KPKNL Pangkalan Bun Gelar Pelatihan Sensitivitas Disabilitas dan Pengenalan Bahasa Isyarat
Firman Romadhon
Kamis, 23 Juli 2026 |
76 kali
Pangkalan Bun — Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalan Bun menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Sensitivitas Disabilitas dan Pengenalan Bahasa Isyarat pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Aula Lantai 2 KPKNL Pangkalan Bun. Kegiatan diawali dengan sambutan dan arahan Kepala KPKNL Pangkalan Bun, Ari Fitri Mahesa, yang menyampaikan apresiasi kepada para narasumber atas kehadirannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh komitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang inklusif terhadap kelompok rentan, dengan berpegang pada empat prinsip dasar pelayanan, yaitu berkeadilan, nondiskriminatif, ramah, dan setara.
Pada sesi pertama, Kepala SLB Negeri 2 Pangkalan Bun, Joko Waluyo, menyampaikan materi Pelatihan Sensitivitas Disabilitas. Beliau mengapresiasi inisiasi KPKNL Pangkalan Bun serta menilai sarana dan prasarana di area layanan sudah cukup ramah, seperti tersedianya ruang laktasi, area bermain anak, dan alat bantu penyandang disabilitas. Materi turut menguraikan jaminan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas sesuai UU Nomor 20 Tahun 2003 dan UU Nomor 8 Tahun 2016, klasifikasi disabilitas mulai dari fisik, intelektual, mental, sensorik, hingga majemuk, serta berbagai inovasi teknologi pendukung seperti fitur talkback, screenreader, dan voice to text. Beliau menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan akses, sehingga pemerataan sarana prasarana berbasis digital memerlukan kesadaran dan persiapan kolektif.
Sesi kedua diisi dengan materi Pengenalan Bahasa Isyarat oleh Ibu Firdayani Yulindra yang menekankan pentingnya memahami bahasa isyarat untuk mengatasi hambatan komunikasi dan membangun pelayanan yang setara. Peserta diperkenalkan pada etika berkomunikasi dengan teman tuli seperti menjaga kontak mata, berbicara dengan kecepatan normal, serta menunjukkan kesabaran serta empati dan dikenalkan dua sistem bahasa isyarat di Indonesia, yaitu BISINDO dan SIBI. Tidak hanya bersifat satu arah, sesi ini juga diisi praktik langsung oleh pegawai KPKNL, mulai dari abjad BISINDO, kosakata dasar pelayanan seperti salam, terima kasih, dan maaf, hingga simulasi pemberian layanan dari penerimaan tamu oleh pramusapa sampai layanan oleh petugas APT. Melalui kegiatan ini, KPKNL Pangkalan Bun berharap dapat meningkatkan kompetensi pegawai dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh masyarakat.
Foto Terkait Berita