Habagi Kabar, 22 Mei 2023
Dina Arinda Putri
Senin, 22 Mei 2023 |
148 kali
Kepala KPKNL Pangkaln Bun, Widiyantoro beserta jajaran
kembali melaksanakan kegiatan rutin “Habagi Kabar” secara hybrid, luring bertempat di Aula KPKNL Pangkalan Bun dan daring
melalui aplikasi office 365 pada Senin (22/05).
Habagi kabar adalah agenda rutin KPKNL Pangkalan Bun yang
merupakan wadah bagi seluruh pegawai baik ASN maupun PPNPN, untuk menyampaikan
informasi yang tidak terbatas pada pelaksanaan tugas dan fungsi KPKNL Pangkalan
Bun/DJKN, melainkan dapat berupa
informasi apa saja yang bersifat positif dan membangun.
Acara dibuka dan di pimpin oleh Abi Pratama R selaku pembawa acara dan dilanjutkan dengan
doa bersama yang di pimpin oleh Dina AP. “Love yourself, karena menjadi baik di
mata orang lain tidak akan ada habisnya,” tutupnya.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Nilai-nilai
Kementerian Keuangan oleh Indhira KS, Budaya Kementerian Keuangan dibacakan oleh Binta UF, dan Motto
KPKNL Pangkalan Bun oleh Candra Yasir.
Pemateri pada Habagi Kabar periode ini adalah Nindyshinta DP, yang menjelaskan mengenai gula. Gula merupakan salah satu sumber energi yang setiap hari kita temui. Contohnya : minum kopi/teh lebih nikmat jika ditambahkan gula, ketika memasak supaya rasanya lezat juga biasanya ditambahkan gula, ketika cuaca terik ingin minum minuman yang ada rasanya (contoh: es boba), yang tanpa kita sadari setiap hari kita mengkonsumsi gula.
Kita bukan tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi gula sama sekali, namun perlu diketahui bahwa mengonsumsi gula sehari-hari tetap ada batasannya. Kementerian Kesehatan Indonesia menyarankan untuk membatasi konsumsi gula per orang per hari sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sdm. Apabila kita mengkonsumsi gula melebihi batasan tersebut tentu akan menimbulkan penyakit diabetes.
Jika
sudah terkena diabetes, pengobatan yang dilakukan pada umumnya memakan waktu yang lama
bahkan bisa jadi seumur hidup. Selain dengan
obat, penderita diabetes juga
harus mengimbanginya pola hidup sehat. Jika
tidak, maka pengobatan yang dilakukan akan
menjadi kurang efektif dan dapat menyebabkan
komplikasi. Komplikasi diabetes biasanya
dapat
berupa stroke, neuropati diabetik, gagal ginjal, bahkan luka di kaki yang sulit
kering (bisa berujung diamputasi).
Melihat
dampaknya yang begitu mengerikan, pada kesempatan ini saya mengajak Bapak Ibu
semua untuk menerapkan pola hidup sehat,
berupa:
1. menerapkan pola makan sehat
yaitu dengan makan makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang serta
dengan porsi secukupnya;
2. menghindari makanan dan minuman
tinggi gula, kalori, dan lemak, terutama makanan dan minuman kemasan;
3. membatasi asupan gula (maksimal sebesar 50 gram/4 sdm per hari);
4. memperbanyak konsumsi sayur,
buah, kacang, dan biji-bijian
yang mengandung banyak
serat;
5. rutin
berolahraga, luangkan waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk berolah raga (olah raga jenis apapun asal dilakukan
secara rutin bisa menjadi cara yang efektif untuk mencegah diabetes);
6. menjaga
berat badan ideal;
7. kelola
stress dengan baik,
karena stress dapat memicu tubuh untuk menghasilkan hormon stress yang dapat
meningkatkan kadar gula dalam darah;
8. berhenti
merokok, karena nikotin yang ada pada
rokok dapat merusak sel pankreas
sehingga mengganggu produksi insulin;
9. melakukan pengecekan gula darah secara rutin minimal setahun sekali untuk orang yang sehat dan tidak berisiko tinggi, sedangkan untuk orang yang berisiko tinggi harus lebih sering mengecek gula darah.
"Cara memperbaiki hidup penderita
diabetes yaitu bisa dengan diet/pola hidup ketofastosis. Namun, untuk menjalani
pola hidup ketofastosis harus memiliki niat dan tekad yang kuat, karena
betul-betul menghindari karbohidrat dan gula, sedangkan energi yang dibutuhkan
dapat diperoleh dari asupan lemak,''Isti menambahkan informasi.
Silsilia menambahkan,"untuk sebagian dari kita mungkin akan sulit jika makan
tanpa nasi, sehingga mungkin bagi yang beragama muslim bisa melakukan puasa
sunnah atau melakukan intermittent fasting (puasa selama 16 jam),
biasanya hanya minum air mineral (infused water) maupun teh tawar,
sehingga kadar gula darah akan menurun. Pada kondisi ini, tubuh akan memaksa
lemak untuk diubah menjadi energi, maka dari itu dianjurkan untuk olah raga
dilakukan di pagi hari (weight lifting), bukan kardio.
Widiyantoro menambahkan,''dengan kebiasaan kerja kita yang
kurang bergerak/aktivitas fisik, terlalu banyak duduk dan banyak makan, maka
dapat memberi dampak jangka panjang yang tidak baik. Kunci menjaga kesehatan
yaitu menjaga makan, olah raga, dan tidur yang teratur.
Kegiatan ini diakhiri dengan yel-yel.
KPKNL Pangkalan Bun? Ayo Bagawi, Ayo Ayo Ayo !!!
Dengan semangat BAGAWI (Bersih, Amanah, Guyub, Akuntabel, Wibawa, Ikhlas) KPKNL Pangkalan Bun senantiasa berupaya memberikan pelayanan prima dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Seksi Hukum dan Informasi
Foto Terkait Berita