Pentingnya Komunikasi Efektif di dalam Suatu Organisasi
Justinus Benni Indrianto
Senin, 19 April 2021 |
56646 kali
Dalam suatu organisasi pasti diisi oleh
berbagai jenis manusia, dengan memiliki pemikiran dan sifat yang berbeda-beda.
Untuk mewujudkan organisasi yang maju dan berkembang, diperlukan suatu interaksi
antara satu sama lain. Proses interaksi itulah yang dapat disebut juga sebagai
proses berkomunikasi.
Menurut
Redding dan Sabborn sebagaimana dikutip dalam (Muhammad 1995:66) komunikasi
organisasi adalah “Pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang
kompleks”. Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi organisasi adalah suatu proses
pengiriman dan penerimaan informasi di dalam suatu organisasi yang amat rumit
dan kompleks.
Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi , terbagi menjadi tiga bentuk :
1.
Komunikasi
Vertikal
Bentuk komunikasi ini
merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya.
Artinya komunikasi yang disampaikan oleh pimpinan kepada bawahan dan dari
bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.
Fungsi komunikasi ke bawah digunakan
pimpinan untuk :
-
Melaksanaan
kebijakan, prosedur kerja, peraturan, dan instruksi;
-
Memonitor
pelaksanaan kerja bawahan;
-
Menyampaikan
pengarahan, evaluasi, dan teguran;
-
Memberikan
informasi mengenai tujuan organisasi, kebijakan-kebijakan organisasi, dan
insentif.
Seorang
pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya dan memahami
cara mengambil kebijakan-kebijakan terhadap bawahannya. Keberhasilan organisasi
dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan yang memiliki jiwa
kepimimpinan yang baik. Kedua hal tersebut merupakan modal utama kemajuan
organisasi yang dipimpinnya.
Fungsi komunikasi ke atas digunakan untuk
:
-
Memberikan
pengertian mengenai laporan kerja, saran, usulan , opini, permohonan bantunan
dan keluhan;
- Memperoleh
informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan bawahan dari
tingkat yang lebih rendah.
2.
Komunikasi
Horisontal
Bentuk komunikasi dalam
organisasi ini adalah secara mendatar. Komunikasi ini berlangsung diantara sesama
karyawan/pegawai dan sebagainya. Komunikasi horisontal ini biasanya berlangsung
di dalam situasi yang tidak formal. Komunikasi horisontal ini berlangsung
dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, maupun pesan
tertulis
3.
Komunikasi
Diagonal
Bentuk komunikasi dalam
organisasi ini sering juga disebut komunikasi silang. Proses ini berlangsung
dari seseorang ke orang lain dalam posisi yang berbeda.
Sesuai dengan pendapat
dari Redding dan Sabborn sebagaimana dikutip dalam (Muhammad 1995:66) dapat disimpulkan
bahwa keberhasilan sebuah organisasi ditentukan oleh keberhasilan proses
komunikasi antara atasan dan bawahan. Ketika para pemimpin dapat berkomunikasi
dengan efektif dengan bawahan maka pesan yang disampaikan dapat diterima dengan
baik.
Dalam suatu organisasi,
komunikasi yang efektif memiliki peranan penting yaitu :
-
Meningkatkan
Produktivitas
-
Mengatasi
atau menghindari adanya suatu konflik
-
Membantu
mengembangkan potensi setiap karyawan/pegawai
-
Membentuk
suasana yang kondusif dan profesional
Komunikasi yang efektif
berperan penting dalam penyampaian informasi yang harus diketahui oleh setiap
karyawan/pegawai. Informasi tersebut berupa instruksi kerja, target dari
organisasi tersebut, peran yang harus dijalankan oleh masing-masing karyawan/pegawai,
sampai masalah masalah yang sedang dihadapi oleh masing-masing
karyawan/pegawai.
Dengan demikian komunikasi yang efektif memiliki peranan penting di dalam sebuah organisasi. Dari komunikasi yang efektif akan menciptakan hasil yang selaras dan tercapainya target/visi dan misi dari organisasi tersebut.
Dwiki Achmad Giffary - KPKNL Pangkalan Bun
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |