Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Pangkalan Bun
Habagi Kabar, 22 Mei 2023

Habagi Kabar, 22 Mei 2023

Dina Arinda Putri
Senin, 22 Mei 2023 |   148 kali

Kepala KPKNL Pangkaln Bun, Widiyantoro beserta jajaran kembali melaksanakan kegiatan rutin “Habagi Kabar” secara hybrid, luring bertempat di Aula KPKNL Pangkalan Bun dan daring melalui aplikasi office 365 pada Senin (22/05).

Habagi kabar adalah agenda rutin KPKNL Pangkalan Bun yang merupakan wadah bagi seluruh pegawai baik ASN maupun PPNPN, untuk menyampaikan informasi yang tidak terbatas pada pelaksanaan tugas dan fungsi KPKNL Pangkalan Bun/DJKN, melainkan dapat berupa  informasi apa saja yang bersifat positif dan membangun.

Acara dibuka dan di pimpin oleh Abi Pratama R  selaku pembawa acara dan dilanjutkan dengan doa bersama yang di pimpin oleh Dina AP. “Love yourself, karena menjadi baik di mata orang lain tidak akan ada habisnya,” tutupnya.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Nilai-nilai Kementerian Keuangan oleh Indhira KS, Budaya Kementerian  Keuangan dibacakan oleh Binta UF, dan Motto KPKNL Pangkalan Bun oleh Candra Yasir.

Pemateri pada Habagi Kabar periode ini adalah Nindyshinta DP, yang menjelaskan mengenai gula. Gula merupakan salah satu sumber energi yang setiap hari kita temui. Contohnya : minum kopi/teh lebih nikmat jika ditambahkan gula, ketika memasak supaya rasanya lezat juga biasanya ditambahkan gula, ketika cuaca terik ingin minum minuman yang ada rasanya (contoh: es boba), yang tanpa kita sadari setiap hari kita mengkonsumsi gula. 

Kita bukan tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi gula sama sekali, namun perlu diketahui bahwa mengonsumsi gula sehari-hari tetap ada batasannya. Kementerian Kesehatan Indonesia menyarankan untuk membatasi konsumsi gula per orang per hari sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sdm. Apabila kita mengkonsumsi gula melebihi batasan tersebut tentu akan menimbulkan penyakit diabetes.


Jika sudah terkena diabetes, pengobatan yang dilakukan pada umumnya memakan waktu yang lama bahkan bisa jadi seumur hidup. Selain dengan obat, penderita diabetes juga harus mengimbanginya pola hidup sehat. Jika tidak, maka pengobatan yang dilakukan akan menjadi kurang efektif dan dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi diabetes biasanya dapat berupa stroke, neuropati diabetik, gagal ginjal, bahkan luka di kaki yang sulit kering (bisa berujung diamputasi).


 Melihat dampaknya yang begitu mengerikan, pada kesempatan ini saya mengajak Bapak Ibu semua untuk menerapkan pola hidup sehat, berupa:

1.   menerapkan pola makan sehat yaitu dengan makan makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang serta dengan porsi secukupnya;

2.   menghindari makanan dan minuman tinggi gula, kalori, dan lemak, terutama makanan dan minuman kemasan;

3.   membatasi asupan gula (maksimal sebesar 50 gram/4 sdm per hari);

4.   memperbanyak konsumsi sayur, buah, kacang, dan biji-bijian yang mengandung banyak serat;

5.   rutin berolahraga, luangkan waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk berolah raga (olah raga jenis apapun asal dilakukan secara rutin bisa menjadi cara yang efektif untuk mencegah diabetes);

6.   menjaga berat badan ideal;

7.   kelola stress dengan baik, karena stress dapat memicu tubuh untuk menghasilkan hormon stress yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah;

8.   berhenti merokok, karena nikotin yang ada pada rokok dapat merusak sel pankreas sehingga mengganggu produksi insulin;

9.   melakukan pengecekan gula darah secara rutin minimal setahun sekali untuk orang yang sehat dan tidak berisiko tinggi, sedangkan untuk orang yang berisiko tinggi harus lebih sering mengecek gula darah.


"Cara memperbaiki hidup penderita diabetes yaitu bisa dengan diet/pola hidup ketofastosis. Namun, untuk menjalani pola hidup ketofastosis harus memiliki niat dan tekad yang kuat, karena betul-betul menghindari karbohidrat dan gula, sedangkan energi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari asupan lemak,''Isti menambahkan informasi.


Silsilia menambahkan,"untuk sebagian dari kita mungkin akan sulit jika makan tanpa nasi, sehingga mungkin bagi yang beragama muslim bisa melakukan puasa sunnah atau melakukan intermittent fasting (puasa selama 16 jam), biasanya hanya minum air mineral (infused water) maupun teh tawar, sehingga kadar gula darah akan menurun. Pada kondisi ini, tubuh akan memaksa lemak untuk diubah menjadi energi, maka dari itu dianjurkan untuk olah raga dilakukan di pagi hari (weight lifting), bukan kardio.


Widiyantoro menambahkan,''dengan kebiasaan kerja kita yang kurang bergerak/aktivitas fisik, terlalu banyak duduk dan banyak makan, maka dapat memberi dampak jangka panjang yang tidak baik. Kunci menjaga kesehatan yaitu menjaga makan, olah raga, dan tidur yang teratur.

Kegiatan ini diakhiri dengan yel-yel.

KPKNL Pangkalan Bun? Ayo Bagawi, Ayo Ayo Ayo !!!

Dengan semangat BAGAWI (Bersih, Amanah, Guyub, Akuntabel, Wibawa, Ikhlas) KPKNL Pangkalan Bun senantiasa berupaya memberikan pelayanan prima dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.


Seksi Hukum dan Informasi

 

 

Foto Terkait Berita

Floating Icon