteri anaerobik yang
setelah beberapa hari akan memunculkan lapisan film mikroorganisme pada
permukaan media filter. Lapisan film mikroorganisme tersebut akan menguraikan
zat organik yang belum terurai pada bak pengendap.
Penerapan Daur
Ulang Air Limbah
Toilet yang menerapkan konsep daur
ulang limbah disebut Reinvented Toilet. Reinvented toilet pertama
di indonesia diresmikan di kota Bandung pada 29 Maret 2022. Konsep dari reinvented
toilet ini adalah dengan mengolah limbah sehingga tidak semuanya terbuang
ke lingkungan. Alat yang digunakan untuk mendaur ulang limbah tersebut adalah Aquonic
600 yang dapat mengubah air limbah menjadi air bersih yang bebas patogen,
jernih, dan bebas bau. Air hasil pengolahan tersebut dapat digunakan kembali
untuk membilas toilet dan urinal.
Sumber:
SE-6/MK.1/2019 tentang Penerapan Kantor Ramah Lingkungan (Program Eco-Office) di Lingkungan Kementerian Keuangan
https://tribunjabarwiki.tribunnews.com/2022/04/04/reinvented-toilet-pertama-di-indonesia-hadir-di-pasirluyu-bandung-bisa-mendaur-ulang-air-limbah
https://media.neliti.com/media/publications/191258-ID-daur-ulang-greywater-untuk-keperluan-sir.pdf
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel