STRATEGI MENGELOLA EMOSI AGAR TETAP PRODUKTIF
Ashar Hamka
Sabtu, 23 Desember 2023 |
3038 kali
STRATEGI MENGELOLA EMOSI AGAR TETAP PRODUKTIF
Penulis: Riadhul Latifah, Pelaksana KPKNL Parepare
Pekerjaan yang penuh tekanan dan tuntutan tidak hanya menguras tenaga dan fikiran saja, tetapi dapat juga menguras emosi kita. Emosi tidak selamanya bersifat negative atau merupakan perilaku buruk, namun emosi justru diperlukan, oleh karenanya kemampuan untuk mengelola emosi dengan efektif sangat penting. Kemampuan ini membantu menciptakan iklim kerja yang sehat, meningkatkan hubungan interpersonal, dan meningkatkan produktivitas. Lalu apa saja kah strategi yang efektif untuk mengelola emosi dalam dunia kerja?
Langkah pertama dalam mengelolah emosi dalam dunia kerja adalah memiliki kesadaran terhadap emosi-emosi yang dirasakan. Kesadaran emosi melibatkan kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi kita sendiri serta emosi orang lain. Dengan mengembangkan kesadaran emosi, kita dapat lebih baik dalam mengendalikan reaksi emosional kita terhadap situasi-situasi yang menantang di tempat kerja. Menurut Ken Lindner (2019) menjelaskan bahwa 7 langkap penguasaan Emosi didasarkan pada Fisiologi emosi yang fokusnya terarah pada muatan energi yang sangat kuat. Untuk menggambarkan Fisiologi emosi ini kita membayangkan adanya gelombang besar adrenalin ketika sedang marah, atau adanya getaran motivasi atau semangat melakukan sesuatu ketika anda sedang catuh cinta. Jadi fisiologi emosi adalah kekuatan atau muatan energi yang timbul dari gejolak perasaan.
Setelah memiliki kesadaran emosi, langkah selanjutnya adalah mengatur emosi dengan bijaksana. Ken Lindner mengajarkan bahwa kita harus tetap berpikir jernih dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang ada. Dalam Nilai-nilai perilaku Kementerian Keuangan, salah satunya Integritas yaitu berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral. Seseorang yang tidak berintegritas hatinya berisi kesombongan, iri, dengki, dendam, dan emosi. Ini melibatkan kemampuan untuk mengendalikan energi tersebut, mengelola stres, mengatasi kemarahan, dan menjaga ketenangan dalam situasi yang mengacak perasaan kita. Teknik pengaturan emosi yang efektif termasuk latihan pernapasan, praktik meditasi, atau mencari dukungan sosial. Pada situasi emosi sedang tidak stabil tidak dianjurkan mengambil Keputusan, karena intelektualitas dan emosi tidak bisa bekerja bersamaan, Ketika seseorang terpancing emosi seringkali akan menjadi “kehilangan akal”. Berfikir tidak saja cukup dalam menyelesaikan masalah hidup, kita butuh emosi atau perasaan agar setiap Keputusan yang kita ambil tetap adil “sebagai manusia”.
Dalam Buku Ken Lindner juga dicontohkan bahwa emosi juga bisa berupa perasaan jatuh cinta pada seseorang, pada saat tersebut terkadang orang bertindak diluar akal sehat sehingga berperilaku yang merugikan diri sendiri. Namun emosi perasaan cinta mampu membuat ekspresi seseorang menjadi hangat, semangat, percaya diri, kuat dan Bahagia. Inilah sisi positif emosi yang perlu dikelola dengan baik.
Komunikasi yang efektif memainkan peran penting dalam mengelola emosi dalam dunia kerja. Ini melibatkan kemampuan untuk mengungkapkan emosi dengan jelas dan secara konstruktif, serta mendengarkan dengan empati kepada orang lain. Dengan komunikasi yang efektif, kita dapat menghindari konflik yang tidak perlu dan membangun hubungan yang harmonis dengan rekan kerja.
Yang terakhir yaitu manajemen stres yang efektif sangat penting dalam mengelola emosi di tempat kerja. Ini melibatkan sumber-sumber stres, mengembangkan strategi pengurangan stres, dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Pengelolaan waktu yang baik, delegasi tugas, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah beberapa contoh strategi yang dapat membantu mengurangi stres di tempat kerja.
Mengelola emosi dalam dunia kerja adalah keterampilan penting yang dapat meningkatkan kesejahteraan pribadi dan produktivitas. Dengan meningkatkan kesadaran emosi, mengatur emosi dengan bijaksana, berkomunikasi dengan efektif, dan mengelola stres, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis.
Referensi:
Ken Lindner (2019), Jurus Jitu Mengelola Emosi, Tujuh Langkah menguasi emosi negative dan mengubahnya menjadi kekuatan diri. Ciputat: Penerbit Gemilang.
Ken Lindner (2013), 7 langkah menguasai emosi negatif. Ciputat: Penerbit Gemilang.
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 312/KMK.01/2011 tanggal 12 September 2011 tentang Nilai-nilai Kementerian Keuangan.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |