Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Pangkal Pinang
Tips Menjalani Mutasi Dengan Bahagia

Tips Menjalani Mutasi Dengan Bahagia

Wahyu Dwi Prasetya
Senin, 22 Juli 2024 |   421 kali

Perpindahan tugas atau mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditugaskan di Kementerian//Lembaga yang punya instansi vertikal di daerah adalah suatu keniscayaan. Mutasi dimaksudkan untuk menugaskan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi, mengembangkan karir pegawai dan tentu saja dalam rangka menyelesaikan tugas yang diemban oleh organisasi.

Mutasi mempunyai tantangan yang beragam, sehingga perlu persiapan yang matang bagi para pegawai dan juga keluarganya. Konsekuensi mutasi yang disiapkan dari awal pastinya akan membuat pegawai dalam setiap penugasan akan merasa nyaman. Ada beberapa persiapan dalam  menjalani mutasi dengan bahagia, agar pegawai serta keluarga pun merasakan kebahagiaan yang harus kita siapkan agar mutasi yang kita jalani bisa kita nikmati dan kita tetap berkontribusi maksimal bagi organisasi.

1.         Meyakini bahwa semua adalah takdir yang terbaik dari Allah Swt  


Segala ketentuan yang terjadi di dunia ini merupakan takdir terbaik dari Swt. Allah Swt berfirman: "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan (semua mahluk) dan menyempurnakannya, yang memberi takdir kemudian mengarahkan(nya)" (QS. Al-A’la 1-3).Takdir Allah sudah ditetapkan jauh sebelum manusia ada. Mulai dari jodoh, rezeki, pekerjaan, dan maut, semua telah diatur dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kita harus meyakini bahwa rencana Allah adalah yang terbaik. Manusia hanya bisa berencana, namun Allah lah yang menetapkan. Allah tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 216: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

2.         Senantiasa bersyukur dan berbahagia 


Mutasi yang kita jalani sudah memiliki tempat yang dituju, tugas dan tantangan yang akan kita jalani dengan jelas. Organisasi juga sudah memberikan fasilitas terkait beberapa hal misalnya; dana operasional pindah dan fasilitas lain yang menyesuaikan dengan kondisi tempat penugasan terbaru. Kita bisa berkaca dari kisah sebagian saudara kita yang memutuskan untuk merantau terkadang belum jelas apa pekerjaan yang akan dilakukan dan bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Oleh karenanya kita harus senantiasa bersyukur dan berbahagia di manapun kita ditugaskan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Surat Ibrahim : 7)

3.         Meyakini bahwa organisasi pasti memberikan yang terbaik bagi semua pegawainya 


Organisasi akan berjalan dengan baik bila didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) atau pegawai yang kompeten dan nyaman dalam menjalankan tugasnya. Segala hal maksimal tentu sudah diupayakan agar pegawai mendapatkan tempat penugasan yang sesuai sehingga timbal balik untuk organisasi pun diharapkan dapat dilakukan dengan maksimal juga.

Tentunya organisasi mempunyai keterbatasan. Tidak semua keinginan pegawai dapat dipenuhi. Beberapa kebijakan organisasi untuk memenuhi keinginan pegawai misalnya; kebijakan tempat penugasan yang sesuai, mendekati atau bahkan tidak sesuai dengan keinginan pegawai bila diukur dari homebase-nya

Kebijakan mutasi yang tertuang dalam SK yang sudah ditetapkan harus diyakini oleh semua pegawai adalah upaya terbaik dari organisasi dalam memberikan penugasan bagi seluruh pegawainya. Penugasan yang pastinya mempertimbangkan kebaikan organisasi dan kebaikan semua pegawai.

4.         Menyiapkan diri

Pegawai mempunyai tugas untuk menyukseskan dan meningkatkan performa organisasi. Di manapun ditugaskan, pegawai harus siap untuk memberikan kontribusi terbaik. Oleh karena itu, setelah Surat Keputusan (SK) ditetapkan, pegawai sebaiknya bersegera membuat rencana kontribusi yang akan dilakukan dan juga legasi/warisan yang bisa ditinggalkan dengan baik.

Buatlah perencanaan terkait hal yang akan dilakukan. Kemudian, lakukan rencana tersebut melalui proses belajar dari pengalaman tempat penugasan sebelumnya. Jangan malu untuk belajar kepada pegawai yang pernah bertugas di kantor/tempat baru tersebut.

Perencanaan ini menjadi panduan pegawai untuk bisa memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. Tentu hal ini pun akan berdampak baik bagi pegawai itu sendiri.

5.         Menyiapkan keluarga

Keluarga merupakan salah satu support system yang tidak bisa disepelekan. Dukungan keluarga sangat penting, agar tugas dapat dijalankan dengan baik. Oleh sebab itu, sejak awal atau bahkan sejak sebelum pernikahan, seyogyanya sudah disampaikan ke calon pasangan terkait konskuensi untuk menjalani mutasi selama dalam penugasan. Komitmen untuk menjalaninya dengan baik serta kesadaran tanpa ada keterpaksaan. Pasangan dan anak-anak harus sejak dini dipersiapkan untuk menghadapi konsekuensi dari mutasi tersebut. Hal yang perlu disiapkan seperti keputusan untuk membawa keluarga atau menetap di suatu tempat, konsekuensi hubungan jarak jauh (LDR), bagaimana kelanjutan proses pendidikan anak-anak serta hal lainnya. Hal-hal tersebut harus dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab dan bersiaplah dengan segala konsekuensinya,

6.         Mutasi adalah kesempatan menambah pengalaman dan menjelajah tempat baru

Setiap lokasi penugasan pasti memiliki lingkungan dan tempat istimewa yang berbeda dari sebelumnya. Segeralah beradaptasi dan berinteraksi dengannya. Kita bisa mencari komunitas yang sesuai dengan hobi kita atau aktif dalam kegiatan di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini akan membuat waktu penugasan terasa begitu cepat dan kita bisa berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Healing. Cari juga tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi di sela-sela hari libur. Buatlah jadwal kunjungan wisata dan rasakan serta nikmati keindahan alam ciptaan Allah yang begitu luas. Dengan berkunjung ke tempat baru, akan membuat wawasan, teman/saudara kita bertambah dan jiwa menjadi tenang. Ketenangan membawa kenyamanan.Kenyamanan adalah kunci kebahagiaan.

Selamat menikmati setiap tempat penugasan, yakinlah bahwa Allah Yang Maha Penyayang akan selalu memberikan kita rasa aman, nyaman dan menuntun kita menuju jalan kebaikan, jalan yang mendapat ridha dari Allah Sang Penguasa semesta alam. (Suwadi Tristiyawan)

 


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon