Hubungan Emosi dengan Kesehatan Organ Tubuh
Rintyana Dewi
Senin, 06 November 2023 |
5682 kali
Hubungan Emosi dengan Kesehatan
Organ Tubuh
Kepala KPKNL Pangkalan Bun, Widiyantoro
beserta jajaran kembali melaksanakan kegiatan rutin “Habagi Kabar” secara hybrid,
luring bertempat di Aula KPKNL Pangkalan Bun dan daring melalui aplikasi office 365
pada Senin (06/11/2023).
Habagi kabar adalah agenda rutin
KPKNL Pangkalan Bun yang merupakan wadah bagi seluruh pegawai baik PNS maupun
PPNPN, untuk menyampaikan informasi yang tidak terbatas pada pelaksanaan tugas
dan fungsi KPKNL Pangkalan Bun/DJKN, melainkan dapat berupa informasi apa
saja yang bersifat positif dan membangun. Kegiatan ini juga merupakan implementasi Habituasi/pembiasaan budaya kementerian keuangan khususnya tema "kuatkan kolaborasi dan soliditas".
Acara dibuka dan dipimpin oleh Tri
Atmojo selaku pembawa acara dan dilanjutkan dengan doa Bersama, pembacaan
Nilai-nilai Kementerian Keuangan, Budaya Kementerian Keuangan dan Motto
KPKNL Pangkalan Bun.
Pemateri pada Habagi Kabar
periode ini adalah Anwar Budi Priyanto yang membahas mengenai " Hubungan Emosi dengan Kesehatan Organ Tubuh."
1.
Marah
dapat melemahkan liver.
Orang
yang sering atau mudah marah biasanya tidak mengalami detoksifikasi tubuh, oleh
karena itu pentingnya menerapkan anger management.
2.
Kesedihan
melemahkan paru-paru.
Orang yang
terlalu bersedih lebih mudah mengalami masalah pernapasan dibanding orang yang
ceria.
3.
Kecemasan melemahkan
perut
Salah
satu hal yang dapat dilakukan ketika merasa cemas berlebihan adalah dengan
minum air hangat.
4. Stress
melemahkan jantung dan otak
Ada
kalanya stress membuat degup jantung terasa aneh atau kepala menjadi terasa
berat.
5. Ketakutan
melemahkan ginjal
Apabila
memiliki phobia atau ketakutan tertentu maupun mengalami trauma hebat,
sebaiknya coba melakukan terapi untuk menyembuhkan.
Budi melanjutkan, manfaat
tersenyum antara lain :
o
Membahagiakan
diri sendiri
o
Meredakan
stress
o
Membuat
diri terlihat lebih menarik
o
Meningkatkan
rasa percaya diri
o
Dan lain-lain.
· Karena tersenyum dapat melepaskan hormon dopamine dan sirtonin yang membuat suasana hati menjadi lebih baik. Selain itu, tersenyum juga dapat melepaskan hormon
endorphin atau hormon pereda nyeri,
sehingga kita dapat merasa lebih baik.
· Menyeimbangkan gaya hidup dan pola pikir
menjadi salah satu cara efektif dalam mengelola emosi dengan baik, karena hati yang gembira
adalah obat bagi diri kita sendiri dan orang di sekitar kita.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, arahan dari kepala Kantor dan ditutup dengan yel-yel.
“KPKNL Pangkalan Bun….ayo, ayo, ayo!” (seksi HI)
Foto Terkait Berita