Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Pangkal Pinang
Pendapatan Negara Regional Bangka Belitung Melesat, Indeks Pembangunan Manusia Tinggi

Pendapatan Negara Regional Bangka Belitung Melesat, Indeks Pembangunan Manusia Tinggi

Dendy Yuhartono
Senin, 08 Desember 2025 |   168 kali

Pangkalpinang – Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengadakan Press Conference kinerja fiskal dan ekonomi regional Provinsi Babel realisasi sampai dengan 31 Oktober 2025 bertempat di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bangka Belitung pada Rabu (19/11/2025).

Acara dilakukan secara daring yang dihadiri oleh para pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Kep. Babel, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Prov. Kep. Bangka Belitung, Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kep. Bangka Belitung, BPS Bangka Belitung, KPPBC Pangkalpinang, KPPBC Tanjungpandan, KPP Pratama Pangkalpinang, KPP Pratama Bangka, KPKNL Pangkalpinang, KPP Pratama Tanjungpandan, KPPN Pangkalpinang, KPPN Tanjungpandan, Local Expert/Akademisi FEB Univ. Bangka Belitung dan undangan lainnya.

Acara dibuka dan dimoderatori oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Kep. Bangka Belitung Zamrud Utami. Selanjutnya Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kep. Bangka Belitung Sukriyah memberikan sambutan sekaligus memaparkan perkembangan fiskal dan ekonomi regional Provinsi Bangka Belitung realisasi sampai dengan 31 Oktober 2025.

“Pendapatan Negara regional Bangka Belitung tumbuh 25,06 persen year on year dengan realisasi sebesar Rp2,97 triliun atau 82,31 persen dari target, sedangkan Belanja Negara regional Bangka Belitung terealisasi Rp7,72 triliun atau 79,13 persen dari pagu, turun 9,55 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp2,20 triliun, melambat 16,68 persen akibat penurunan Belanja Barang dan Belanja Modal yang terdampak kebijakan efisiensi. Sementara itu, Transfer ke Daerah terealisasi Rp5,51 triliun, turun 6,35 persen seiring penurunan pagu serta sejumlah kegiatan/proyek yang masih dalam proses penyelesaian,” kata Sukriyah.

Realisasi perpajakan hingga 31 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp2,74 triliun dan tumbuh 26,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar bersumber dari Pajak Dalam Negeri, terutama PPN dan PPnBM sebesar Rp1,384 triliun dan PPh Nonmigas sebesar Rp1,063 triliun. Pajak Bumi dan Bangunan terealisasi Rp51,67 miliar, sedangkan Pajak Lainnya mencapai Rp83,66 miliar yang meningkat signifikan seiring implementasi core tax system dan optimalisasi skema deposit pajak. Di sisi lain, Pajak Perdagangan Internasional melalui Bea Masuk mengalami perlambatan, sementara Bea Keluar tumbuh sangat tinggi hingga sekitar 696 persen dan telah melampaui target sebesar 1.466 persen, didukung ekspor produk turunan CPO berupa RBD Palm Olein ke berbagai negara tujuan.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh 11,31 persen, utamanya berasal dari akselerasi Pendapatan BLU sebesar 24,62 persen. Di sisi lain, PNBP yang dikelola satuan kerja kementerian/lembaga juga tumbuh 7,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi PNBP hingga Oktober 2025 mencapai sekitar Rp230,96 miliar, yang terdiri dari PNBP Lainnya Rp174,87 miliar dan Pendapatan BLU Rp56,09 miliar. Kontribusi terbesar PNBP bersumber dari Pendapatan Administrasi dan Penegakan Hukum, terutama penerimaan layanan STNK dan BPKB pada satuan kerja kepolisian seiring adanya kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

“Realisasi PNBP dari pengelolaan BMN, Lelang, dan Pengurusan Piutang Negara sampai dengan Oktober 2025 mencapai sekitar Rp11,57 miliar atau 95,48 persen dari target tahunan Rp12,12 miliar dan secara kumulatif masih terkontraksi sekitar 2 persen year on year. Kontribusi terbesar berasal dari PNBP BMN sebesar Rp9,82 miliar (85 persen), diikuti PNBP Lelang Rp1,62 miliar (14 persen) dan PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp0,13 miliar (1 persen),” jelas Borusion.

Dari sisi ekonomi, perekonomian Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 3,12 persen year on year, masih lebih rendah dari pertumbuhan nasional (5,04 persen) dan kawasan Sumatera (4,90 persen). Neraca perdagangan Babel hingga Oktober 2025 mencatat surplus sebesar USD 1,44 miliar, didorong kinerja ekspor komoditas unggulan seperti timah murni batangan dan produk turunan CPO (RBD Palm Olein), meskipun surplus tersebut melambat dibandingkan tahun sebelumnya seiring mulai terpenuhinya kuota ekspor timah serta minimnya aktivitas impor pada Oktober 2025. Inflasi Oktober 2025 terjaga di level 2,51 persen year on year dengan komoditas utama penyumbang inflasi daging ayam ras, emas perhiasan, dan cabai merah.

Indikator kesejahteraan juga menunjukkan perkembangan yang positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bangka Belitung tahun 2025 mencapai 75,26 (kategori tinggi), dengan Gini Rasio 0,222 yang menjadi salah satu yang terendah secara nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 tercatat 4,45 persen, dengan serapan tenaga kerja tertinggi pada sektor pertanian, perdagangan, serta pertambangan dan penggalian. Tingkat kemiskinan pada Maret 2025 berada di angka 5,00 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.

Selanjutnya acara press conference dilanjutkan dengan tanggapan dan tanya jawab dari awak media.

(WDP/DY)

Foto Terkait Berita

Floating Icon