Kajian Bintal: Bekerja Adalah Ibadah
Rintyana Dewi
Kamis, 26 Oktober 2023 |
4435 kali
Kajian Bintal: Bekerja Adalah Ibadah
Pangkalan Bun - Pimpinan dan pegawai KPKNL Pangkalan Bun mengikuti kegiatan Bimbingan Mental (BINTAL) khususnya
untuk para pegawai muslim di
lingkungan Kanwil DJKN Kalimantan
Selatan dan Tengah dengan tema “Bekerja
Adalah Ibadah” bersama Ustadz Muhammad
Ichsan pada Kamis (26/10/2023). Kegiatan ini
diselenggarakan setiap 1 bulan sekali
secara daring via Microsoft Teams. Kegiatan Bintal bertujuan untuk membina mental dan membina soft kompetensi pegawai
muslim Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah serta
implementasi program Habituasi/pembiasaan budaya Kementerian Keuangan khususnya
untuk tema “pelajari, hayati dan amalkan ajaran Agamamu”.
Ustadz Muhammad
Ichsan mengawali kajiannya dengan
adanya bimbangan ruhani/siraman ruhani di sela-sela kegiatan rutin,
sesungguhnya seiring senafas dengan lagu Indonesia Raya
yang selalu kita nyanyikan, bangunlah jiwanya bangunlah badannya.
Artinya yang dikokohkan jiwa dan badan secara seimbang, jangan sampai hanya
perhatian secara lahiriah tapi
mengabaikan hal-hal yang bersifat jiwa.
Ustadz Muhammad
Ichsan melanjutkan pemaparan kajian:
1. Bekerja adalah Ibadah. Surat Al Jumu’ah :10
yang artinya “apabila telah ditunaikan Sholat, maka bertebaranlah kamu di muka
bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
beruntung”.
setelah selesai sholat carilah karunia
Allah, kembali ke tempat
masing-masing dimana kita bekerja mencari rezeki, dan saat mencari karunia Allah banyaklah berdzikir
kepada Allah.
2. Bekerja merupakan kegiatan yang pasti dilihat Allah. Surat At Taubah : 105 yang artinya
“Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah
dan RosulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu
akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata,
lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
Bekerjalah, maka Allah dan rasulnya
yang akan menjadi
saksi . Jadi, ketika aktivitas pekerjaan kita adalah melaksanakan perintah Allah maka yang
menjadi pengawas juga Allah yang mengetahui dan melihat apa-apa yang kita tidak bisa sembunyi dan lari dari Allah.
3.
Bagaimana cara menjadikan bekerja sebagai
ibadah?
Bekerja dengan tekun, jujur, dan bertanggung jawab adalah bentuk
ibadah. Jadikan setiap tugas
sebagai kesempatan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Ada Malaikat Raqib dan Atid yang selalu menulis, memonitor, dan mengawasi sekecil apapun yang kita lakukan.
Kita akan malu jika ditampilkan rekaman yang kurang baik
atau tidak sesuai prosedur, tapi akan membanggakan apabila yang ditampilkan
rekaman sesuai SOP/peraturan. Jadi dapat dikategorikan orang beriman, jika dalam setiap perbuatan dan ucapan menunjukkan sikap jujur dan bertanggungjawab serta amanah.
4.
Bekerjalah dengan potensi masing-masing. Surat Al Isra : 84 yang artinya “Katakanlah : tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya
masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”.
Masing-masing orang bekerja sesuai dengan
bidangnya, potensi dan keahliannya masing-masing serta bersinergi sesuai dengan bidangnya. Maka Allah lebih
mengetahui siapa yang lebih benar jalannya, dimana potensi yang kita miliki
digunakan untuk bekerja lebih
baik.
5.
Bekerja dalam tim untuk hasil yang
maksimal. Nabi saw bersabda, “ Sholat berjamaah
lebih utama dari pada sholat sendirian dua puluh tujuh derajat”. Hadis ini
diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam
At-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dan Imam An-Nasai dari sahabat Ibnu Umar r.a.
Sama amalnya, sama
pekerjaanya tentu kita akan mencari hasil yang
lebih baik. Sebagai contoh adalah analogi filosofi sholat berjamaah. Sama- sama sholat, yang satu sendirian yang satu
berjamaah, waktu yang dihabiskan sama.
Sholat ditekankan yang terbaik adalah yang di awal waktu. Kita terbiasa
terlambat, padahal umat islam terbiasa
tepat waktu. Kalau kita mengerjakan pekerjaan kita seperti
menantikan buka puasa, maka pekerjaan kita
tepat waktu dan
tidak akan telat. Seperti halnya imam dan makmum, seperti halnya
pimpinan dengan staf, maka akan terjadi keserasian. Nilai yang diambil
lainnya dari filosofi sholat
berjamaah adalah hasil yang didapat
selain dari pahala,
yaitu sholat khusyuk,
ibarat seperti bekerja bisa fokus.
6.
Istikomah/konsisten. Rosulullah bersabda “Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang
dikerjakan secara terus menerus meskipun
sedikit (Sahih Muslim : 783).
Pelajari, hayati, amalkan. Yang paling
berat adalah amalkan dan istiqomah. Sebagai contoh adalah mengaji, apabila mengaji
1 ayat namun dilakukan setiap
hari, itu lebih baik dan istiqomah dari pada mengaji langsung khatam
kemudian tidak mengaji
lagi.
7. Hindari hal yang akan membuatmu
rugi/pailit: Hadits Tirmidzi No. 2342
Hadits
Tirmidzi No. 2342: “Telah menceritakan kepada
kami [Qutaibah] telah
menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Al 'Alla`
bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah]
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa salam bertanya:
"Tahukah kalian siapa orang yang rugi itu?" Mereka menjawab: Orang rugi di antara kami wahai Rasulullah adalah orang yang tidak memiliki
dirham dan barang. Kemduian
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Orang rugi dari ummatku adalah orang yang membawa shalat, puasa dan zakat pada hari kiamat, ia datang sementara ia dulu pernah mencela, menuduh
berzina, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul.
Ia duduk lalu kebaikan- kebaikan
si ini diqisas dari kebaikan-kebaikannya, bila kebaikan-kebaikannya habis sebelum sepadan
dengan kesalahan-kesalahannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu dibuang kepadanya, setelah itu dia dilempar ke neraka." Berkata
Abu Isa: Hadits
ini hasan shahih.
Dapat diibaratkan ada seseorang melakukan
STMJ (Sholat Terus Maksiat
Jalan) suka mencela
dan menuduh, memakan
harta dan menumpahkan darah, karena suka menzolimi dan mengambil harta orang lain, maka yang terjadi nanti, dia terduduk
dan kebajikannya akan diberikan
kepada orang yang terzalimi, puasa dan zakat akan diberikan kepada orang yang difitnah dan dirampas.
Sementara itu habis kebaikannya, dan masih banyak orang yang menuntut
kebaikan dari dia, maka dosa kesalahan orang lain akan di pikulkan kepada orang tadi. Dia akan di lemparkan ke neraka atau dibilang pailit.
Setelah dari kajian ini, Ustadz Muhammad
Ichsan berharap para
pegawai muslim di lingkungan Kanwil DJKN Kalimantan
dan Tengah diharapkan dapat menerapkan konsep bekerja adalah ibadah yang difilosofikan seperti
sholat berjamaah. Apabila
kolaborasi antara pimpinan
dan staf dilakukan
dengan serasi, kompak, dan sesuai aturan, maka harapannya
bisa menghasilkan hasil yang luar biasa baik. (HI)
Foto Terkait Berita