Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Pangkalan Bun
Kajian Bintal: Bekerja Adalah Ibadah

Kajian Bintal: Bekerja Adalah Ibadah

Rintyana Dewi
Kamis, 26 Oktober 2023 |   4435 kali

Kajian Bintal: Bekerja Adalah Ibadah

 

Pangkalan Bun - Pimpinan dan pegawai KPKNL Pangkalan Bun mengikuti kegiatan Bimbingan Mental  (BINTAL) khususnya untuk para pegawai muslim di lingkungan Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah dengan tema “Bekerja Adalah Ibadah” bersama Ustadz Muhammad Ichsan pada Kamis (26/10/2023). Kegiatan ini diselenggarakan setiap 1 bulan sekali secara daring via Microsoft Teams. Kegiatan Bintal bertujuan untuk membina mental dan membina soft kompetensi pegawai muslim Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah serta implementasi program Habituasi/pembiasaan budaya Kementerian Keuangan khususnya untuk tema “pelajari, hayati dan amalkan ajaran Agamamu”

Ustadz Muhammad Ichsan mengawali kajiannya dengan adanya bimbangan ruhani/siraman ruhani di sela-sela kegiatan rutin, sesungguhnya seiring  senafas dengan lagu Indonesia Raya  yang selalu kita nyanyikan, bangunlah jiwanya bangunlah badannya. Artinya yang dikokohkan jiwa dan badan secara seimbang, jangan sampai hanya perhatian secara lahiriah  tapi mengabaikan hal-hal yang bersifat jiwa.

Ustadz Muhammad Ichsan melanjutkan pemaparan kajian:

1.   Bekerja adalah Ibadah. Surat Al Jumu’ah :10 yang artinya “apabila telah ditunaikan Sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.

setelah selesai sholat carilah karunia Allah, kembali ke tempat masing-masing dimana kita bekerja mencari rezeki, dan saat mencari karunia Allah banyaklah berdzikir kepada Allah.

2.   Bekerja merupakan kegiatan yang pasti dilihat Allah. Surat At Taubah : 105 yang artinya     “Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah dan RosulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.

Bekerjalah, maka Allah dan rasulnya yang akan menjadi saksi  . Jadi, ketika aktivitas pekerjaan kita  adalah melaksanakan perintah Allah maka yang menjadi pengawas juga Allah yang mengetahui dan melihat apa-apa yang kita tidak bisa sembunyi dan lari dari Allah.

3.   Bagaimana cara menjadikan bekerja sebagai ibadah?

Bekerja dengan tekun, jujur, dan bertanggung jawab adalah bentuk ibadah. Jadikan setiap tugas sebagai kesempatan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Ada Malaikat Raqib dan Atid yang selalu menulis, memonitor, dan  mengawasi sekecil apapun yang kita lakukan. Kita akan malu jika ditampilkan  rekaman yang kurang baik atau tidak sesuai prosedur, tapi akan membanggakan  apabila yang ditampilkan rekaman sesuai SOP/peraturan.       Jadi     dapat dikategorikan orang beriman, jika dalam setiap perbuatan dan ucapan menunjukkan sikap jujur dan bertanggungjawab serta amanah.

 

4.   Bekerjalah dengan potensi masing-masing. Surat Al Isra : 84 yang artinya “Katakanlah : tiap-tiap  orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”.

Masing-masing orang bekerja sesuai dengan bidangnya, potensi dan keahliannya masing-masing serta bersinergi sesuai dengan bidangnya. Maka Allah lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya, dimana potensi yang kita miliki digunakan untuk bekerja lebih baik.

5.   Bekerja dalam tim untuk hasil yang maksimal. Nabi saw bersabda, “ Sholat berjamaah lebih utama dari pada sholat sendirian dua puluh tujuh derajat”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam At-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dan Imam An-Nasai dari sahabat Ibnu Umar r.a.

Sama amalnya, sama pekerjaanya tentu kita akan mencari hasil yang lebih baik. Sebagai contoh adalah analogi filosofi sholat berjamaah. Sama- sama sholat, yang satu sendirian yang satu berjamaah, waktu yang dihabiskan sama. Sholat ditekankan yang terbaik adalah yang di awal waktu. Kita terbiasa terlambat, padahal umat islam terbiasa tepat waktu. Kalau kita mengerjakan pekerjaan kita seperti menantikan buka puasa, maka pekerjaan kita  tepat waktu dan tidak akan telat. Seperti halnya imam dan makmum, seperti halnya pimpinan dengan staf, maka akan terjadi keserasian. Nilai yang diambil lainnya dari filosofi sholat berjamaah adalah hasil yang didapat selain dari pahala, yaitu sholat khusyuk, ibarat seperti bekerja bisa fokus.

 

6.   Istikomah/konsisten. Rosulullah bersabda “Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dikerjakan secara terus menerus  meskipun sedikit (Sahih Muslim : 783).

Pelajari, hayati, amalkan. Yang paling berat adalah amalkan dan istiqomah. Sebagai contoh adalah mengaji, apabila mengaji 1 ayat namun dilakukan setiap hari,  itu lebih baik dan istiqomah dari pada  mengaji  langsung khatam kemudian tidak mengaji lagi.

7.   Hindari hal yang akan membuatmu rugi/pailit: Hadits Tirmidzi No. 2342

Hadits Tirmidzi No. 2342: “Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Al 'Alla` bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] Rasulullah Shallallahu'alaihi wa salam bertanya: "Tahukah kalian siapa orang yang rugi itu?" Mereka menjawab: Orang rugi di antara kami wahai Rasulullah adalah orang yang tidak memiliki   dirham dan barang. Kemduian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Orang rugi dari ummatku adalah orang yang membawa shalat, puasa dan zakat     pada hari kiamat, ia datang sementara ia dulu pernah mencela, menuduh berzina, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul. Ia duduk lalu kebaikan- kebaikan si ini diqisas dari kebaikan-kebaikannya, bila kebaikan-kebaikannya habis sebelum sepadan dengan kesalahan-kesalahannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu dibuang kepadanya, setelah itu dia dilempar ke neraka." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.

Dapat diibaratkan ada seseorang melakukan STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan) suka mencela dan menuduh, memakan harta dan menumpahkan darah, karena suka menzolimi dan mengambil harta  orang lain, maka yang terjadi nanti, dia terduduk dan kebajikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi, puasa dan zakat akan diberikan kepada orang yang difitnah dan dirampas. Sementara itu habis kebaikannya, dan masih banyak orang   yang menuntut kebaikan dari dia, maka dosa kesalahan orang lain akan di pikulkan kepada orang tadi. Dia akan di lemparkan ke neraka atau dibilang pailit.

Setelah dari kajian ini, Ustadz Muhammad Ichsan berharap para pegawai muslim di lingkungan Kanwil DJKN Kalimantan dan Tengah diharapkan dapat menerapkan konsep bekerja adalah ibadah yang difilosofikan seperti sholat berjamaah. Apabila kolaborasi antara pimpinan dan staf dilakukan dengan serasi, kompak, dan sesuai aturan, maka harapannya bisa menghasilkan hasil yang luar biasa baik. (HI)

Foto Terkait Berita

Floating Icon