KPKNL Pangkalan Bun Gelar Forum Konsultasi Publik, Buka Ruang Kritik dan Saran
Rintyana Dewi
Jum'at, 14 Agustus 2026 |
25 kali
PANGKALAN BUN - Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalan Bun menggelar Forum Konsultasi
Publik (FKP) pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan bertajuk “KPKNL Mendengar
untuk Layanan Lebih Baik”tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan para
pemangku kepentingan untuk menyampaikan masukan, kritik, maupun saran terhadap
kualitas pelayanan yang diberikan KPKNL.
Kepala KPKNL Pangkalan Bun, Ari
Fitri Mahesa, dalam sambutannya menegaskan komitmen pihaknya untuk terus
memberikan pelayanan terbaik di bidang kekayaan negara, penilaian, pengurusan
piutang negara, serta lelang. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak cukup
dinilai hanya dari perspektif penyelenggara layanan, tetapi harus dilihat dari
pengalaman dan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna jasa.
“Kesempurnaan layanan tidak bisa
diukur dari sudut pandang kami. Kualitas sejati diukur dari kemampuan
memberikan kemudahan dan kepastian kepada para pengguna jasa,” ujar Ari Fitri
Mahesa. Ia menambahkan, FKP bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan bentuk
keterbukaan KPKNL dalam menerima koreksi sekaligus mencari solusi atas berbagai
kendala yang masih ditemukan dalam pelayanan.
Ia berharap melalui forum
tersebut dapat diketahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk
apabila masih terdapat akses pelayanan yang dinilai terlalu birokratis, lambat,
atau menyulitkan masyarakat. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk
melakukan perbaikan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas
layanan KPKNL Pangkalan Bun di wilayah kerjanya.
Selain membahas pelayanan, dalam
FKP juga disampaikan sosialisasi mengenai antikorupsi dan pentingnya menjaga
integritas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Peserta turut mendapatkan
informasi mengenai 11 jenis layanan yang tersedia di KPKNL Pangkalan Bun. KPKNL
juga menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan yang ramah dan inklusif,
termasuk memberikan kemudahan bagi kelompok rentan, lanjut usia, penyandang
disabilitas, serta ibu menyusui.
Kegiatan FKP tidak hanya
berlangsung secara tatap muka, tetapi juga diikuti secara daring oleh peserta
dari sejumlah daerah, seperti Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara,
Kotawaringin Timur hingga Palangka Raya. Peserta berasal dari berbagai unsur
pemangku kepentingan, di antaranya perbankan, akademisi, tokoh masyarakat,
serta satuan kerja yang selama ini menggunakan layanan KPKNL. Ia mengajak
seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut secara maksimal agar pelayanan
KPKNL ke depan semakin mudah, transparan, pasti dan responsif terhadap
kebutuhan masyarakat.
Foto Terkait Berita