Tips Menjalani Mutasi Dengan Bahagia
Wahyu Dwi Prasetya
Senin, 22 Juli 2024 |
421 kali
Perpindahan tugas atau mutasi Aparatur Sipil Negara
(ASN) yang ditugaskan di Kementerian//Lembaga yang punya instansi vertikal di
daerah adalah suatu keniscayaan. Mutasi dimaksudkan untuk
menugaskan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi, mengembangkan karir
pegawai dan tentu saja dalam rangka menyelesaikan tugas yang diemban oleh
organisasi.
Mutasi mempunyai tantangan yang beragam, sehingga perlu persiapan yang matang bagi para pegawai dan juga keluarganya. Konsekuensi mutasi yang disiapkan dari awal pastinya akan membuat pegawai dalam setiap penugasan akan merasa nyaman. Ada beberapa persiapan dalam menjalani mutasi dengan bahagia, agar pegawai serta keluarga pun merasakan kebahagiaan yang harus kita siapkan agar mutasi yang kita jalani bisa kita nikmati dan kita tetap berkontribusi maksimal bagi organisasi.
1. Meyakini bahwa semua adalah takdir yang terbaik dari Allah Swt
Segala ketentuan yang
terjadi di dunia ini merupakan takdir terbaik dari Swt.
Allah Swt berfirman: "Sucikanlah nama
Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan (semua mahluk) dan menyempurnakannya,
yang memberi takdir kemudian mengarahkan(nya)" (QS. Al-A’la 1-3).Takdir Allah sudah
ditetapkan jauh sebelum manusia ada. Mulai dari jodoh, rezeki, pekerjaan, dan
maut, semua telah diatur dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kita harus
meyakini bahwa rencana Allah adalah yang terbaik. Manusia hanya bisa
berencana, namun Allah lah yang menetapkan. Allah tahu mana yang terbaik untuk
hamba-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 216: “Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahui.”
2. Senantiasa bersyukur dan berbahagia
Mutasi yang
kita jalani sudah memiliki tempat yang dituju, tugas dan tantangan yang akan
kita jalani dengan jelas. Organisasi juga sudah memberikan fasilitas terkait
beberapa hal misalnya; dana operasional pindah dan fasilitas lain yang menyesuaikan
dengan kondisi tempat penugasan terbaru. Kita bisa
berkaca dari kisah sebagian saudara kita yang memutuskan untuk merantau
terkadang belum jelas apa pekerjaan yang akan dilakukan dan bagaimana memenuhi
kebutuhan sehari-harinya. Oleh karenanya kita harus senantiasa bersyukur dan
berbahagia di manapun kita ditugaskan. "Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
(Surat Ibrahim : 7)
3. Meyakini bahwa organisasi pasti memberikan yang terbaik bagi semua pegawainya
Organisasi
akan berjalan dengan baik bila didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) atau
pegawai yang kompeten dan nyaman dalam menjalankan tugasnya. Segala hal maksimal
tentu sudah diupayakan agar pegawai mendapatkan tempat penugasan yang sesuai
sehingga timbal balik untuk organisasi pun diharapkan dapat dilakukan dengan
maksimal juga.
Tentunya
organisasi mempunyai keterbatasan. Tidak semua keinginan pegawai dapat
dipenuhi. Beberapa kebijakan organisasi untuk memenuhi keinginan pegawai misalnya;
kebijakan tempat penugasan yang sesuai, mendekati atau bahkan tidak sesuai
dengan keinginan pegawai bila diukur dari homebase-nya
Kebijakan
mutasi yang tertuang dalam SK yang sudah ditetapkan harus diyakini oleh semua
pegawai adalah upaya terbaik dari organisasi dalam memberikan penugasan bagi
seluruh pegawainya. Penugasan yang pastinya mempertimbangkan kebaikan
organisasi dan kebaikan semua pegawai.
4.
Menyiapkan diri
Pegawai
mempunyai tugas untuk menyukseskan dan meningkatkan performa organisasi. Di manapun
ditugaskan, pegawai harus siap untuk memberikan kontribusi terbaik. Oleh karena
itu, setelah Surat Keputusan (SK) ditetapkan, pegawai sebaiknya bersegera
membuat rencana kontribusi yang akan dilakukan dan juga legasi/warisan yang
bisa ditinggalkan dengan baik.
Buatlah
perencanaan terkait hal yang akan dilakukan. Kemudian, lakukan rencana tersebut
melalui proses belajar dari pengalaman tempat penugasan sebelumnya. Jangan malu
untuk belajar kepada pegawai yang pernah bertugas di kantor/tempat baru
tersebut.
Perencanaan
ini menjadi panduan pegawai untuk bisa memberikan kontribusi terbaik bagi
organisasi. Tentu hal ini pun akan berdampak baik bagi pegawai itu sendiri.
5.
Menyiapkan keluarga
Keluarga merupakan salah satu support system yang tidak bisa disepelekan. Dukungan keluarga sangat penting, agar tugas dapat dijalankan dengan baik. Oleh sebab itu, sejak awal atau bahkan sejak sebelum pernikahan, seyogyanya sudah disampaikan ke calon pasangan terkait konskuensi untuk menjalani mutasi selama dalam penugasan. Komitmen untuk menjalaninya dengan baik serta kesadaran tanpa ada keterpaksaan. Pasangan dan anak-anak harus sejak dini dipersiapkan untuk menghadapi konsekuensi dari mutasi tersebut. Hal yang perlu disiapkan seperti keputusan untuk membawa keluarga atau menetap di suatu tempat, konsekuensi hubungan jarak jauh (LDR), bagaimana kelanjutan proses pendidikan anak-anak serta hal lainnya. Hal-hal tersebut harus dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab dan bersiaplah dengan segala konsekuensinya,
6.
Mutasi adalah kesempatan menambah pengalaman dan
menjelajah tempat baru
Setiap lokasi penugasan pasti memiliki lingkungan dan tempat istimewa yang berbeda dari sebelumnya. Segeralah beradaptasi dan berinteraksi dengannya. Kita bisa mencari komunitas yang sesuai dengan hobi kita atau aktif dalam kegiatan di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini akan membuat waktu penugasan terasa begitu cepat dan kita bisa berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Healing. Cari juga tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi di sela-sela hari libur. Buatlah jadwal kunjungan wisata dan rasakan serta nikmati keindahan alam ciptaan Allah yang begitu luas. Dengan berkunjung ke tempat baru, akan membuat wawasan, teman/saudara kita bertambah dan jiwa menjadi tenang. Ketenangan membawa kenyamanan.Kenyamanan adalah kunci kebahagiaan.
Selamat
menikmati setiap tempat penugasan, yakinlah bahwa Allah Yang Maha Penyayang akan
selalu memberikan kita rasa aman, nyaman dan menuntun kita menuju jalan
kebaikan, jalan yang mendapat ridha dari Allah Sang Penguasa semesta alam. (
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |