APBN Regional Bangka Belitung Tetap Terjaga, Penerimaan Negara dan PNBP Tumbuh Positif pada Semester I 2026
Wahyu Dwi Prasetya
Senin, 27 Juli 2026 |
137 kali
Pangkalpinang
– Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan
resiliensi di tengah dinamika ekonomi global. Penerimaan negara mencatat
pertumbuhan yang positif, belanja negara terus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan,
sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) turut memberikan kontribusi
signifikan terhadap penerimaan negara.
Perkembangan
tersebut disampaikan dalam Press
Conference APBN KiTa Regional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang
diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan
(DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (24/7/2026). Kegiatan dibuka
oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung, Maria Lucky
Ariana, yang menegaskan bahwa konferensi pers APBN KiTa merupakan wujud
transparansi pengelolaan keuangan negara sekaligus sarana penyampaian informasi
fiskal kepada masyarakat.
Kepala
Kanwil DJPb Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhamad Mufti Arkan, memaparkan bahwa hingga 30 Juni 2026
pendapatan negara di Bangka Belitung telah terealisasi sebesar Rp2,15 triliun atau 40,56 persen dari target, sedangkan
belanja negara mencapai Rp4,44 triliun
atau 52,54 persen dari pagu.
Kinerja tersebut menunjukkan APBN tetap menjalankan fungsinya sebagai instrumen
untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan daerah.
"Penerimaan
perpajakan di Bangka Belitung terus menunjukkan tren yang positif seiring
meningkatnya aktivitas ekonomi daerah. Di sisi lain, belanja negara terus
diarahkan secara optimal agar mampu memberikan multiplier effect bagi
pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Mufti Arkan.
Lebih
lanjut, Mufti menjelaskan bahwa realisasi penerimaan pajak hingga Semester I
2026 mencapai Rp1,92 triliun
atau 38,23 persen dari target
APBN dan tumbuh 27,79 persen
(year-on-year). Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya
penerimaan dari sektor perdagangan, pertanian, pertambangan, industri, serta
semakin baiknya implementasi sistem Coretax.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) Pangkalpinang, Aris Rochmad
Sopiyan, menyampaikan perkembangan kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) yang dikelola Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di wilayah Bangka
Belitung.
Hingga
akhir Juni 2026, realisasi PNBP tercatat mencapai 89,63 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp169,97 miliar atau tumbuh 25,28 persen dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama berasal dari pendapatan
administrasi dan penegakan hukum, termasuk hasil penjualan barang rampasan dan
barang sitaan yang telah memperoleh putusan pengadilan.
"Kontribusi
PNBP menunjukkan bahwa optimalisasi pengelolaan aset negara, pelayanan lelang,
dan pengelolaan kekayaan negara terus memberikan nilai tambah bagi penerimaan
negara. DJKN akan terus mendorong pengelolaan kekayaan negara yang profesional,
akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata
Aris Rochmad Sopiyan.
Selain
penerimaan negara, pemerintah juga terus menjaga kualitas belanja negara.
Hingga 30 Juni 2026, realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp1,48 triliun, sementara penyaluran
Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp2,97
triliun. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan
infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi
masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Melalui
publikasi APBN KiTa, Kementerian Keuangan terus berkomitmen menghadirkan
informasi fiskal yang transparan, akuntabel, dan mudah dipahami masyarakat.
Sinergi seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan di Bangka Belitung
diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus
memastikan APBN terus bekerja melindungi masyarakat, mendukung pembangunan, dan
mewujudkan Indonesia yang lebih maju. (wdp)
Foto Terkait Berita